Jalur Pansela Kebumen Rawan Kecelakaan, Ketahui Faktor Penyebabnya

  • Whatsapp
Jalur Pantai Selatan (Pansela) di ruas Kecamatan Puring. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejak beroperasi, tidak sedikit kecelakaan terjadi di sepanjang Jalur Pantai Selatan (Pansela) Kebumen yang dulu populer disebut Jalur Lintas Selatan-selatan (JLSS). Bagaimana bisa, jalur seperti jalan tol itu justru menyimpan bahaya tersembunyi bagi pengguna jalan yang  melintas.

Tabrakan maut terjadi akhir 2019, adu banteng antara Minibus Elf dengan mobil pickup dari arah berlawanan. Dalam kecelakaan di Desa Tlogodepok, Kecamatan Mirit itu empat korban meninggal dunia.

Bacaan Lainnya
Jalan Mulus dan Lurus Bikin Pengguna Jalan Ngebut
Trek yang lurus membuat penggendara ngebut. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Kondisi jalan yang masih mulus, kemudian trek yang lurus, dan  jalur lebar seringkali membuat pengguna jalan ngebut. Pengendara yang memacu kendaraan terlalu cepat sangat berisiko terlibat kecelakaan, baik tunggal maupun melibatkan dua kendaraan atau lebih.

Penggunaan jalan banyak terlena dengan kondisi jalan aspal yang terbentang dari Sungai Wawar Kecamatan Mirit hingga Suwuk Kecamatan Buayan itu, dengan memacu kendaraannya di luar batas kecepatan. Terkadang pengguna jalan lupa bahwa yang dilaluinya bukan jalan tol.

Minim Rambu, Warga Lalu Lalang di Persimpangan
Warga menuntun kuda menyebarang jalan di Jalur Pansela. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Saat ini banyak pengguna jalan memilih melintasi Jalan Pansela Kebumen. Jalannya yang lurus dan memiliki tekstur aspal yang halus menjadi pertimbangan pengguna jalan untuk melintas di jalur alternatif penghubung Kabupaten Cilacap dan Yogyakarta itu.

Dengan melintas jalur ini, pengguna jalan pun dapat menghemat waktunya karena jalan masih tergolong sepi. Sayangnya, meskipun sudah dilalui banyak kendaraan namun fasilitas di jalur tersebut  masih kurang. Minimnya rambu-rambu lalu lintas, penerangan jalan yang sangat minim, serta fasilitas pendukung lain seperti tidak ada SPBU dan rest area yang belum memadai.

Padahal di sepanjang jalur tersebut, banyak sekali simpang empat yang sebelum jalan itu dibangun adalah jalan desa. Persimpangan itu banyak dilalui oleh petani yang pulang dari sawah, peternak yang menggembala kambing, termasuk warga yang hendak pergi ke pantai. Warga yang masih belum terbiasa, terkadang kurang hati-hati saat menyebarang jalan.

Persimpangan Jadi Titik Rawan Kecelakaan Jalur Pansela
Kendaraan melaju di Jalur Pansela. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Adapun titik rawan kecelakaan di Jalur Pansela Kebumen dari arah timur antara lain Wiromartan Mirit, Simpang Empat Pantai Laguna, Simpang Empat Pantai Ambal dan daerah Kecamatan Ambal, simpang empat menuju Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren,  Simpang empat menuju Pantai Tanggulangin, Kecamatan Klirong, simpang empat Pantai Petanahan. Kemudian simpang empat menuju Pantai Bopong di Kecamatan Puring.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan. Bahwa jalur Pansela di wilayah Kebumen yang membentang sepanjang 38,4  kilometer kondisinya lurus, relatif halus, sehingga pengguna jalan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Sedangkan jalan yang cukup lebar membuat pengendara leluasa menyalip,” ujar AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Kamis 31 Januari 2020.

Tekan Kecelakaan, Polres Kebumen Pasang Papan Imbauan
Personil Satlantas Polres Kebumen pasang papan peringatan. (Foto: Dok. Polres Kebumen)

Kondisi ini menjadi perhatian Sat Lantas Polres Kebumen untuk menekan angka kecelakaan di Jalur Pansela. Salah satu upaya dilakukan dengan memasang papan peringatan di pinggir jalan. Baliho imbauan itu rencananya dipasang di setiap satu kilometer.

Secara simbolis Kapolres AKBP Rudy Cahya memasang baliho peringatan agar tidak ngebut di Jalur Pansela persisnya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Puring, Kebumen. Turut mendampingi Kasat Lantas AKP Rikha Zulkarnain bersama personelnya.

Human Error Penyebab Utama Kecelakaan di Jalur Pansela
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan turut memang papan peringatan d Jalur Pansela. (Foto: Dok. Polres Kebumen)

Pemasangan papan imbauan yang berisi peringatan kepada pengguna jalan merupakan tindak lanjut dari hasil supervisi auditor black spot Ditlantas Polda Jateng. Disimpulkan bahwa penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalur Pansela adalah human error. Pemasangan papan imbauan juga tindak lanjut dari aspirasi masyarakat untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan yang melintas di Jalur Pansela,

“Kami berharap dengan papan peringatan itu pengguna jalan menjadi lebih waspada dan hati-hati saat melintasi Jalur Pansela,” ujar AKBP Rudy Cahya. (ndo)

Pos terkait