Satu Dekade Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Kebumen: Merajut Persahabatan, Merawat Cinta Alam di Pesisir Selatan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Mentari perlahan tergelincir di ufuk barat pesisir selatan Kebumen, membiaskan semburat jingga keemasan yang memantul di atas permukaan air Konservasi Penyu Kaliratu, Jogosimo.
Di bawah naungan rindangnya pohon kelapa, beberapa tenda berdiri melingkar rapi, membentuk benteng kehangatan di tengah sepoi angin pantai. Suasana malam itu bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan sebuah perayaan emas: satu dekade eksistensi Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Kebumen.
Tepat pada Sabtu, 1 Agustus 2026, komunitas pencinta alam yang dikenal dengan semangat kekeluargaannya ini merayakan hari jadi ke-10.
“Assalamu’alaikum. Ayok ngopi bareng,” sebuah pesan singkat dan ajakan dari Susilo, mantan Ketua Pendaki Indonesia Korwil Kebumen, pagi sebelum acara.
“Insyaallah. Tak usahakan,” jawab saya.
“Siap… Njenengan pada yang pencetus e Pendaki Indonesia Korwil Kebumen, ra kerasa wes 10 tahun,” sambung Susilo.
Saya tidak ingat betul saat malam dilaunchingnya #PI Kebumen sepuluh tahun lalu. Yang saya ingat ada acara kopdar di kuliner dekat Tugu Walet, lalu dibentuklah “kepengurusan” tersebut.
Berdasarkan data dari Susilo, beberapa nama yang hadir malam itu di antaranya Budi Bujel (Ketua Korwil), Susi Lestari, Rohman, Rizal, Rusli, Ridwan, Aris, Saryono, Muslih, dan saya sendiri.
Meski tercatat sebagai perintis, pada praktiknya saya tidak begitu aktif di #PI Kebumen karena ada aktivitas di luar Kebumen.
***
Mengusung tema sarat makna “Persahabatan Terjalin, Persaudaraan Terengkuh, Bersama Mengukir Cinta Kepada Alam”, event ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang sejak akar rumput komunitas ini mulai ditanam sepuluh tahun silam di Kebumen.
Menyatukan Jiwa Petualang di Tepian Samudera
Berbeda dengan perayaan hari jadi pada umumnya yang mungkin digelar di dalam gedung atau ruang tertutup, keluarga besar #PI Kebumen memilih kembali ke alam terbuka.
Sebanyak 30-an anggota hadir di kawasan konservasi penyu, melebur dalam kebersamaan yang egaliter. Para pendaki yang biasanya akrab dengan dinginnya kabut Gunung Merbabu, Prau, Sindoro, atau Sumbing malam itu menikmati harmoni suara ombak selatan dan hangatnya api unggun.
Yang menarik, perayaan satu dekade ini turut dihadiri oleh seorang tamu istimewa dari luar negeri.
Seorang pelancong asal Korea Selatan yang tengah menikmati liburannya di Kebumen tampak antusias membaur bersama para anggota komunitas meski ada keterbatasan komunikasi.
Di bawah temaram dan hangatnya secangkir kopi, batasan budaya dan bahasa runtuh, digantikan oleh bahasa universal: kecintaan terhadap aktivitas alam bebas.
“Persahabatan tidak diukur dari seberapa sering kita bertemu, melainkan dari bagaimana kita berdiri bersama menghadapi terjalnya jalur pendakian dan indahnya panorama nusantara. Satu dekade ini adalah bukti nyata komitmen kita.”
Kehangatan Api Unggun dan Filosofi Lingkungan
Rangkaian acara disusun apik sejak Sabtu sore. Selepas menikmati panorama matahari terbenam (sunset) yang memesona di pesisir Jogosimo, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah dan makan malam bersama.
Menu sederhana ala perkemahan: kacang dan jagung rebus/bakar, yang disantap secara melingkar menghadirkan keakraban yang sulit ditemukan di tengah kebisingan kota.
Sesi sarasehan mengalir cair, diisi dengan refleksi perjalanan sepuluh tahun, bertukar cerita pengalaman ekspedisi, hingga merumuskan langkah ke depan bagi pelestarian lingkungan di Kabupaten Kebumen.
Sebagai komunitas yang lahir dari rahim kecintaan terhadap alam, #PI Kebumen senantiasa memegang teguh prinsip bahwa pendaki sejati bukan hanya mereka yang mampu menaklukkan puncak, tetapi juga mereka yang merawat dan menjaga kelestariannya.
Perayaan ulang tahun ini tidak berhenti pada seremoni malam hari. Keesokan paginya, para anggota langsung bergerak membersihkan kawasan sekitar Konservasi Penyu Kaliratu. Aksi bersih pantai ini menjadi wujud konsistensi moral komunitas.
Bagi #PI Kebumen, usia sepuluh tahun bukanlah garis finish, melainkan sebuah titik pijak baru untuk terus berkontribusi.
Dari angin sepoi pegunungan hingga deburan ombak Jogosimo, Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Kebumen telah membuktikan bahwa satu dekade bukan sekadar angka di atas kertas. Ia adalah monumen persahabatan yang kokoh, terpatri dalam setiap derap langkah di bumi pertiwi. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar