Dari Karyawan Jadi Juragan, Kisah Inspiratif Owner Bakso Mas Bejo Kebumen
- account_circle Giyono Padmo
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- visibility 590
- comment 0 komentar

Ikhwanudin, owner Bakso Mas Bejo Kebumen. (Foto: Padmo)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Berbekal pengalaman bertahun-tahun bekerja di warung bakso ternama Jakarta, Ikhwanudin memilih pulang kampung dan memulai usaha sendiri di Kebumen.
Pria asal Desa Soka, Kecamatan Poncowarno, Kebumen itu membuka Warung Bakso Mas Bejo pada 2019 di Jalan Ronggowarsito, Pejagoan. Bersama sang istri, ia memulai usaha dari nol.
Usahanya tak langsung berhasil seperti saat ini. Pada awal buka, karena belum dikenal pengunjung masih sangat jarang. Namun dengan kerja keras dan konsistensi menjaga cita rasa, usaha kecil itu terus berkembang.
Kini Bakso Mas Bejo telah mempekerjakan sekitar 16 karyawan. Perkembangan usaha juga ditandai dengan dibukanya cabang baru di Jalan Soka Kewayuhan, persinya 200 meter selatan Pasar Keputihan. Lokasi baru hadir dengan area lebih luas dan nyaman untuk keluarga.
Adapun nama Mas Bejo diambil dari nama tempat dia bekerja di Jakarta. Penggunaan nama dagang itu juga atas seijin mantan bosnya. Bahkan mantan bosnya tersebut juga pernah datang di warung baksonya.
“Baik sekali hubungannya,” ujar Ikhwanudin saat ditemui di warungnya.
Daya Tarik Bakso Mas Bejo
Secara umum, daya tarik utama Bakso Mas Bejo terletak pada kuah bening gurih dengan kaldu sapi khas Wonogiri. Baksonya kenyal namun lembut karena menggunakan daging sapi pilihan.
Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari bakso mercon, bakso rusuk, bakso iga, bakso telur, bakso urat, hingga mie ayam. Tambahan tetelan sapi menjadi favorit pelanggan karena porsinya melimpah.
Meski berkualitas, harga tetap terjangkau, berkisar Rp13.000 hingga Rp23.000 per porsi. Setiap hari, warung ini menghabiskan sekitar 90 daging sapi segar. Saat musim liburan, kebutuhan daging bisa meningkat hingga 150 kilogram per hari.
Ikhwanudin Bocorkan Kunci Sukses
Ikhwanudin menegaskan kunci suksesnya adalah pantang menyerah dan menjaga konsistensi rasa. Ia terus berjualan meski pernah mengalami masa sepi.
“Yang penting tetap semangat dan menjaga rasa agar tetap stabil,” ujarnya.
Kisah Bakso Mas Bejo menjadi inspirasi bahwa usaha yang dirintis dengan tekun dan konsisten mampu tumbuh, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi lokal. Makin tahu Indonesia
- Penulis: Giyono Padmo
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar