Cuaca Ekstrem Picu Penurunan Panen Durian di Kedunggong Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 6 Feb 2026
- visibility 982
- comment 0 komentar

Panen durian jenis bawor. (Foto: Giyono Padmo)
SADANG (KebumenUpdate.com) – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kebumen memicu penurunan panen durian di Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang. Kondisi tersebut diungkapkan oleh Slamet, petani durian sekaligus Kepala Desa Kedunggong, yang menyebut produksi durian tahun ini merosot tajam dibandingkan musim sebelumnya.
Slamet menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi membuat pohon durian tidak mengalami fase stresing yang dibutuhkan untuk memicu pembungaan. Akibatnya, hanya kurang dari 10 persen pohon durian yang berhasil berbuah dari total pohon di kebun yang ia kelola.
Slamet, yang akrab disapa Slamet Duren, mengelola kebun durian seluas tiga hektare dengan lebih dari 500 pohon berbagai varietas. Ia memanfaatkan lahan satu hektare milik pribadi dan dua hektare lainnya melalui kerja sama dengan Perhutani Kedu Selatan.
“Musim hujan yang ekstrem membuat pohon durian tidak stres, sehingga tidak berbunga. Biasanya setelah kemarau, pohon akan berbunga dan menghasilkan buah,” ujar Slamet, Jumat 6 Februari 2026.
Ia membandingkan kondisi panen saat ini dengan akhir 2023 yang dinilainya sangat berhasil. Pada periode tersebut, Slamet mampu memanen durian bawor hingga lebih dari dua ton. Bahkan, ia membutuhkan bantuan 12 tenaga kerja dan tetap kewalahan menyelesaikan panen setiap hari.








Saat ini belum ada komentar