Sanggar Surya Sumirat Gelar Pentas Kethoprak Spektakuler Sri Tanjung di Alun-alun Prembun
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar

Ilustrasi pentas seni kethoprak. (Foto: AI/Gemini)
PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Kisah cinta legendaris ‘Sri Tanjung’ akan dipentaskan di atas panggung terbuka Alun-alun Prembun. Melalui sentuhan Sanggar Seni Tradisi Surya Sumirat, masyarakat Kabupaten Kebumen diundang untuk menjadi saksi pertunjukan ini, Sabtu malam, 11 Juli 2026.
Adapun event ini merupakan persembahan spesial bagi warga Prembun dan sekitarnya, yang dapat dinikmati tanpa dipungut biaya mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Pimpinan Sanggar Surya Sumirat, Eko Haryono,menjelaskan bahwa pementasan kethoprak ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pelestarian seni tradisi lisan yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui platform Dana Indonesiana kategori pendayagunaan ruang publik.
“Kami bersyukur, dari belasan ribu proposal yang masuk, Sanggar Surya Sumirat berhasil lolos seleksi dan mendapatkan dukungan biaya dari kementerian. Pentas ini adalah tindak lanjut dari workshop pelestarian seni tradisi yang telah kami laksanakan. Menariknya, para pemain dan pengrawit dalam pementasan ini merupakan para peserta workshop tersebut,” ujar Eko Haryono, Jumat 10 Juli 2026.
Lakon “Sri Tanjung” dipilih karena sarat akan nilai moral mengenai kesetiaan dan keteguhan hati. Kisah ini menceritakan tentang perjalanan cinta Patih Sidapaksa dan istrinya, Sri Tanjung, yang diuji oleh fitnah kejam dari Raja Sulakrama yang ingin merebut sang istri.
Dalam narasi pertunjukannya, kisah bermula di Keraton Sinduarjo yang dipimpin oleh Prabu Silahadikromo.
Dengan bantuan abdinya, Wirosari, sang Prabu mencoba mengelabui Patih Sidapaksa dengan memberinya tugas berat ke luar daerah. Saat sang patih pergi, raja berusaha memaksa Sri Tanjung untuk menikahinya, namun ditolak dengan tegas. Karena dendam, raja memfitnah Sri Tanjung berselingkuh.
Ketegangan mencapai puncaknya saat Patih Sidapaksa kembali dan termakan fitnah raja. Ia sempat membunuh istrinya, namun berkat keajaiban dan kesucian hatinya, Sri Tanjung dihidupkan kembali.
Peristiwa berubahnya air sungai yang kotor menjadi jernih dan harum setelah Sri Tanjung dibuang ke sungai inilah yang menjadi cikal bakal penamaan daerah “Banyuwangi” (Banyu yang wangi). Pada akhirnya, kebenaran terungkap dan Prabu Silahadikromo mendapatkan ganjaran setimpal atas perbuatannya.
Pementasan ini dipastikan akan berlangsung meriah dengan kehadiran bintang tamu spesial, Doyok, yang siap menambah keseruan pertunjukan. Selain itu, pementasan ini diarahkan oleh sutradara H. Mudiyono, S.Pd.
Masyarakat diundang untuk hadir langsung di Alun-alun Kecamatan Prembun guna menyaksikan pelestarian warisan budaya Jawa yang dikemas secara apik dan spektakuler. Pertunjukan ini menjadi wujud nyata komitmen Sanggar Surya Sumirat dalam menjaga napas seni tradisi agar tetap relevan di tengah masyarakat. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar