Inspiratif, Begini Cara Ascendia Project Berdayakan Penyandang Disabilitas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 19 Apr 2019
- visibility 6.044
- comment 0 komentar

Penyandang disabilitas berlatih pijat dan hair spa yang digelar Ascendia Project dan Thisable Enterprise. (Foto: Rezki-KebumenUpdate)
KebumenUpdate. Sampai saat ini para penyandang disabilitas masih dipandang sebagai kelompok yang tidak berdaya, tidak bisa bekerja, merepotkan dan tidak produktif. Stigma negatif itu masih menyorot para penyandang disabilitas.
Mereka dalam posisi lemah, termarjinalkan dan yang jelas terlihat belum bisa diterima di dunia kerja. Untuk itu, Ascendia Project salah satu lembaga nirlaba yang didirikan dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika ingin menghilangkan stigma itu.
Dalam rangka mendorong kemandirian sekaligus memberi kesempatan mendapat pekerjaan yang layak bagi para penyandang disabilitas, Ascendia Project bekerjasama dengan Thisable Enterprise membekali keterampilan bagi para disabilitas.
Sebanyak 20 disabilitas mulai dari tunanetra hingga tuli mengikuti pelatihan pijat dan hair spa, baru-baru ini. Selama empat hari, para disabilitas itu mendapatkan materi pijat berstandar hotel di kompleks Masjid Annur Gombong.
Selain belajar teknik memijat, instruktur yang merupakan terapis profesional dari Thisable memberikan etika seperti salam, sapa, privasi hingga penyelesaian.
Para disabilitas dari sejumlah kecamatan mulai Sempor, Mirit, Alian, Gombong tampak antusias mengikuti pelatihan. Sebagian peserta sudah ada yang menjalani profesi sebagai tukang pijat urut, namun sebagian lain baru pertama kali mengikuti pelatihan seperti itu.
“Ya senang bisa dapat ilmu sekaligus meningkatkan ketrampilan memijat. Bagaimana sopan santun dan etika saat memijat,” ujar Dede, seorang disabilitas netra asal Desa Kalibeji, Kecamatan Sempor di sela-sela mengikuti pelatihan.
Tindak Lanjut
CEO Ascendia Project dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika mengatakan, usai menggelar pelatihan tersebut, pihaknya akan melakukan tindaklanjut. Antara lain dengan program “Disabilitas goes to office” dan magang di perusahaan.
Para disabilitas akan menunjukkan kemampuan mereka dalam memijat kepada para karyawan kantor. Selain itu, peserta pelatihan hair spa juga akan mengikuti magang kerja di salon yang berada di naungan Tradha Group.
“Usai pelatihan mereka mendapat sertifikasi sehingga kami harap mereka bisa bersaing di dunia kerja,” kata dokter Reza sembari mengatakan, kegiatan itu akan digelar secara berkelanjutan.
Dokter Reza yang merupakan Managing Partner Perusahaan Thisable untuk wilayah Jateng-DIY menambahkan, pembekalan bagi disabilitas penting. Sebab ada 20 juta penyandang disabilitas di Indonesia.
“Dari jumlah itu, yang terserap di dunia kerja masih sekitar 10 persen,” kata Komisaris PT Tradha Group tersebut.
Pihaknya merencanakan meluncurkan disabilitas centre yang berisi informasi seputar dunia disabilitas termasuk bagaimana para orang tua memperlakukan para penyandang disabilitas dengan baik dan benar.
“Penyandang disabilitas tidak perlu dikasihani hanya diberi kesempatan yang sama untuk bekerja. Kami bantu meningkatkan kapasitas mereka,” ujar dr Reza. (ndo)







Saat ini belum ada komentar