Tiga Tahun Kepemimpinan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Mata Aktivis Kotak Kosong
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 19 Feb 2024
- visibility 3.405
- comment 0 komentar

Pusat kuliner Kapan Mendoan di Alun-alun Pancasila Kebumen. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pada 26 Februari 2024 mendatang, tepat tiga tahun H Arif Sugiyanto SH MH menjadi Bupati Kebumen, Jawa Tengah. Bersama dengan Wakil Bupati Hj Ristawati Purwaningsih SST MM, Bupati Arif Sugiyanto bertekad mewujudkan visi Kebumen Semarak yakni sejahtera, mandiri berakhlak.
Berbagai program dilaksanakan sebagai penjabaran visi-misinya. Seperti Jamu Seger atau jalan mulus ekonomi bergerak. Selain menggenjot pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, Pemkab Kebumen juga cukup serius dalam bidang pertanian, pendidikan dan kesehatan.
Bupati yang mengawali karirnya sebagai anggota Polri ini mengubah wajah perkotaan Kebumen menjadi semakin modern. Kawasan Moro Soetta di Jalan Soekarno-Hatta dan Alun-alun semakin manglingi. Tampilan wajah kota yang memadukan olahraga, wisata serta kawasan kuliner dengan ikon terbaru Kapal Mendoan yang merupakan akronim dari mangan enak karo dolan.
Baca Juga: Resmi Jabat Bupati dan Wabup Kebumen, Arif-Rista Jamin Transparansi Anggaran
Tetapi bagaimana rival politik memberikan penilaian tiga tahun kinerja Bupati Kebumen? Salah satunya adalah Presidium Kotak Kosong (Koko) menjadi ‘seteru’ Arif Sugiyanto pada Pilkada Kebumen 2020 yang saat itu diusung oleh koalisi sembilan partai politik.
Sesepuh Koko Bambang Priyambodo menilai kepemimpinan Arif Sugiyanto tidak hangabehi. Dia menyebut seorang pemimpin harusnya bisa bergaul dengan siapa pun. Seorang pemimpin pemerintahan harusnya bisa melayani siapa pun, dengan tidak memandang latar belakang politik, agama, atau etnis tertentu.
“Saya tegas menyebut Arif Sugiyanto tidak hangabehi. Jadi pemimpin itu harusnya dia bisa merangkul yang kemarin menjadi rivalnya, bukan malah memusuhi. Sekarang itu, siapa pun yang tidak sejalan, tidak sependapat dengan Arif Sugiyanto akan menjadi musuh,” cetus pensiunan birokrat tersebut seperti dikutip suaramerdeka.com
Bupati Dinilai Terlalu Arogan, Kebijakan Otoriter

Pembangunan area pedestrian di Jalan Soetoyo. (Foto: Istimewa)
Ketua DPD Jaringan Nasional (Jarnas) Anies Baswedan Kebumen ini menganggap Arif Sugiyanto sebagai pemimpin yang otoriter dan diktator. Artinya bupati sekarang sering menabrak aturan yang belum ada.
“Apa yang dia inginkan baru dibikin aturan, mirip-mirip kasus MK kemarin,” terang Bambang Priyambodo saat rapat kerja Jarnas di sebuah rumah makan di Kebumen.







Saat ini belum ada komentar