Tiga Tahun Kepemimpinan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Mata Aktivis Kotak Kosong
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 19 Feb 2024
- visibility 3.407
- comment 0 komentar

Pusat kuliner Kapan Mendoan di Alun-alun Pancasila Kebumen. (Foto: Istimewa)
Lebih lanjut Bambang menganggap kepemimpinan Bupati saat ini terlalu arogan, kebijakan-kebijakan birokrasi yang sekarang otoriter. Kepemimpinan yang sekarang lebih mendahulukan peraturan ketimbang pelaksanaannya.
Dalam sirkulasi kepemimpinan sangat tidak wajar. Setiap minggu terjadi pergantian pejabat.
Baca Juga: Bupati Kembali Merotasi Sejumlah Pejabat, Sugito Edi Prayitno Jadi Sekretaris Disparbud
“Misal kemarin itu ganti nama-nama jalan di Kebumen, belum juga ada keputusan hukum resmi nama-nama jalan sudah diganti. Nama jalan yang lama langsung dicopot ganti nama baru,” lanjutnya.
“Terus pergantian pejabat, belum juga mengenal wilayah, baru 2-3 bulan bekerja sudah dipindah. Baru menjabat, mereka baru mengenal tupoksi kerjanya sudah dipindah lagi,” saut anggota Koko lainnya.
Ubah Wajah Kota Dinilai Bukan Prioritas Pembangunan

Pintu gerbang Pandan Kuning Park. (Foto: Istimewa)
Pembangunan pesat yang sudah dilakukan Bupati Kebumen terutama dalam mengubah wajah kota Kebumen dinilai bukan menjadi prioritas pembangunan sebuah kabupaten. Karena menurut Bambang masih banyak infrastruktur yang berhubungan dengan kepentingan publik yang harusnya jauh lebih menjadi prioritas.
“Itu mercusuar menurut saya, Mas. Para bakul (pedagang) PKL Alun-alun tidak harus dibuatkan tempat berdagang seperti itu (Kapal Mendoan). Mereka itu PKL yang harus dipelihara secara tradisional,” ucapnya.
Adanya tenda-tenda PKL di seputaran Alun-alun Kebumen itu mencerminkan adanya gerakan UMKM rakyat. Kalau sekarang mereka dibuatkan sebuah tempat dagang perahu atau Kapal Mendoan itu sudah bukan lagi UMKM.
“Kapal Mendoan dengan tertata seperti food court semacam itu sudah bukan lagi UMKM, itu model mall. Alun-alun tidak lagi menjadi tempat para pedagang kecil dalam mengais rejeki seperti yang mencerminkan ekonomi kerakyatan,” tandasnya.







Saat ini belum ada komentar