Pekerja Migran Jadi Sasaran Paham Radikalisme, Media Sosial Jadi Pintu Masuknya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 8 Des 2024
- visibility 562
- comment 0 komentar

Senior Program Manager Migrant Care Mulyadi. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Para pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi sasaran empuk penyebaran paham radikalisme. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), hingga saat ini sudah ada 117 pekerja migran yang dideportasi atau ditahan karena terlibat dalam kegiatan terorisme.
Adapun negara-negara seperti Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan menjadi sasaran penyebaran paham radikalisme di kalangan PMI. Penyebaran ini seringkali melalui media sosial dan pemahaman agama yang keliru.
Demikain terungkap pada Sosialisasi Pencegahan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan untuk Komunitas Kebumen yang digelar oleh Migrant Care bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) di Hotel Mexolie Kebumen, Jumat 6 Desember 2024.
Sosialisasi diikuti oleh 55 peserta terdiri atas komunitas pekerja migran di Kebumen, pemerintah des , komunitas Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) Kebumen, BP2MI, BP3MI Kebumen, Kawan PMI, PEKKA, BNPT Jakarta, dan staf Migrant Care.
Baca Juga: Kembangkan Usaha Purna Pekerja Migran, Migrant Care Kebumen Fasilitasi Akses Modal ke Perbankan
Berdasarkan hasil kajian BNPT tentang Perlindungan WNI di Luar Negeri dari Keterlibatan Pendanaan Terorisme turut menemukan bahwa perasaan termarjinalisasi, kemampuan ekonomi yang cukup baik, serta keterbukaan dan kebebasan akses terhadap informasi tanpa adanya pengawasan yang optimal menjadikan PMI berpotensi direkrut oleh jaringan terorisme dan dibujuk untuk mendanai kelompok terorisme.







Saat ini belum ada komentar