Manfaatkan Waktu Sebelum Berpuasa, Warga Desa Kutowinangun Datangi Vaksinasi Binda Jateng
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 2 Apr 2022
- visibility 1.319
- comment 0 komentar

KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Sehari menjelang bulan suci Ramadan, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah kembali menggelar vaksinasi door to door (dtd) bagi warga di 17 titik guna meningkatkan percepatan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya.
“Adapun target vaksinasi adalah masyarakat door to door, anak usia 6-11 tahun, serta booster yang berada di 17 sentra vaksinasi yang tersebar di beberapa wilayah yaitu Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Banyumas, Brebes, Kendal. Selanjutnya Kudus, Boyolali, Kebumen, Purbalingga, Grobogan, Pemalang, Temanggung, Pati, Blora, Karanganyar, Wonogiri, dan Pekalongan,” kata Brigjen TNI Sondi Siswanto selaku Kepala BIN Daerah Jateng.
Baca juga: Awal April, Warga Bojongsari Ikuti Vaksinasi oleh Binda Jateng
Dia mengatakan bahwa target peserta vaksin pada kesempatan ini adalah sebanyak 15.000 dosis. “Untuk mendukung perjalanan mudik lebaran, Binda Jateng akan melaksanakan vaksinasi yang diharapkan dapat mengurangi dan mencegah penyebaran Covid-19 sehingga akan menciptakan rasa aman terutama pada keluarga,” jelas Sondi.
Gencar Lakukan Vaksinasi Booster
Salah satu pelaksanaan vaksinasi dari Binda Jateng digelar di Balai Desa Kutowinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen dengan sasaran 750 dosis. Berdasarkan keterangan dari Kepala Puskesmas Kutowinangun dokter Pratama Adi Prabawa MSc, kecamatan yang sudah gencar melakukan vaksinasi booster di antaranya yaitu Buayan, Alian, dan Kutowinangun.
Sementara itu Kepala Desa Kutowinangun Fahmi Huda SSos ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi booster yang pertama kali ini mengatakan bahwa desanya memiliki jumlah sasaran paling banyak di antara desa lain di Kutowinangun.

Binda Jateng meninjau pelaksanaan vaksinasi di Desa Kutowinangun. (Foto: Hari)
Selain karena luas wilayah dan jumlah penduduk, kemudahan akses karena letaknya di pusat kecamatan juga menjadi alasan sasaran di sini tinggi. Bahkan warga dari desa lain terkadang ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi di Desa Kutowinangun.
Menurutnya, sehari sebelum berpuasa betul-betul dimanfaatkan oleh warganya untuk mengikuti vaksinasi dosis 3 atau booster. “Selain tidak ingin repot di belakang dalam artian mumpung belum berpuasa, ada juga yang memiliki keyakinan bahwa saat berpuasa tidak ingin diberi suntikan vaksin atau di-inject apapun,” jelasnya.







Saat ini belum ada komentar