Begini Inovasi Disarpus Kebumen Dongkrak Minat Baca Masyarakat
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 14 Sep 2025
- visibility 1.113
- comment 0 komentar

Perpustakaan daerah Kebumen memiliki koleksi buku yang semakin lengkap. (Foto: Ist)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen terus berinovasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama generasi muda.
Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya perpustakaan sebagai pusat pengetahuan sekaligus ruang publik yang terus bertransformasi.
Kepala Disarpus Kebumen, Sigit Dwi Purnomo Api, menegaskan perpustakaan bukan hanya tempat meminjam buku. Ia menjelaskan, fasilitas kini berkembang menjadi pusat edukasi, diskusi, museum mini, bioskop edukatif, hingga ruang pertemuan yang representatif.
Bahkan tersedia galeri UNESCO Global Geopark Kebumen. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat dan belajar tentang keanekaragamaan geologi, biologi maupun kebudayaan di kawasan Geopark Kebumen.

Kupu-kupu Alam Sebabkan Lonjakan Pengunjung
Melalui program inovasi Kupu-Kupu Alam (Ku ke Perpustakaan Ku Punya Pengetahuan dan Pengalaman) berhasil menarik masyarakat, terutama pelajar.
Data menunjukkan lonjakan pengunjung signifikan. Tahun 2019 tercatat 142.833 orang, turun menjadi 59.073 saat pandemi 2020. Namun jumlahnya melonjak 270.777 pada 2021, kemudian 278.174 di 2022, dan 290.339 di 2023. Kini rata-rata 500 orang berkunjung setiap hari, jauh lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 40 orang.
Jumlah anggota juga meningkat drastis, dari 4.567 menjadi 28.618 orang. Kemudahan pendaftaran berbasis Android dengan KTP atau kartu pelajar semakin memikat generasi muda.

Perpustakaan Menjadi Ruang Kreatif Generasi Z
Bagi Gen Z, perpustakaan bukan lagi ruang hening penuh rak buku. Mereka datang untuk mengerjakan tugas, berjejaring, mengikuti program literasi, hingga menyalurkan kreativitas melalui seni dan budaya.
“Saya sering ke perpustakaan karena banyak fasilitas digital. Selain membaca, saya nyaman mengerjakan tugas kuliah dan memanfaatkan Wifi gratis,” kata Rania (21), salah satu mahasiswa yang sering memanfaatkan Perpustkaan Daerah sebagai tempat mengerjakan tugas kuliah.
Inovasi layanan membuktikan perpustakaan tetap relevan di era digital. Lebih dari sekadar membaca, ia hadir sebagai ruang publik inklusif, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar