Perahu Nelayan Terbalik di Muara Sungai Bodo Pantai Logending, Begini Nasib Empat ABK
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- visibility 915
- comment 0 komentar

Petugas melakukan evakuasi perahu yang dihantam gelombang. (Foto: Polres Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebuah perahu nelayan bernama Mutiara mengalami kecelakaan laut di kawasan borderan atau pemecah ombak Pantai Logending, Desa/Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Insiden terjadi Jumat 9 Januari 2026 sekitar pukul 06.30 WIB saat perahu hendak kembali dari melaut.
Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman membenarkan kejadian itu. Kecelakaan bermula ketika perahu memasuki muara Sungai Bodo. Perahu tersebut mengalami kandas sehingga membuat posisinya melintang. Tak lama kemudian, gelombang besar datang menghantam menyebabkan perahu terbalik.
“Seluruh anak buah kapal berjumlah empat orang berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Kompol Faris Budiman.
Keempat nelayan yang berada di atas perahu bernama Sudarto (42) asal Cilacap Tengah, Agus (40) warga Cilacap Selatan, Tursino (46) warga Puring, Kebumen, serta Kacung (45) dari Kampung Laut, Cilacap. Mereka selamat meski perahu mengalami kerusakan cukup parah.
Dua orang nelayan setempat, Sugiarto (28) dan Roni Hendarto (29), yang melihat langsung kejadian tersebut segera melaporkan insiden itu kepada Polres Kebumen.
Kerugian Material Rp20 Juta
Satpolairud Polres Kebumen bersama Pos TNI AL Logending, SAR Lawet Perkasa Kebumen, serta SAR TPI Mertangga Jetis Cilacap segera mendatangi lokasi kejadian, dan segera mengevakuasi perahu nelayan yang terbalik.
Akibat kecelakaan laut tersebut, nelayan mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp20 juta karena kerusakan pada badan perahu.
Wakapolres Kebumen mengimbau para nelayan untuk lebih berhati-hati saat melintas di area muara, terutama ketika kondisi gelombang tinggi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terlebih di wilayah perairan yang rawan perubahan arus dan ombak. Selalu gunakan life jacket saat pergi melaut sebagai antisipasi keamanan,” ujarnya. Makin tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar