Mengenal R Said Prawirosastro, Bupati Kebumen Pertama Era Republik

Oleh: Hargo Yohanes – Arif Priyantoro

Mengenal sosok bupati Kebumen setelah proklamasi. Beliau adalah R Said Prawirosastro menjabat Bupati Kebumen pada tahun 1945-1947.

R Said Prawirosastro lahir pada 3 Februari 1896. Beliau merupakan putra seorang asisten wedana Kebumen dan istri beliau RA Soeparminah masih keturunan Aroengbinang V dari alur bapak. Sedangkan dari alur ibu masih keturunan dari HB II.

Bacaan Lainnya

Awal pendidikannya adalah di Europeensche Legere School kemudian masuk OSVIA yang diselesaikannya di tahun 1914.

Baca Juga: Sejarah Beringin Tunggal Alun-alun Kebumen

Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) Sekolah Pendidikan Pribumi untuk Pegawai Negeri Sipil adalah sekolah pendidikan bagi calon pegawai-pegawai bumiputra pada zaman Hindia Belanda.

Setelah lulus mereka dipekerjakan dalam pemerintahan kolonial sebagai pamong praja. Sekolah ini dimasukkan ke dalam sekolah keterampilan tingkat menengah dan mempelajari soal-soal administrasi pemerintahan.

Setelah meniti karier di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pada 1929 beliau kembali mengambil pendidikannya di Bestuurschool (sekolah kepegawaian) di Batavia yang diselesaikannya di tahun 1931. Setelah lulus beliau ditunjuk sebagai Wedana di Sidoardjo dan Paree di Jawa Timur.

Karir Menanjak

Kariernya menanjak karena beliau diangkat menjadi Patih di Kabupaten Tuban selama dua tahun dan kemudian pindah sebagai Patih di Kaboepaten Magetan.

Hal ini seperti yang tertulis pada majalah (Kajawèn, Balai Pustaka, 1937-10-02, #1666) “Ingsêr-ingsêran patih R Soediman, ugi nama Hadiatmodjo, patih ing kabupatèn Magêtan, dados patih ing kabupatèn Tuban. R Said Prawirosastro, patih ing kabupatèn Tuban, dados patih ing Kabupatèn Magêtan.”

Kemudian pada September 1939, R Said Prawirosastro dilantik sebagai Bupati Kabupaten Magelang dan bergelar Tumenggoeng. (Sumber: De Indische Courant – 1939) data ini juga dikuatkan lagi pada Journal Sutherland, Heather (1973). Notes on Java’s Regent Families: Part I. Indonesia, Vol 16, 113-147.

Baca Juga: Pakasa Kebumen Adakan Pagelaran dan Edukasi Tosan Aji; Sejumlah Tokoh Pamerkan Koleksi

R Said Prawirosastro menggantikan R Prawotosoedibyo S Bupati Kebumen sebelumnya di tahun 1945 dan bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT). Periode ini adalah kelahiran sebuah bangsa. Periode transisi dari pemerintahan Jepang menuju Indonesia.

Berbagai peristiwa konflik masih mewarnai wajah Indonesia muda untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya. Pada masa itu di Kebumen juga mulai berdiri badan-badan perjuangan, kelaskaran juga Angkatan Oemat Islam (AOI) sehingga tugas beliau sebagai bupati saat itu tidaklah mudah.

Dekat Keluarga

R Said Prawirosastro sangat dekat dengan keluarganya. Hal ini bisa dilihat dari beberapa koleksi foto pribadi keluarga beliau. R Said Prawirosastro selepas tugas masih meluangkan waktu beliau untuk bermain ayunan dengan keluarga di belakang pendopo kabupaten.

Pengabdian R Said Prawirosastro sampai beliau menginjak usia senja. Pada salah satu foto koleksi keluarga, beliau bertugas untuk mendampingi perdana mentri di Nusa Kambangan pada tahun 1950.

R Said Prawirosastro wafat pada tanggal 25 Januari 1973 di Purwokerto dan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Desa Karangsari, Kebumen.

*Hargo Yohanes – Arif PriyantoroPegiat Budaya Lokal dan  Pengurus Paguyuban Kawula Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Pakasa) Cabang Kebumen.

Pos terkait