Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 1.642
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PADA tanggal 12 April 2026 lalu, sendratari kolosal The Tales of Karangbolong sukses dipentaskan di Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara yang menjadi bagian dari Pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen ini bukan hanya dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimda, perwakilan Badan Penghubung Jawa Tengah namun juga ditonton lebih dari 600 penonton. Mayoritas merupakan warga Kebumen perantauan yang datang dari berbagai daerah seperti Depok, Bekasi, Bandung, hingga Bali.

Nama Karangbolong telah melegenda dalam memori kolektif masyarakat Kebumen. Di masa kini, jika kita mendengar nama Karangbolong di Kebumen, tentu bagi yang senang bepergian dan berwisata akan mengingat nama ini sebagai sebuah pantai dan gua yang memiliki sarang burung walet serta tempat yang dikhususkan dalam bentuk pesanggrahan berdasarkan kepercayaan masyarakat terhadap Ratu Kidul.

Sarang burung walet pernah menjadi penyumbang pendapatan anggaran daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Kebumen pada masa jayanya. Keberadaan Tugu Walet/Lawet di Kebumen yang dibangun pada tahun 1975 berkaitan dengan tahun-tahun keemasan pengunduhan sarang burung dan kontribusi ekonominya. Pendapatan yang diperoleh dari pengunduhan sarang burung pada tahun 1900 sampai tahun 1996 dapat mencapai 100 kilogram hingga 200 kg untuk satu kali panen, dengan kisaran harga mencapai Rp 10 juta per kg.

Namun siapa sangka, di era Hindia Belanda banyak kisah-kisah lama yang melekati Karangbolong yang tidak banyak diketahui masyarakat di masa kini. Tulisan berikut akan mengajak pembaca untuk melintasi zaman dan periode waktu ke belakang ketika Kebumen, Karanganyar, Ambal masih berstatus sebagai regentschap (kabupaten) di bawah residentie (karesidenan) Bagelen (1830-1900) dan Kedu (1901-1942) dimana Karangbolong pernah menjadi wilayah masing-masing kabupaten tersebut.

Mari kita mulai perjalanan mundur ke era Hindia Belanda untuk memahami yang hilang yang bertahan di Karangbolong masa lalu dan masa kini.

Karangbolong: Dari Wilayah Ambal Menjadi Wilayah Karanganyar Hingga Kebumen

Hari ini Karangbolong merupakan sebuah nama desa dan pantai di wilayah Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Namun jika memeriksa dokumen-dokumen kolonial berupa berita surat kabar, statblad, besluit, almanak, majalah, buku bahwasanya Karangbolong dahulu adalah sebuah district (kawedanan) di bawah Regentschap Ambal (kabupaten Ambal) dari tahun 1830-1872.

Setelah Perang Jawa berakhir (1830), Bagelen dan Banyumas yang merupakan wilayah Mancanegara Kasultanan dan Kasunanaan diambil alih pemerintahan Hindia Belanda dan dijadikan wilayah karesidenan. Karesidenan Bagelen memiliki enam afdeeling/regentschap yaitu Ledok (Wonosobo), Kutoarjo, Purworejo, Ambal, Kebumen, Karanganyar. Regentschap Ambal yang dipimpin oleh Bupati Poerboenegoro memiliki lima distrik (kawedanan) yaitu Ambal, Wonoroto, Petanahan, Puring, Karangbolong. Total penduduk Kabupaten Ambal dengan kelima distriknya adalah 141.294 jiwa menurut statistik 1867 (P. Bleeker, Nieuwe Bijdragen Tot De Kennis Der Bevolkingstatistiek Van Java, 1870).

Dalam buku Overzigt de Reis In Nederlandsch Indie Door Zijne Koninklijke Hoogheid Prins Willem Frederik Hendrik in Nederlandsch, Gedurende het Jaar 1837 bisa jadi merupakan laporan tertua yang mendeskripsikan kunjungan Pangeran Willem Frederik Hendrik (putra Willem II) ke Hindia Belanda khususnya ke Karesidenan Bagelen di mana regentschap (kabupaten) Ambal berada di dalamnya dan Karangbolong menjadi district (kawedanan) di bawah Ambal (Teguh Hindarto, Ambal:Kenangan Kabupaten Pesiri Selatan 1830-1872, 2023:68).

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa Pelajar

    Pemkab Kebumen Anggarkan Rp 1,53 Miliar untuk Beasiswa Bagi 3.000 Pelajar SD/SMP

    • calendar_month Sab, 1 Apr 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.385
    • 0Komentar

    KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kebumen menganggarkan Rp 1,53 miliar untuk beasiswa SD dan SMP di Kebumen. Beasiswa menyasar kepada 3.000 pelajar, terdiri atas 2.000 untuk siswa SD/MI negeri/swasta dan 1.000 untuk siswa SMP/MTs negeri/swasta. Beasiswa untuk siswa SD dan SMP akan diberikan melalui Bank Jateng dengan virtual […]

  • Konser Slank dan Happy Asmara

    1.000 Personel Gabungan Amankan Konser Slank dan Happy Asmara di Kebumen

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.033
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Setidaknya 1.000 personel aparat gabungan bakal pengamanan dalam konser Slank dan Happy Asmara di Alun-alun Kebumen. Event menyambut tahun baru dalam gelaran bertajuk Kebumen Mendegam akan berlangsung dari Jumat-Sabtu 30-31 Desember 2022. Adapun personel pengamanan terdiri atas aparat gabungan dari unsur TNI/Polri Brimob, Dalmas, Perhubungan dan juga Satpol PP. “Semua kita arahkan […]

  • Bambang Soesatyo: Waspadai Pengaruh Asing yang Merusak Moral Anak Bangsa

    Bambang Soesatyo: Waspadai Pengaruh Asing yang Merusak Moral Anak Bangsa

    • calendar_month Sel, 19 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.875
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Hari kelima kunjungan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Kabupaten Kebumen, Selasa 19 Desember 2023, ia mendatangi ratusan kadernya di Kecamatan Klirong. Sebelum paparan materi tentang empat pilar MPR RI, ketua DPD Partai Golkar Halimah Nurhayati menjelaskan bahwa kedatangan Bamsoet untuk bertemu dengan kader se-Kabupaten Kebumen yang terbagi menjadi 20 lokasi […]

  • Pendaki Tersesat

    Pendaki Gunung Slamet yang Tersesat Ditemukan Selamat

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.482
    • 0Komentar

    PURBALINGGA (KebumenUpdate.com) – Hari kedua pencarian terhadap Naomi Daviola Setyanie (17) pelajar asal Kota Semarang yang tersesat saat mendaki Gunung Slamet membuahkan hasil.  Dengan sinergi dan kolaborasi unsur Tim SAR Gabungan, Naomi ditemukan dalam keadaan selamat. “Pada Selasa 8 Oktober 2024 pukul 10.15 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan Naomi dalam kondisi selamat. Ia ditemukan sekitar […]

  • PSHT Kebumen

    Peringatan Seabad PSHT di Kebumen, Gelar Apel Kebangsaan dan Sholawat Persaudaraan

    • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.087
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Peringatan hari jadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang ke-100 tahun atau seabad digelar oleh PSHT Cabang Kabupaten Kebumen Pusat Madiun dengan Apel Kebangsaan. Apel yang berlangsung di Halaman Pendopo Kabumian, Sabtu, 22 Januari 2022 itu dimeriahkan dengan atraksi pencak silat. Apel dipimpin oleh Warga PSHT Bambang Priyohardi dan sebagai Pembina Komandan […]

  • Keren, Baznas Kebumen Alokasikan Rp 1,5 Miliar untuk Beasiswa Miskin

    Keren, Baznas Kebumen Alokasikan Rp 1,5 Miliar untuk Beasiswa Miskin

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.995
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen tahun 2019 menyiapkan dana Rp 1,5 miliar untuk program beasiswa miskin. Beasiswa tersebut diberikan kepada para pelajar maupun mahasiswa dari keluarga miskin yang lolos serangkaian seleksi baik tertulis maupun survei lapangan. Sebanyak 395 calon penerima beasiswa miskin Baznas Kebumen mengikuti tes tertulis di Gedung Pertemuan Setda […]

expand_less