Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 1.649
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PADA tanggal 12 April 2026 lalu, sendratari kolosal The Tales of Karangbolong sukses dipentaskan di Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara yang menjadi bagian dari Pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen ini bukan hanya dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimda, perwakilan Badan Penghubung Jawa Tengah namun juga ditonton lebih dari 600 penonton. Mayoritas merupakan warga Kebumen perantauan yang datang dari berbagai daerah seperti Depok, Bekasi, Bandung, hingga Bali.

Nama Karangbolong telah melegenda dalam memori kolektif masyarakat Kebumen. Di masa kini, jika kita mendengar nama Karangbolong di Kebumen, tentu bagi yang senang bepergian dan berwisata akan mengingat nama ini sebagai sebuah pantai dan gua yang memiliki sarang burung walet serta tempat yang dikhususkan dalam bentuk pesanggrahan berdasarkan kepercayaan masyarakat terhadap Ratu Kidul.

Sarang burung walet pernah menjadi penyumbang pendapatan anggaran daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Kebumen pada masa jayanya. Keberadaan Tugu Walet/Lawet di Kebumen yang dibangun pada tahun 1975 berkaitan dengan tahun-tahun keemasan pengunduhan sarang burung dan kontribusi ekonominya. Pendapatan yang diperoleh dari pengunduhan sarang burung pada tahun 1900 sampai tahun 1996 dapat mencapai 100 kilogram hingga 200 kg untuk satu kali panen, dengan kisaran harga mencapai Rp 10 juta per kg.

Namun siapa sangka, di era Hindia Belanda banyak kisah-kisah lama yang melekati Karangbolong yang tidak banyak diketahui masyarakat di masa kini. Tulisan berikut akan mengajak pembaca untuk melintasi zaman dan periode waktu ke belakang ketika Kebumen, Karanganyar, Ambal masih berstatus sebagai regentschap (kabupaten) di bawah residentie (karesidenan) Bagelen (1830-1900) dan Kedu (1901-1942) dimana Karangbolong pernah menjadi wilayah masing-masing kabupaten tersebut.

Mari kita mulai perjalanan mundur ke era Hindia Belanda untuk memahami yang hilang yang bertahan di Karangbolong masa lalu dan masa kini.

Karangbolong: Dari Wilayah Ambal Menjadi Wilayah Karanganyar Hingga Kebumen

Hari ini Karangbolong merupakan sebuah nama desa dan pantai di wilayah Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Namun jika memeriksa dokumen-dokumen kolonial berupa berita surat kabar, statblad, besluit, almanak, majalah, buku bahwasanya Karangbolong dahulu adalah sebuah district (kawedanan) di bawah Regentschap Ambal (kabupaten Ambal) dari tahun 1830-1872.

Setelah Perang Jawa berakhir (1830), Bagelen dan Banyumas yang merupakan wilayah Mancanegara Kasultanan dan Kasunanaan diambil alih pemerintahan Hindia Belanda dan dijadikan wilayah karesidenan. Karesidenan Bagelen memiliki enam afdeeling/regentschap yaitu Ledok (Wonosobo), Kutoarjo, Purworejo, Ambal, Kebumen, Karanganyar. Regentschap Ambal yang dipimpin oleh Bupati Poerboenegoro memiliki lima distrik (kawedanan) yaitu Ambal, Wonoroto, Petanahan, Puring, Karangbolong. Total penduduk Kabupaten Ambal dengan kelima distriknya adalah 141.294 jiwa menurut statistik 1867 (P. Bleeker, Nieuwe Bijdragen Tot De Kennis Der Bevolkingstatistiek Van Java, 1870).

Dalam buku Overzigt de Reis In Nederlandsch Indie Door Zijne Koninklijke Hoogheid Prins Willem Frederik Hendrik in Nederlandsch, Gedurende het Jaar 1837 bisa jadi merupakan laporan tertua yang mendeskripsikan kunjungan Pangeran Willem Frederik Hendrik (putra Willem II) ke Hindia Belanda khususnya ke Karesidenan Bagelen di mana regentschap (kabupaten) Ambal berada di dalamnya dan Karangbolong menjadi district (kawedanan) di bawah Ambal (Teguh Hindarto, Ambal:Kenangan Kabupaten Pesiri Selatan 1830-1872, 2023:68).

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menghidupkan Ruang Kota: Cerita Seru di Balik Pedal Critical Mass Kebumen Part 4

    Menghidupkan Ruang Kota: Cerita Seru di Balik Pedal Critical Mass Kebumen Part 4

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 478
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Critical Mass Kebumen kembali meramaikan malam akhir pekan pada Jumat, 25 September 2026, dengan kehadiran ratusan pesepeda dari berbagai kalangan usia yang membawa beragam jenis sepeda. Sebagai bagian keempat dari agenda rutin bulanan yang dimulai sejak akhir Juni lalu, aksi ini berhasil mempertahankan animo luar biasa meskipun jumlah partisipannya tidak sebanyak part […]

  • Kunjungi Sekolah Rakyat di Pejagoan, Bupati Lilis Beri Hadiah Siswa yang Berani Berbicara

    Kunjungi Sekolah Rakyat di Pejagoan, Bupati Lilis Beri Hadiah Siswa yang Berani Berbicara

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 502
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani kembali menyambangi Sekolah Rakyat Kebumen yang berlokasi di Jalan Kenanga Kecamatan Pejagoan, Jumat 21 November 2025. Kunjungan kedua Bupati ini bertujuan untuk berinteraksi lebih dekat dengan siswa-siswi sekolah berasrama tersebut, setelah kunjungan pertamanya saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) beberapa waktu lalu. Kedatangan Bupati Lilis disambut antusias dengan […]

  • Alfamart

    Alfamart Sahabat Posyandu Digelar di 96 Titik, Sasar 10.000 Ibu dan Balita

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.147
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Alfamart bersama PZ Cussons Indonesia berkolaborasi menggelar “Alfamart Sahabat Posyandu” di 96 titik di 32 kota/kabupaten di Indonesia. Program ini guna mendukung pertumbuhan dan gizi yang baik untuk ibu dan balita. Ditargetkan total sebanyak 10.000 ibu dan balita bisa memanfaatkan layanan di posyandu ini. Adapun layanan kesehatan yang didapat mulai dari mengukur […]

  • Sambang Desa Bejiruyung, Wabup Buka Puasa Bersama Anak Yatim

    Sambang Desa Bejiruyung, Wabup Buka Puasa Bersama Anak Yatim

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.049
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate) – Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH memanfaatkan bulan Ramadan untuk menyambangi desa-desa di Kebumen. Salah satu desa yang disambangi oleh orang nomor dua di Pemkab Kebumen itu adalah Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Jumat (10/5/2019). Dalam kunjungan itu  Wabup Arif  Sugiyanto berbuka puasa dengan anak yatim serta tokoh masyarakat desa setempat. Tampak […]

  • Manfaatkan Kedekatan Personal, Ibu Rumah Tangga Curi Uang dan Perhiasan Tetangganya

    Manfaatkan Kedekatan Personal, Ibu Rumah Tangga Curi Uang dan Perhiasan Tetangganya

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tindak pencurian dengan pemberatan berhasil diungkap unit PPA Satreskrim Polres Kebumen. Kasus tersebut melibatkan seorang ibu rumah tangga berinisial AR (28), warga Desa Kabekelan, Kecamatan Prembun. Diketahui tersangka AR mencuri sejumlah uang dan perhiasan emas dengan nilai keseluruhan Rp49.000.000 milik korban ST (54) warga Desa Babadsari Kecamatan Kutowinangun pada Jumat 31 Januari […]

  • Apel Gabungan

    Pimpin Apel Gabungan Jelang Pilkada dan Musim Hujan, Ini Arahan Kapolres Kebumen

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 842
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Apel gabungan skala besar digelar di halaman Pendopo Kabumian, Jumat 1 Nopember 2024 malam.  Apel yang dipimpin oleh Kapolres Kebumen, AKBP Recky itu sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Pilkada Serentak 2024 dan menghadapi potensi bencana alam akibat musim hujan. Apel melibatkan personel gabungan dari Polres Kebumen, Kodim […]

expand_less