Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 1.426
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PADA tanggal 12 April 2026 lalu, sendratari kolosal The Tales of Karangbolong sukses dipentaskan di Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara yang menjadi bagian dari Pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen ini bukan hanya dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimda, perwakilan Badan Penghubung Jawa Tengah namun juga ditonton lebih dari 600 penonton. Mayoritas merupakan warga Kebumen perantauan yang datang dari berbagai daerah seperti Depok, Bekasi, Bandung, hingga Bali.

Nama Karangbolong telah melegenda dalam memori kolektif masyarakat Kebumen. Di masa kini, jika kita mendengar nama Karangbolong di Kebumen, tentu bagi yang senang bepergian dan berwisata akan mengingat nama ini sebagai sebuah pantai dan gua yang memiliki sarang burung walet serta tempat yang dikhususkan dalam bentuk pesanggrahan berdasarkan kepercayaan masyarakat terhadap Ratu Kidul.

Sarang burung walet pernah menjadi penyumbang pendapatan anggaran daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Kebumen pada masa jayanya. Keberadaan Tugu Walet/Lawet di Kebumen yang dibangun pada tahun 1975 berkaitan dengan tahun-tahun keemasan pengunduhan sarang burung dan kontribusi ekonominya. Pendapatan yang diperoleh dari pengunduhan sarang burung pada tahun 1900 sampai tahun 1996 dapat mencapai 100 kilogram hingga 200 kg untuk satu kali panen, dengan kisaran harga mencapai Rp 10 juta per kg.

Namun siapa sangka, di era Hindia Belanda banyak kisah-kisah lama yang melekati Karangbolong yang tidak banyak diketahui masyarakat di masa kini. Tulisan berikut akan mengajak pembaca untuk melintasi zaman dan periode waktu ke belakang ketika Kebumen, Karanganyar, Ambal masih berstatus sebagai regentschap (kabupaten) di bawah residentie (karesidenan) Bagelen (1830-1900) dan Kedu (1901-1942) dimana Karangbolong pernah menjadi wilayah masing-masing kabupaten tersebut.

Mari kita mulai perjalanan mundur ke era Hindia Belanda untuk memahami yang hilang yang bertahan di Karangbolong masa lalu dan masa kini.

Karangbolong: Dari Wilayah Ambal Menjadi Wilayah Karanganyar Hingga Kebumen

Hari ini Karangbolong merupakan sebuah nama desa dan pantai di wilayah Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Namun jika memeriksa dokumen-dokumen kolonial berupa berita surat kabar, statblad, besluit, almanak, majalah, buku bahwasanya Karangbolong dahulu adalah sebuah district (kawedanan) di bawah Regentschap Ambal (kabupaten Ambal) dari tahun 1830-1872.

Setelah Perang Jawa berakhir (1830), Bagelen dan Banyumas yang merupakan wilayah Mancanegara Kasultanan dan Kasunanaan diambil alih pemerintahan Hindia Belanda dan dijadikan wilayah karesidenan. Karesidenan Bagelen memiliki enam afdeeling/regentschap yaitu Ledok (Wonosobo), Kutoarjo, Purworejo, Ambal, Kebumen, Karanganyar. Regentschap Ambal yang dipimpin oleh Bupati Poerboenegoro memiliki lima distrik (kawedanan) yaitu Ambal, Wonoroto, Petanahan, Puring, Karangbolong. Total penduduk Kabupaten Ambal dengan kelima distriknya adalah 141.294 jiwa menurut statistik 1867 (P. Bleeker, Nieuwe Bijdragen Tot De Kennis Der Bevolkingstatistiek Van Java, 1870).

Dalam buku Overzigt de Reis In Nederlandsch Indie Door Zijne Koninklijke Hoogheid Prins Willem Frederik Hendrik in Nederlandsch, Gedurende het Jaar 1837 bisa jadi merupakan laporan tertua yang mendeskripsikan kunjungan Pangeran Willem Frederik Hendrik (putra Willem II) ke Hindia Belanda khususnya ke Karesidenan Bagelen di mana regentschap (kabupaten) Ambal berada di dalamnya dan Karangbolong menjadi district (kawedanan) di bawah Ambal (Teguh Hindarto, Ambal:Kenangan Kabupaten Pesiri Selatan 1830-1872, 2023:68).

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ni'matul Azizah,

    Mengenal Ni’matul Azizah, Caleg DPRD Jateng dari PKB

    • calendar_month Jum, 26 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.584
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Syarat mendasar yang harus dimiliki oleh seorang wakil rakyat, baik di level daerah maupun pusat adalah kapasitas dan wawasan luas, memiliki komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat serta keberanian dalam memperjuangkannya. Prasyarat itu cukup melekat pada sosok Ni’matul Azizah, Calon Anggota DPRD  Provinsi Jawa Tengah nomor urut 01 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) […]

  • 10 Proposal Penelitian dan Pengabdian Dosen UPB Raih Hibah Kemendikbudristek

    10 Proposal Penelitian dan Pengabdian Dosen UPB Raih Hibah Kemendikbudristek

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.339
    • 0Komentar

    KEBUMEN(KebumenUpdate.com ) –  Sebanyak 10 judul proposal Universitas Putra Bangsa (UPB) berhasil lolos seleksi Pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kemendikbudristek. Kesepuluh judul ini terdiri atas tujuh proposal penelitian dan tiga proposal pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk mendukung dan […]

  • 300 Rider Ikuti Open Road Race 2019 di Kebumen, Berikut Hasilnya

    300 Rider Ikuti Open Road Race 2019 di Kebumen, Berikut Hasilnya

    • calendar_month Sen, 16 Des 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.645
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 300 rider ambil bagian dalam kejuaraan balap motor bertajuk Kapolres Kebumen Cup Open Road Race 2019 di sirkuit Non Permanen Alun-alun Kebumen, Minggu 15 Desember 2019. Para pembalap dari klub-klub  ternama di Indonesia. Selain dari Jateng, Jabar, dan Jatim, pembalap juga berasal dari juga Sulawesi Selatan. Kejuaraan Terbagi Menjadi 30 Kelas […]

  • Letkol Untung

    Melacak Jejak Masa Kecil Letkol Untung di Kebumen

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.441
    • 0Komentar

    Oleh: Setyo Adi Nugroho SETIAP akhir bulan September tiba, masyarakat Indonesia pasti akan selalu teringat sebuah peristiwa tragis yang pernah terjadi pada tahun 1965. Peristiwa kelam tersebut dikenal dengan istilah “Peristiwa Gerakan 30 September (G30S)”. Gerakan 30 September (G30S) adalah sebuah peristiwa besar yang terjadi selama satu malam pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober […]

  • Kabel Jaringan 20 kV terdampak akibat pohon terhempas angin kencang. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)

    Tangani Listrik Padam, Petugas PLN ULP Cilacap Gerak Cepat

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.980
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Hujan deras dan angin kencang melanda sebagian wilayah Kecamatan Kesugihan dan sebagian Cilacap, Jumat, 24 April 2020. Bersamaan kejadian tersebut listrik padam pukul 20.29 wib. Adapun wilayah padam meliputi Kecamatan Kesugihan (Jalan Lingkar Timur Cilacap, Desa Karangkandri dan Menganti). Gerak cepat petugas PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Cilacap menjadikan aliran listrik wilayah […]

  • Paket yang Terjatuh dari Truk Ditemukan Dua Pelajar, Akhirnya Kembali ke Pemilik

    Paket yang Terjatuh dari Truk Ditemukan Dua Pelajar, Akhirnya Kembali ke Pemilik

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.173
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Dua pelajar MAN 4 Kebumen, Rohmat Nur Taufik (16) dan Aris Munandar (16), pantas diapresiasi setelah aksinya terpujinya di jalanan. Mereka berdua menemukan paket berupa dus yang berisi peralatan bangunan jatuh dari sebuah truk saat melintas di Jalan Raya Bocor. Tepatnya di area persawahan antara Desa Tambakrejo–Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Rabu 25 […]

expand_less