Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 856
  • comment 0 komentar

PADA tanggal 12 April 2026 lalu, sendratari kolosal The Tales of Karangbolong sukses dipentaskan di Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara yang menjadi bagian dari Pentas Duta Seni Kabupaten Kebumen ini bukan hanya dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimda, perwakilan Badan Penghubung Jawa Tengah namun juga ditonton lebih dari 600 penonton. Mayoritas merupakan warga Kebumen perantauan yang datang dari berbagai daerah seperti Depok, Bekasi, Bandung, hingga Bali.

Nama Karangbolong telah melegenda dalam memori kolektif masyarakat Kebumen. Di masa kini, jika kita mendengar nama Karangbolong di Kebumen, tentu bagi yang senang bepergian dan berwisata akan mengingat nama ini sebagai sebuah pantai dan gua yang memiliki sarang burung walet serta tempat yang dikhususkan dalam bentuk pesanggrahan berdasarkan kepercayaan masyarakat terhadap Ratu Kidul.

Sarang burung walet pernah menjadi penyumbang pendapatan anggaran daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Kebumen pada masa jayanya. Keberadaan Tugu Walet/Lawet di Kebumen yang dibangun pada tahun 1975 berkaitan dengan tahun-tahun keemasan pengunduhan sarang burung dan kontribusi ekonominya. Pendapatan yang diperoleh dari pengunduhan sarang burung pada tahun 1900 sampai tahun 1996 dapat mencapai 100 kilogram hingga 200 kg untuk satu kali panen, dengan kisaran harga mencapai Rp 10 juta per kg.

Namun siapa sangka, di era Hindia Belanda banyak kisah-kisah lama yang melekati Karangbolong yang tidak banyak diketahui masyarakat di masa kini. Tulisan berikut akan mengajak pembaca untuk melintasi zaman dan periode waktu ke belakang ketika Kebumen, Karanganyar, Ambal masih berstatus sebagai regentschap (kabupaten) di bawah residentie (karesidenan) Bagelen (1830-1900) dan Kedu (1901-1942) dimana Karangbolong pernah menjadi wilayah masing-masing kabupaten tersebut.

Mari kita mulai perjalanan mundur ke era Hindia Belanda untuk memahami yang hilang yang bertahan di Karangbolong masa lalu dan masa kini.

Karangbolong: Dari Wilayah Ambal Menjadi Wilayah Karanganyar Hingga Kebumen

Hari ini Karangbolong merupakan sebuah nama desa dan pantai di wilayah Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Namun jika memeriksa dokumen-dokumen kolonial berupa berita surat kabar, statblad, besluit, almanak, majalah, buku bahwasanya Karangbolong dahulu adalah sebuah district (kawedanan) di bawah Regentschap Ambal (kabupaten Ambal) dari tahun 1830-1872.

Setelah Perang Jawa berakhir (1830), Bagelen dan Banyumas yang merupakan wilayah Mancanegara Kasultanan dan Kasunanaan diambil alih pemerintahan Hindia Belanda dan dijadikan wilayah karesidenan. Karesidenan Bagelen memiliki enam afdeeling/regentschap yaitu Ledok (Wonosobo), Kutoarjo, Purworejo, Ambal, Kebumen, Karanganyar. Regentschap Ambal yang dipimpin oleh Bupati Poerboenegoro memiliki lima distrik (kawedanan) yaitu Ambal, Wonoroto, Petanahan, Puring, Karangbolong. Total penduduk Kabupaten Ambal dengan kelima distriknya adalah 141.294 jiwa menurut statistik 1867 (P. Bleeker, Nieuwe Bijdragen Tot De Kennis Der Bevolkingstatistiek Van Java, 1870).

Dalam buku Overzigt de Reis In Nederlandsch Indie Door Zijne Koninklijke Hoogheid Prins Willem Frederik Hendrik in Nederlandsch, Gedurende het Jaar 1837 bisa jadi merupakan laporan tertua yang mendeskripsikan kunjungan Pangeran Willem Frederik Hendrik (putra Willem II) ke Hindia Belanda khususnya ke Karesidenan Bagelen di mana regentschap (kabupaten) Ambal berada di dalamnya dan Karangbolong menjadi district (kawedanan) di bawah Ambal (Teguh Hindarto, Ambal:Kenangan Kabupaten Pesiri Selatan 1830-1872, 2023:68).

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Penerus Negeri Ajak Anak Muda Kebumen Melek Politik dan Bisnis Melalui “Ngopi Mase”

    Relawan Penerus Negeri Ajak Anak Muda Kebumen Melek Politik dan Bisnis Melalui “Ngopi Mase”

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.428
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Relawan Penerus Negeri mengajak anak muda Kebumen untuk melek politik dan bisnis. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan “Ngopi Mase”  akronim dari Ngobrol Pemikiran Inspiratif menuju Indonesia Emas yang berlangsung di Momong Resto Kebumen, Kamis 11 Januari 2024. Koordinator Wilayah Penerus Negeri Kebumen, Purbalingga, Banjarnegara Herwin Kunadi SH menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini […]

  • Rahasia di Balik Gua Petruk dan Mengapa Sekolah Perlu Mendukung Kebumen UNESCO Global Geopark

    Rahasia di Balik Gua Petruk dan Mengapa Sekolah Perlu Mendukung Kebumen UNESCO Global Geopark

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    SEJATINYA pagi ini, Rabu 17 Desember 2025, saya akan mengikuti kegiatan telusur Gua Petruk yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen. Namun baru sampai di Desa Sidoharjo Sruweng, urung melanjutkan perjalanan ke barat. Melihat langit yang keabuan sedikit gelap, perkiraan hujan pagi ini akan merata. Dengan menggunakan sepeda motor dan sudah terlanjur kehujanan, […]

  • 101 Pelajar di Petanahan Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

    101 Pelajar di Petanahan Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 575
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Sedikitnya 101 pelajar di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis 25 September 2025. Mereka harus mendapat perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Dari jumlah tersebut, korban berasal dari lima sekolah. Terbanyakd dari Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Karangduwur 54 pelajar. Kemudian SDN […]

  • Pembacokan

    Bacok Tetangga Saat Sholat Subuh, Warga Temanggung Terancam Hukuman Mati

    • calendar_month Ming, 21 Mar 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.368
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG (KebumenUpdate.com) – Tersangka pelaku penganiayaan berat yang terjadi di Desa Kemiri Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, Minggu 14 Maret 2021 terancam hukuman mati. Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi SIK MSi mengatakan bahwa pelaku penganiayaan yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia tersebut berinisial M (59) warga Desa Kemiri Kecamatan Kaloran, Temanggung. Korban yang tak lain […]

  • Ini Persiapan Geopark Kebumen Jelang Pre Assessment Menuju UGG

    Ini Persiapan Geopark Kebumen Jelang Pre Assessment Menuju UGG

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 7.557
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Konsep geopark adalah gerakan bersama seluruh komponen masyarakat baik pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan badan usaha dalam membangun wilayah secara berkelanjutan untuk mencapai kemakmuran warganya dengan lingkungan yang lestari. Keterlibatan multi pihak tadi merupakan struktur penta helix di mana masing-masing pihak saling berkaitan dan memiliki peranan masing-masing seperti pemberdayaan masyarakat, infrastruktur, regulasi, […]

  • BPR BKK Kebumen

    Warga Desa Blengorkulon Peroleh Hadiah Mobil Toyota Avanza, Menangkan Undian Tamades BPR BKK Kebumen

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.317
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang nasabah PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) atas nama Romelah  beruntung mendapatkan hadiah berupa satu unit mobil Toyota Avanza. Warga Dukuh Blengor RT 04 RW 02 Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, Kebumen itu menjadi pemenang Gebyar Undian Tamades PT BPR BKK Kebumen di Hotel dan Restoran Candisari, Karanganyar, Kebumen, Sabtu 14 September 2024. […]

expand_less