Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 828
  • comment 0 komentar

Melalui sebuah berita pendek dengan judul, Pasanggrahan Karangbolong en de Eetbare Vogelnestjes (Pesanggrahan Karangbolong dan Sarang Burung Walet) yang dimuat surat kabar De Locomotief (19 Mei 1931) kita mendapatkan sejumlah keterangan menarik mengenai wilayah geografis Karangbolong, aspek ekonomi dan aspek budaya di Karangbolong (Teguh Hindarto, 2023, Yang Hilang Yang Bertahan di Karangbolong: Dari Sarang Walet Hingga Ratu Kidul Serta Pesta Rakyat-https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com).

Berikut kutipan beritanya:
Di Karangbolong terdapat sebuah pasanggrahan yang dulunya milik pemerintah, namun dikelola oleh Kabupaten Karanganjar sejak 1 Januari 1930. Jalan menuju Karangbolong juga telah menjadi jalan Kabupaten, beberapa jembatan berbatang genta diganti dengan jembatan beton, sementara jalan itu sendiri juga telah mengalami banyak perbaikan. Pada musim hujan jalan yang cukup berbukit masih cukup licin, namun pada musim kemarau mobil dapat dengan mudah mencapai pasanggrahan tersebut.
Tempat Karangbolong menjadi istimewa karena tebing sarang burung yang terletak di pinggirannya. Sewa tebing sarang burung walet telah dilakukan dengan Ong Thiam Hoat, seorang pedagang yang tinggal di kediaman Semarang, dengan sewa tahunan sebesar 27.600 gulden.

Sewa ini merupakan sumber pendapatan penting bagi Kabupaten Karanganjar. Dari pasanggrahan, untuk mendekati gua harus menanjak sekitar 3 km. Meskipun bagi orang awam tidak mungkin untuk turun ke dalam gua-gua itu, namun tetap menarik untuk melihat bagaimana para pekerja dengan cara-cara primitif menembus ke dalam rongga-rongga gelap itu untuk mendapatkan sarang burung yang dapat dimakan.

Yang disebut pemetikan sarang burung walet berlangsung empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April atau Mei, Agustus atau September dan November. Setiap tahun diadakan panen dengan mengadakan slametan besar yang dilakukan untuk membuat Njai Loro Kidoel mendukung proses pengunduhan tersebut.

Gua Goewo Djoembleng terlihat dari titik tertentu. Untuk turunnya digunakan tangga rotan dengan panjang sekitar 150 m. Pendaki dan pelompat yang terampil, yang tidak takut badai laut, juga bisa masuk ke dalam gua. Sebelum goa Góewo Gedeh, menuruni bebatuan dilakukan dengan tangga tali dengan panjang sekitar 100 m. Gua ini memiliki kedalaman sekitar 800 m dalam arah horizontal dan memiliki selusin lorong samping di bagian dalam. Akses menuju goa ini dibuat dengan menggunakan bambu yang dilekatkan pada bebatuan sebagai gang dan penyangga.

Bambu-bambu ini digantung pada lubang-lubang yang sudah dibuat sebelumnya di bebatuan dengan cara dililit, sehingga memasuki jalan terbuat dari bambu akan menyebabkan gerakan bergoyang. Tidak disarankan bagi orang yang takut akan ruang dan saraf yang lemah untuk memasuki gua.

Sarang burung walet diekspor utamanya ke Cina dan Singapura, yang sebagian besar dikonsumsi oleh orang Cina sebagai tonik. Menyaksikan panen sangat menarik. Ketika pasanggrahan dan jalan melalui kabupaten Karanganjar sudah disiapkan dengan baik dan makanan disediakan, disarankan untuk tinggal di pasanggrahan di Karangbolong.

Sumber foto: Eigen Haard; Geïllustreerd Volkstijdschrift No 19 (1900)

Nama dua gua utama pengunduhan sarang burung sudah disebutkan yaitu Gua Gedeh dan Gua Djoembleng. Keberadaan sarang burung lawet dilaporkan telah diekspor sampai ke Singgapura, Cina dan Ghana sebagaimana disitir dalam berita berjudul, De Plaats Der Eetbare Vogelnestjes:Karangbolong oleh surat kabar De Sumatra Post (30 Mei 1931).

Nama Gua Gedeh dan Gua Djoembleng masih muncul dalam sebuah buku panduan berjudul, Pedoman Tamasja Jawa Tengah pada tahun 1961. Mengenai Gua Gede disebutkan demikian, “Dari Karangbolong ke Goa Gede kira-kira 2 km, Goa Lengkung kira-kira 6 km dan Goa Karangduwur kira-kira 10 km” (R.O. Simatupang, 1961:23). Demikian pula dikatakan mengenai Gua Djoembleng demikian, “Dua kilometer kemudian barulah anda akan sampai di suatu puntjak, di bawahnya terdapat satu goa besar dinamakan Goa Djumbleng. Ini adalah salah satu dari beberapa goa jang paling besar, jang menghasilkan sarang burung” (1961:25).

Pengunduhan Sarang Walet dan Aktivitas Sosial Budaya

Th. Pigeud dalam bukunya, De Javaanse Volksvertoningen (Pertunjukan Kesenian Rakyat Jawa) bukan hanya mengulas mengenai berbagai kegiatan seni tradisi yang masih berlangsung ataupun yang sudah mengalami kepunahan di Jawa termasuk wilayah Kedu namun juga melaporkan sejumlah aktivitas kebudayaan di wilayah Karangbolong berkaitan dengan pengunduhan sarang walet yang bukan hanya sekedar tindakan ekonomi melainkan tindakan kebudayaan tradisional.

Nampaknya Pigeaud mengandalkan laporan beberapa surat kabar yang melaporkan sejumlah aktivitas sosial budaya berkaitan dengan pengunduhan sarang walet pada bulan tertentu. Sebelum dilaksanakan pengunduhan sarang walet, diadakan pementasan pentas wayang orang dengan lakon Prabu Rama dan pementasan seni topeng (maskerspel) dengan lakon Panji Asmarabangun. Pada masa itu, para penyewa gua untuk mendapatkan burung walet adalah orang-orang Tionghoa untuk diekspor ke Tiongkok.

Dalam tulisan Pigeaud dijelaskan urut-urutan pesta rakyat di Karangbolong setiap pengunduhan sarang walet di mangsa kesanga (akhir April), mangsa telor (akhir Agustus), mangsa kapat (akhir Desember). Jika panen walet tiba, uang yang dikumpulkan para kepala distrik akan dibelikan sembilan kerbau dan satu kambing.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Kebumen Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Bumi Wira Bhakti

    Polres Kebumen Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Bumi Wira Bhakti

    • calendar_month Sen, 24 Jun 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.314
    • 0Komentar

    Selanjutnya sinergitas yang telah terbangun antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Kebumen, serta masyarakat, bisa semakin erat untuk kemajuan Kebumen. “Semoga kita semakin solid, semakin kuat, sehingga kepolisian mendapatkan kepercayaan yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya. Agenda Rutin Ziarah Makam Pahlawan juga termasuk agenda rutin tahunan yang digelar Polres Kebumen selain pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia. […]

  • Kunjungan Kerja di Kebumen, Mendikdasmen: Guru ASN Diberi Lampu Hijau Mengajar di Sekolah Swasta

    Kunjungan Kerja di Kebumen, Mendikdasmen: Guru ASN Diberi Lampu Hijau Mengajar di Sekolah Swasta

    • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 21.363
    • 0Komentar

    Resmikan Program Kelas Internasional Selain berdialog dengan para guru, agenda kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga diisi dengan peresmian program kelas internasional (international class program) di SMA Muhammadiyah Gombong. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Abdul Mu’ti, yang menandakan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berwawasan global. Kunjungan […]

  • PLN Dukung KIE 2023

    Dukung Kebumen International Expo 2023, PLN Suplai Daya Listrik 1,1 MVA

    • calendar_month Kam, 15 Jun 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.631
    • 0Komentar

    Muhammad Khadafi menerangkan terkait SOP manuver jaringan. Bahwa pasongan utama listrik KIE disuplai penyulang Kebumen II. Nantinya jika sewaktu-waktu terjadi gangguan atau hal-hal yang tidak diinginkan, maka manuver atau backup berasal dari Penyulang Kebumen IV. “Kami sudah memasang peralatan switching yang otomatis. Sehingga diharapkan kalau pun jika terjadi sesuatu bisa berpindah otomatis dan cepat waktu […]

  • Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Kembali Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Kebumen

    Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Kembali Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Kebumen

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.384
    • 0Komentar

    Dari keterangan tersangka, barang bukti tersebut adalah miliknya yang baru saja ia beli dari seseorang. Rencananya, sabu seharga Rp1,2 juta tersebut akan dikonsumsi dengan seseorang inisial DG temannya semasa di dalam Rutan, yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO). AB yang baru saja menghirup udara bebas dua bulan akhirnya kembali masuk bui. Rupanya putusan pengadilan […]

  • Personil Polsek Buluspesantren menegur sejumlah remaja di Pantai Sentrojenar. (Foto: Dok. Polres Kebumen)

    Nongkrong di Pantai Setrojenar, Para Remaja Ini Didatangi Polisi

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.505
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Jika tidak ada pandemi virus Corona (Covid-19), objek wisata Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren adalah destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tempat ini menjadi salah satu tempat favorit untuk melepas penat. Pantainya yang indah hingga lokasinya yang mudah dijangkau menjadikan banyak wisatawan luar Kebumen pun banyak yang mampir ke tempat itu. Kerumunan […]

  • Lupakan Drakor Sejenak! Teater Satoe SMAN 1 Kebumen Tampilkan Cerita Gunung Wurung, Seperti Ini Kisahnya

    Lupakan Drakor Sejenak! Teater Satoe SMAN 1 Kebumen Tampilkan Cerita Gunung Wurung, Seperti Ini Kisahnya

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 576
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Upaya melestarikan kebudayaan seperti yang ada dalam akronim visi Kebumen Berdaya (Beriman Maju Sejahtera dan Berbudaya) terus diwujudkan oleh Pemkab Kebumen di era kepempimpinan Bupati Lilis Nuryani. Pertunjukan seni seperti ketoprak, opera, musik, tari, dan lainnya cukup rutin dihadirkan Pemkab Kebumen melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sejak program car free night dilaunching […]

expand_less