Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

Karangbolong: Menelusuri Kisah Panjang yang Merentang

  • account_circle Teguh Hindarto
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 1.433
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Melalui sebuah berita pendek dengan judul, Pasanggrahan Karangbolong en de Eetbare Vogelnestjes (Pesanggrahan Karangbolong dan Sarang Burung Walet) yang dimuat surat kabar De Locomotief (19 Mei 1931) kita mendapatkan sejumlah keterangan menarik mengenai wilayah geografis Karangbolong, aspek ekonomi dan aspek budaya di Karangbolong (Teguh Hindarto, 2023, Yang Hilang Yang Bertahan di Karangbolong: Dari Sarang Walet Hingga Ratu Kidul Serta Pesta Rakyat-https://historyandlegacy-kebumen.blogspot.com).

Berikut kutipan beritanya:
Di Karangbolong terdapat sebuah pasanggrahan yang dulunya milik pemerintah, namun dikelola oleh Kabupaten Karanganjar sejak 1 Januari 1930. Jalan menuju Karangbolong juga telah menjadi jalan Kabupaten, beberapa jembatan berbatang genta diganti dengan jembatan beton, sementara jalan itu sendiri juga telah mengalami banyak perbaikan. Pada musim hujan jalan yang cukup berbukit masih cukup licin, namun pada musim kemarau mobil dapat dengan mudah mencapai pasanggrahan tersebut.
Tempat Karangbolong menjadi istimewa karena tebing sarang burung yang terletak di pinggirannya. Sewa tebing sarang burung walet telah dilakukan dengan Ong Thiam Hoat, seorang pedagang yang tinggal di kediaman Semarang, dengan sewa tahunan sebesar 27.600 gulden.

Sewa ini merupakan sumber pendapatan penting bagi Kabupaten Karanganjar. Dari pasanggrahan, untuk mendekati gua harus menanjak sekitar 3 km. Meskipun bagi orang awam tidak mungkin untuk turun ke dalam gua-gua itu, namun tetap menarik untuk melihat bagaimana para pekerja dengan cara-cara primitif menembus ke dalam rongga-rongga gelap itu untuk mendapatkan sarang burung yang dapat dimakan.

Yang disebut pemetikan sarang burung walet berlangsung empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April atau Mei, Agustus atau September dan November. Setiap tahun diadakan panen dengan mengadakan slametan besar yang dilakukan untuk membuat Njai Loro Kidoel mendukung proses pengunduhan tersebut.

Gua Goewo Djoembleng terlihat dari titik tertentu. Untuk turunnya digunakan tangga rotan dengan panjang sekitar 150 m. Pendaki dan pelompat yang terampil, yang tidak takut badai laut, juga bisa masuk ke dalam gua. Sebelum goa Góewo Gedeh, menuruni bebatuan dilakukan dengan tangga tali dengan panjang sekitar 100 m. Gua ini memiliki kedalaman sekitar 800 m dalam arah horizontal dan memiliki selusin lorong samping di bagian dalam. Akses menuju goa ini dibuat dengan menggunakan bambu yang dilekatkan pada bebatuan sebagai gang dan penyangga.

Bambu-bambu ini digantung pada lubang-lubang yang sudah dibuat sebelumnya di bebatuan dengan cara dililit, sehingga memasuki jalan terbuat dari bambu akan menyebabkan gerakan bergoyang. Tidak disarankan bagi orang yang takut akan ruang dan saraf yang lemah untuk memasuki gua.

Sarang burung walet diekspor utamanya ke Cina dan Singapura, yang sebagian besar dikonsumsi oleh orang Cina sebagai tonik. Menyaksikan panen sangat menarik. Ketika pasanggrahan dan jalan melalui kabupaten Karanganjar sudah disiapkan dengan baik dan makanan disediakan, disarankan untuk tinggal di pasanggrahan di Karangbolong.

Sumber foto: Eigen Haard; Geïllustreerd Volkstijdschrift No 19 (1900)

Nama dua gua utama pengunduhan sarang burung sudah disebutkan yaitu Gua Gedeh dan Gua Djoembleng. Keberadaan sarang burung lawet dilaporkan telah diekspor sampai ke Singgapura, Cina dan Ghana sebagaimana disitir dalam berita berjudul, De Plaats Der Eetbare Vogelnestjes:Karangbolong oleh surat kabar De Sumatra Post (30 Mei 1931).

Nama Gua Gedeh dan Gua Djoembleng masih muncul dalam sebuah buku panduan berjudul, Pedoman Tamasja Jawa Tengah pada tahun 1961. Mengenai Gua Gede disebutkan demikian, “Dari Karangbolong ke Goa Gede kira-kira 2 km, Goa Lengkung kira-kira 6 km dan Goa Karangduwur kira-kira 10 km” (R.O. Simatupang, 1961:23). Demikian pula dikatakan mengenai Gua Djoembleng demikian, “Dua kilometer kemudian barulah anda akan sampai di suatu puntjak, di bawahnya terdapat satu goa besar dinamakan Goa Djumbleng. Ini adalah salah satu dari beberapa goa jang paling besar, jang menghasilkan sarang burung” (1961:25).

Pengunduhan Sarang Walet dan Aktivitas Sosial Budaya

Th. Pigeud dalam bukunya, De Javaanse Volksvertoningen (Pertunjukan Kesenian Rakyat Jawa) bukan hanya mengulas mengenai berbagai kegiatan seni tradisi yang masih berlangsung ataupun yang sudah mengalami kepunahan di Jawa termasuk wilayah Kedu namun juga melaporkan sejumlah aktivitas kebudayaan di wilayah Karangbolong berkaitan dengan pengunduhan sarang walet yang bukan hanya sekedar tindakan ekonomi melainkan tindakan kebudayaan tradisional.

Nampaknya Pigeaud mengandalkan laporan beberapa surat kabar yang melaporkan sejumlah aktivitas sosial budaya berkaitan dengan pengunduhan sarang walet pada bulan tertentu. Sebelum dilaksanakan pengunduhan sarang walet, diadakan pementasan pentas wayang orang dengan lakon Prabu Rama dan pementasan seni topeng (maskerspel) dengan lakon Panji Asmarabangun. Pada masa itu, para penyewa gua untuk mendapatkan burung walet adalah orang-orang Tionghoa untuk diekspor ke Tiongkok.

Dalam tulisan Pigeaud dijelaskan urut-urutan pesta rakyat di Karangbolong setiap pengunduhan sarang walet di mangsa kesanga (akhir April), mangsa telor (akhir Agustus), mangsa kapat (akhir Desember). Jika panen walet tiba, uang yang dikumpulkan para kepala distrik akan dibelikan sembilan kerbau dan satu kambing.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Teguh Hindarto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terseret Ombak di Pantai Setrojenar

    Pencarian Pelajar Terseret Ombak di Pantai Setrojenar Dihentikan, Ini Penjelasan Basarnas

    • calendar_month Sen, 4 Des 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.590
    • 0Komentar

    Korban bernama Isyah (13)  asal Desa Kebadogan Kecamatan Klirong, Kebumen Minggu 26 November 2023 pukul 13.30 wib bersama tujuh orang pelajar bermain di Pantai Setrojenar. Terseret di Lokasi Boleran Pada saat sedang mandi di laut, mereka terseret arus ombak di lokasi palung (boleran). Lima anak dapat menyelamatkan diri hingga ke tepi pantai. Satu orang bernama […]

  • Kambing Seni

    Peternak Kambing Seni Kebumen Bentuk HPKSI

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.455
    • 0Komentar

    “Jika di sawah ada rumput, kemudian di pekarangan ada dedaunan maka dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Dengan demikian kita menyulap limbah menjadi daging,” ujar pemilik Pertabatan Farm Desa Langse, Kecamatan Karangsambung. Baca Juga: Berbobot Satu Ton, Sapi Ini Tak Dilepas Saat Ditawar Rp 70 Juta Sementara itu, struktur organisasi DPD HPKSI Kebumen periode 2021-2024, panasehat Ir […]

  • Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2024 Kembali Digelar KPU Kebumen

    Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2024 Kembali Digelar KPU Kebumen

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 992
    • 0Komentar

    PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Jika pada akhir Desember 2023 lalu KPU Kebumen menggelar simulasi pemungutan suara di wilayah Kebumen sisi timur, yaitu Kecamatan Kutowinangun. Kali ini, Rabu 31 Januari 2024 simulasi pemungutan suara berlangsung di Aula Balai Desa Grogolpenatus Kecamatan Petanahan. Ditemui di lokasi, anggota PPK Kecamatan Petanahan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Agung, menjelaskan bahwa peserta […]

  • Bina Center UNS Tinjau Program Pemberdayaan Masyarakat PPK Ormawa PGSD Kebumen di Desa Jatimalang

    Bina Center UNS Tinjau Program Pemberdayaan Masyarakat PPK Ormawa PGSD Kebumen di Desa Jatimalang

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.434
    • 0Komentar

    “Pemberdayaan masyarakat harusnya didasarkan pada potensi desa yang ada. Di Desa Jatimalang yang memang sudah ada potensi tanaman obat keluarga, harus terus didukung dan dibutuhkan aksi nyata mahasiswa,” kata Rysca. Pada kesempatan ini, Tim Bina Desa Center didampingi tim PPK Ormawa dan perangkat desa juga berkunjung ke pabrik pengolahan tahu Desa Jatimalang. Dengan kegiatan peninjauan […]

  • Tragedi Pesugihan Berujung Maut: Kepala SD Tewas Diracun di Bukit Pagersuru

    Tragedi Pesugihan Berujung Maut: Kepala SD Tewas Diracun di Bukit Pagersuru

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Teka-teki penemuan jasad di area petilasan Bukit Pagersuru Desa Kambangsari, Kecamatan Alian, pada Senin 19 Mei 2025 sekitar pukul 11.45 WIB akhirnya terbongkar. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kebumen berhasil mengungkap motif kematian MU (55) yang merupakan  kepala sekolah dasar asal Magelang tersebut. Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, dalam konferensi pers […]

  • Panggung Cablaka di Kebumen Utara

    Panggung Cablaka di Kebumen Utara

    • calendar_month Kam, 3 Agu 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.257
    • 0Komentar

    Pengaruh dari Selatan ini meluas ke wilayah lembah subur yang berada di tengah, mulai dari Prembun, Kutowinangun, Kebumen hingga Gombong. Ketika pemerintah kolonial mengembangkan area tengah sebagai pusat kemajuan, simpul-simpul budaya Selatan pun sebagian beralih ke wilayah Tengah. Seni Cablaka di Kebumen Utara Suasana berbeda akan ditemukan di wilayah perbukitan, baik Perbukitan Serayu Selatan di […]

expand_less