Rektor UNIMUGO Terpilih Jadi Anggota MWA UGM Periode 2026-2031
- account_circle Hanny Garnet
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 78
- comment 0 komentar

Rapat Pleno Khusus Senat Akademik UGM di Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Sebuah capaian prestisius diraih oleh dunia pendidikan Kebumen. Prof Dr Sofyan Anif MSi yang merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), secara resmi terpilih menjadi anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk periode 2026–2031.
Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Pleno Khusus Senat Akademik UGM di Yogyakarta, Jumat 24 April 2026. Prof Sofyan Anif terpilih dari unsur Tokoh Muhammadiyah setelah melalui rangkaian seleksi ketat dan uji publik.
Terpilihnya Prof Sofyan Anif dinilai sebagai langkah strategis bagi UGM dalam memperkuat jejaring akademis lintas perguruan tinggi. Pengalaman dia dalam memimpin universitas dan kontribusinya bagi dunia pendidikan nasional utamanya di Muhammadiyah diharapkan dapat memberikan perspektif segar dalam arah kebijakan UGM lima tahun ke depan.
Dalam keterangannya, pihak UNIMUGO menyampaikan rasa bangga atas amanah baru yang diemban oleh sang Rektor. Hal ini membuktikan bahwa dedikasi akademisi dari Gombong diakui di level nasional oleh universitas peringkat teratas di Indonesia.
MWA UGM sendiri merupakan badan tertinggi di universitas yang memiliki peran krusial, di antaranya menetapkan kebijakan umum, mengangkat dan memberhentikan rektor, serta melakukan pengawasan terhadap pengelolaan universitas.
Pandangan Mengenai Peran MWA
Setelah resmi ditetapkan sebagai anggota MWA UGM, Prof Dr Sofyan Anif MSi menyampaikan beberapa pandangan strategis dan harapannya untuk masa depan dunia pendidikan diantaranya;
- Pengawal Kebijakan & Strategi: MWA sebagai organ yang berfungsi menetapkan kebijakan umum serta mengawasi arah pengembangan universitas agar tetap sejalan dengan visi institusi.
- Representasi Stakeholder: Menekankan pentingnya komposisi MWA yang beragam – terdiri atas tokoh masyarakat, alumni, dan pakar – untuk memastikan universitas memiliki koneksi yang kuat dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
- Penjaga Budaya Mutu: Dalam konteks Muhammadiyah, peran MWA mencakup pengawasan terhadap implementasi Total Quality Management (TQM), sebuah prinsip yang ia yakini dapat membawa kampus menuju akreditasi “Unggul”. Makin Tahu Indonesia ***
- Penulis: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar