Puisi “Rindu Cahaya” Bikin Gubernur Jateng Meneteskan Air Mata
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 9 Okt 2025
- visibility 539
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengusap air matanya saat mendengar puisi Najwa, siswi SLBN Wonogiri. (Foto: Humas Jateng)
WONOGIRI (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi tak kuasa menahan tetes air matanya. Orang nomor satu di Pemprov Jateng itu mbrebes mili saat mendengar Najwa Aulia Ayu Solehah, salah satu siswi kelas 11 Sekolah Luar Biasa Negeri (SBLN) Wonogiri itu membaca puisi, Kamis 9 Oktober 2025.
Ya, momentum tersebut bermula saat Ahmad Luthfi yang juga Bapak Disabilitas Jateng itu mengunjungi SLBN Wonogiri untuk meninjau perkembangan pembangunan gedung baru. Gedung itu hingga Oktober 2025 sudah tergarap 51% dan ditargetkan selesai pada November 2025.
Menjelang akhir kunjungan, seorang peserta didik dengan dipapah seorang guru berjalan menghampiri Ahmad Luthfi. Peserta didik itu adalah Najwa.
“Perkenalkan, nama saya Najwa Aulia Ayu Solehah. Saya akan membawakan puisi berjudul ‘Rindu Cahaya’,” ujar Najwa menyapa sang Gubernur.
Puisi “Rindu Cahaya” itu ia ciptakan sendiri. Najwa adalah penyintas disabilitas netra akibat sakit tumor otak yang diderita pada kelas 8. Sejak saat itu, Najwa mencurahkan perasaannya dengan membuat puisi.
Siapa sangka puisi dengan diksi sederhana namun sarat makna mendalam tersebut, mampu membuat Ahmad Luthfi berkali ulang menyeka air mata. Tak hanya Ahmad Luthfi, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan wakilnya, Imron Rizkyarno, juga menitikkan air mata. Beberapa tamu juga merasakan hal yang sama.
Potongan Puisi “Rindu Cahaya” itu berbunyi:
“Sudah bertambahkah keriputmu
Ayah, masihkah kau nampak gagah
Bahumu yang kekar di setiap langkah
Pejuang nafkah tak kenal lelah
Sudah keringkah luka yang dulu marahOh, cahaya
Sudikah engkau menghampiriku sebentar saja
Kupinjam sinarmu
Aku rindu wajah ayah ibuku
Tak peduli bagaimana rupaku”
Suasana harus menyelimuti hingga Najwa menuntaskan seluruh puisi karyanya. Seketika itu juga, Ahmad Luthfi langsung memeluk Najwa. Keduanya kemudian terlibat dialog pendek tentang sakit yang ia alami sampai pada cita-cita Najwa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Saya mau kuliah di UNS. Nanti mau jadi guru di sini (SLBN),” ujarnya kepada Ahmad Luthfi.
Ahmad Luthfi mendukung penuh cita-cita mulianya. Apalagi Najwa merupakan salah seorang siswa berprestasi yang mewakili Jawa Tengah untuk lomba baca tulis puisi pada FLS2N tingkat nasional.
“Pintar sekali. Adik harus kuliah,” kata Ahmad Luthfi sembari mengarahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Sadimin, untuk mewujudkan cita-cita Najwa.
Najwa Senang Bertemu Gubernur Ahmad Luthfi
Najwa yang ditemui usai momen tersebut mengaku senang dapat bertemu dengan Gubernur Ahmad Luthfi. Ia lantas menceritakan perihal isi puisi yang didedikasikan untuk orang tuanya.
“Iya (untuk orang tua). Dulu saya bisa melihat tapi sekarang cuma bisa mendengar suara dan nafasnya saja,” ujarnya.
Tak hanya kepada Najwa saja, Ahmad Luthfi juga merasakan haru sekaligus bahagia ketika bersemuka dengan para siswa SLBN Wonogiri. Tak sekadar bersalaman dan mengajak foto bersama, beberapa di antaranya bahkan tak sungkan memeluk dan mendekap Ahmad Luthfi. Layaknya seorang anak kepada bapak.
SLBN Wonogiri merupakan pengelola Pusat Assesmen dan KLINIK TERAPI-PAUD, TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB, ALUMNI SLB NEGERI Wonogiri dalam wadah Bursa Kerja Khusus (BKK). Jumlah siswa sebanyak 156 orang, terdiri atas SDLB 85 siswa, SMPLB 42 siswa, dan SMALB 29 siswa.
SLBN Wonogiri menawarkan keterampilan vocasional tata kecantikan/salon, tata busana, tata boga, otomotif, komputer, pertukangan, pertamanan dan perikanan. Sementara klinik terapi di SLB Wonogiri meliputi terapi wicara, terapi edukasi, sensori integrasi terapi, ocupasi terapi, psikoterapi, psikolog, dan dokter. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar