Isak Tangis Warnai Pemakaman Sri Rahayu, PMI Asal Kebumen yang Meninggal di Jepang
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 325
- comment 0 komentar

AYAH (KebumenUpdate.com) – Suasana duka menyelimuti Desa Tlogosari Kecamatan Ayah, Sabtu 13 Juni 2026. Pasalnya, jenazah Sri Rahayu (21), Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang, akhirnya tiba di rumah duka dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga serta warga setempat.
Prosesi penjemputan dan pemulangan jenazah berlangsung cepat dan lancar. Menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Tokyo-Denpasar-Yogyakarta, peti jenazah almarhumah tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada Sabtu siang sebelum diberangkatkan menuju kampung halamannya lewat jalur darat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan warga beserta kerabat berbondong-bondong melayat ke rumah duka yang berlokasi tepat di seberang Balai Desa Tlogosari.
Setibanya di rumah duka, jenazah langsung dimandikan, disucikan, dan disalatkan oleh pihak keluarga dan masyarakat sekitar.
Prosesi takziyah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas instansi, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadinaker) Kabupaten Kebumen yang mewakili Bupati Kebumen, perwakilan BP3MI Provinsi Jawa Tengah, Migrant Care Kebumen, BPJS Ketenagakerjaan, Forkopimcam Ayah, serta Pemerintah Desa (Pemdes) Tlogosari.
Tepat pada pukul 17.09 WIB, jenazah almarhumah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tlaga, desa setempat, yang berjarak sekitar 400 meter dari rumah duka.
Sebelum melepas keberangkatan jenazah ke pemakaman, Kepala Disnaker Kebumen, Cokro Aminoto, menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses repatriasi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak sehingga proses pemulangan jenazah berlangsung lancar. Mari kita doakan semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT, diampuni dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Cokro Aminoto saat memberikan sambutan pelepasan.
Data Resmi Kasus dan Hasil Otopsi KBRI Tokyo
Berdasarkan laporan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Sri Rahayu merupakan pekerja dengan status Specified Skilled Worker (SSW) di sektor pertanian pada perusahaan Ke-ai Farm.
Korban dilaporkan meninggal dunia pada Kamis, 4 Juni 2026 silam, akibat menjadi korban tindak pidana pembunuhan di kawasan trotoar dekat permukiman warga di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido.
Berdasarkan dokumen Surat Keterangan Kematian yang dirilis KBRI Tokyo merujuk pada hasil otopsi Forensic Medicine Hokkaido University, Sri Rahayu dinyatakan meninggal akibat Syok Hemoragik (Hemorrhagic Shock) menyusul cedera berat pada organ jantung dan paru-paru kiri.
Pihak kepolisian Chitose saat ini telah mengamankan terduga pelaku yang juga merupakan seorang warga negara Indonesia berinisial MAL (27) dengan identitas kelahiran di Jepara dan domisili di Bekasi.
Pihak berwenang setempat menduga motif insiden ini didasari oleh konflik hubungan asmara. Peristiwa tersebut juga dilaporkan melukai seorang PMI lainnya berinisial SAR (20) serta seorang petugas kepolisian Jepang yang berusaha mengamankan situasi.
Meskipun almarhumah berangkat secara prosedural, dokumen KBRI mencatat adanya kendala ketiadaan asuransi mandiri yang mencakup biaya repatriasi.
Namun, koordinasi intensif antara KBRI Tokyo, lembaga pendukung di Jepang (Touroku Shien Kikan), serta pihak perusahaan, berhasil memfasilitasi seluruh pembiayaan pemulangan jenazah yang berkisar antara 80 hingga 120 juta rupiah hingga sampai ke tangan keluarga di Kebumen dengan selamat. ** Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar