Perusahaan Tempat Bekerja PMI Asal Kebumen di Jepang Gelar Perpisahan, Pemerintah Kawal Pemulangan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 8 Jun 2026
- visibility 906
- comment 0 komentar

Foto ilustrasi.
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Proses fasilitasi dan pemulangan jenazah Sri Rahayu (21), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tlogosari, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen yang meninggal dunia di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang, terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Pihak perusahaan tempat korban bekerja di sektor pertanian bersama komunitas lokal di Hokkaido telah menggelar acara perpisahan dan penghormatan terakhir untuk mengenang almarhumah pada Senin 8 Juni 2026 mulai pukul 11.30 waktu setempat.
Perwakilan Migrant Care Kebumen, Maryatun, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau proses pemulangan jenazah dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.
“Rencana dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang, jenazah almarhumah dijadwalkan dipulangkan ke tanah air dalam waktu dekat apabila tidak menemui hambatan teknis,” kata Maryatun dalam keterangannya, Senin 8 Juni 2026.
Maryatun menjelaskan, setelah upacara penghormatan selesai di tempat kejadian di Hokkaido, jenazah langsung diberangkatkan menuju Tokyo. Di ibu kota Jepang tersebut, jenazah akan menjalani proses medis terlebih dahulu sebelum diterbangkan ke Indonesia guna memenuhi standar penerbangan internasional.
Di dalam negeri, koordinasi antar-lembaga ketenagakerjaan juga bergerak cepat untuk menyambut kedatangan jenazah. Maryatun mengonfirmasi adanya kunjungan dari otoritas pusat dan daerah ke rumah duka guna memberikan dukungan langsung kepada pihak keluarga.
“Hari ini, perwakilan dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Jawa Tengah bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kebumen melakukan kunjungan ke rumah almarhumah di Desa Tlogosari, Kecamatan Ayah,” jelas Maryatun menambahkan.
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh hak-hak ketenagakerjaan korban terpenuhi, sekaligus mendampingi keluarga dalam mempersiapkan teknis penjemputan jenazah dari bandara menuju rumah duka hingga proses pemakaman.
Mengenai penanganan hukum pidana di Jepang, perwakilan KBRI di Tokyo bersama kepolisian setempat terus mengawal pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku, MAL (27), yang juga merupakan seorang WNI.
Langkah ini diambil guna memastikan penegakan hukum berjalan seadil-adilnya bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar