Usulan Rute Prameks hingga Gombong, Ditjen Perkeretaapian Beri Lampu Hijau
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 111
- comment 0 komentar

Commuter Line Prameks di jalur 1 Stasiun Kutoarjo. (Foto: Hari)
JAKARTA (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen terus memperjuangkan peningkatan layanan transportasi publik bagi masyarakatnya.
Setelah melakukan kunjungan ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung, langkah strategis dilanjutkan dengan audiensi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Sekretaris Daerah Edi Rianto, serta disambut hangat oleh Dirjen Perkeretaapian Ir. Allan Tandiono beserta jajaran direktur teknis.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan aspirasi warga Kebumen agar layanan Commuter Line Prameks yang selama ini hanya sampai Stasiun Kutoarjo dapat diperpanjang hingga Stasiun Gombong.
Menurutnya, ratusan warga Kebumen setiap hari bepergian ke Yogyakarta untuk bekerja, bersekolah, maupun berobat.
“Kami menginginkan kereta Prameks bisa sampai Stasiun Gombong. Banyak anak-anak kami yang kuliah di Yogyakarta, sehingga dengan perpanjangan rute ini, masyarakat dapat merasakan biaya transportasi yang jauh lebih murah dan membantu perekonomian keluarga,” ujar Bupati Lilis.
Potensi Penumpang Tinggi dan Dukungan Sektor UMKM
Data menunjukkan bahwa 40-50 persen penumpang kereta Prameks yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo sebenarnya berasal dari wilayah Kebumen.
Selain pelajar, pekerja, dan wisatawan, rute ini juga menjadi andalan para pelaku UMKM lokal yang membawa produk-produk khas dan hasil bumi untuk dipasarkan ke Yogyakarta.
Secara infrastruktur, jalur rel di wilayah Kebumen dan Gombong dinilai sudah sangat siap karena telah menggunakan jalur ganda (double track), peron tinggi, serta lokasi stasiun yang strategis.
Tanggapan dan Arahan Dirjen Perkeretaapian
Menanggapi usulan tersebut, Dirjen Perkeretaapian Ir. Allan Tandiono menyambut baik dan menyatakan dukungannya terhadap permohonan Pemkab Kebumen. Ia menegaskan bahwa fokus Kementerian Perhubungan adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kalau saya lihat data, itu bukan hal yang sulit untuk diputuskan, segera diperpanjang. Okupansi sangat baik dan kami dukung penuh. Terkait tarif, tentu akan kami hitung dengan baik bersama KAI agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Allan.
Adapun kendala utama saat ini adalah keterbatasan sarana yang ada, mengingat okupansi Prameks saat ini sudah sangat tinggi, bahkan kerap melebihi 150% pada musim liburan (peak season).
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Kemenhub bersama KAI akan segera mengkaji penambahan sarana serta menyesuaikan kajian teknis hingga Stasiun Gombong.
Usulan Pembukaan Kembali Perlintasan Mekarsari
Selain perpanjangan rute Prameks, dalam kesempatan yang sama Pemkab Kebumen juga menyampaikan aspirasi warga terkait usulan pembukaan kembali perlintasan sebidang Mekarsari (JPL 583) yang sebelumnya ditutup pasca kecelakaan.
Menanggapi hal ini, Dirjen Perkeretaapian menginstruksikan agar Pemkab Kebumen segera berkoordinasi secara formal dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Semarang dan Daop 5 Purwokerto guna melengkapi verifikasi lapangan serta prosedur keselamatan yang diatur dalam regulasi.
Di akhir pertemuan, Dirjen Perkeretaapian menginstruksikan agar jajaran KAI, KAI Commuter, dan perwakilan Pemkab Kebumen segera mengadakan rapat lanjutan dalam waktu dekat untuk mematangkan kesiapan operasional Prameks dengan harapan program ini dapat segera diluncurkan untuk melayani masyarakat. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar