Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Tenggelam di Pantai Entak Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 60
- comment 0 komentar

AMBAL (KebumenUpdate.com) – Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap melalui Unit Siaga SAR (USS) Kebumen mengerahkan tim untuk menggelar Operasi SAR menyusul laporan seorang warga yang tenggelam di Pantai Entak, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Kamis 3 September 2026.
Korban diketahui bernama Darwaji (55), warga Desa Gondanglegi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Berdasarkan kronologi, korban berangkat melaut untuk menjaring ikan pada Rabu (2/9) pukul 16.00 WIB. Hingga tengah malam, korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Pihak keluarga yang melakukan pengecekan ke pantai hanya menemukan sepeda motor dan sandal milik korban, sementara korban tidak berada di lokasi. Keluarga bersama warga dan perangkat desa kemudian melaporkan kejadian ini untuk proses pencarian lebih lanjut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap menerima informasi tersebut dari Pusdalops BPBD Kebumen pada pukul 09.52 WIB, dengan titik koordinat kejadian di 7°48’9.35″S 109°42’14.03″E.
Menindaklanjuti laporan itu, satu tim rescue USS Kebumen diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 10.07 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 10.41 WIB untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan.
“Pencarian hari pertama dilakukan dengan menyisir sekitar lokasi kejadian dan area perairan Pantai Entak yang berpotensi menjadi tempat keberadaan survivor,” jelas Koordinator USS Kebumen, Rowidin, S.Sos.
Hingga pukul 17.00 WIB, upaya penyisiran belum membuahkan hasil dan korban belum ditemukan. Operasi SAR kemudian dihentikan sementara untuk dilanjutkan kembali pada keesokan harinya.
Operasi pencarian ini melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri atas USS Kebumen, BPBD Kebumen, PRB Ambal, Bagana Ambal, SAR MTA, SAR Tunas, Tim Siluman Purworejo, serta pihak keluarga dan masyarakat setempat. Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap memastikan koordinasi dengan seluruh unsur terkait akan terus dioptimalkan guna menemukan korban. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar