Festival Lampion Kebumen Sumunar 2026
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 60
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Alun-alun Pancasila Kebumen berpijar pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, lewat perhelatan Festival Lampion Kebumen Sumunar.
Digelar untuk pertama kalinya, ajang ini mengusung misi untuk mengangkat nama Kabupaten Kebumen agar semakin dikenal di kancah internasional.
Hadir Wakil Bupati Zaeni Miftah, Danlanud Jenderal Besar Soedirman Letkol Pnb Ali Purwoko, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, hingga para pimpinan OPD.
Puncak acara ditandai dengan penerbangan setidaknya 1001 lampion ke udara pada pukul 22.10 WIB. Dari pengamatan langsung di lantai atas Kapal Mendoan, terlihat beberapa lampion tampak tersangkut di pohon beringin yang berada di tengah alun-alun.
Meski sempat tersangkut, lampion-lampion tersebut dapat padam dengan sendirinya.
Sementara itu, lampion yang berhasil lolos ke udara juga memiliki durasi terbang yang cukup singkat. Setelah mengudara selama beberapa menit, api pada lampion perlahan padam dan jatuh kembali ke bawah.
Perhelatan perdana Festival Lampion Kebumen Sumunar ini juga menuai beragam tanggapan dan perbincangan hangat di media sosial.
Di satu sisi, acara ini mendapat apresiasi positif dari sebagian warganet yang merasakan langsung pengalaman melepas lampion. Kendati demikian, gelaran ini turut memantik kritik dan kekhawatiran dari sebagian warga lainnya.
Berbagai catatan yang disampaikan meliputi aspek keselamatan lingkungan—terutama kekhawatiran potensi bahaya kebakaran di tengah musim kemarau—serta isu sampah sisa penerbangan lampion.
Warganet juga menyoroti persoalan teknis pelaksanaan seperti penerapan tiket masuk hingga kemacetan lalu lintas akibat pengalihan arus di kawasan sekitar Alun-alun Pancasila.
“Arep mlebu kon mbayar 80 ewu. sidane ndeleng nang tiktok. malah gratis..,” tulis akun Mas ivens Rainbow.
“Duh mnding buat tempat khusus untuk event2 gede biar ga selalu di alun2 pancasila, biar jalanan pejagoan ga ditutup dan dialihkan ke gang2 kecil, sumpah gang seukuran 1 mobil jd buat simpangan 2 mobil, sebulan ini ada event pasti muter jauh & macet parah. itu alun2 udah buat olahraga buat jualan buat event wkwk se numpuk apa coba wkwkwk,” tulis saidwijaya_ di akun TikTok Kebumenupdate.
“Di beberapa wilayah memang dilarang. selain membahayakan juga nyampah,” tulis akun BURUAN FARM. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar