PMI Kebumen Adakan Pelatihan Fasilitator Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 11 Agu 2022
- visibility 946
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah 35 anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) mengikuti kegiatan Pelatihan Fasilitator Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat di Aula Markas PMI Kabupaten Kebumen pada Kamis-Sabtu, 11-13 Agustus 2022.
Pelatihan yang digelar selama tiga hari ini dibuka secara langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Kebumen Sabar Irianto. Adapun narasumber yang menyampaikan materi yakni Edi Purwanto dan Akbar Habib dari PMI Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga: Pendamping Desa di Kebumen Mendapat Pelatihan Kebencanaan Dari PMI Kebumen
Dalam sambutannya, Sabar Irianto menjelaskan bahwa kegiatan ini pada dasarnya adalah peningkatan kapasitas dari para relawan dengan tujuan agar peserta tidak lupa dan diharapkan dapat menyampaikan kembali ke masyarakat.
“Paling tidak masyarakat khususnya di daerah Urut Sewu bisa mandiri dalam artian setelah dilatih kapasitasnya meningkat dan menyebarkan ke warga lainnya. Minimal masyarakat di sekitarnya siap, antisipasi, dan sadar bahwa di daerahnya ada potensi bencana,” kata Sabar Irianto.

Peserta pelatihan berfoto bersama. (Foto: Hari)
Transfer Pengetahuan
Sementara itu menurut Edi Purwanto, bagaimana teman-teman SIBAT dan fasilitator bisa mentransfer pengetahuan dan keterampilannya kepada warga di desa masing-masing.
“Kita ingin menguatkan keterampilan pertolongan pertama secara umum seperti medis dasar, jenis luka, dan kedaruratan medis. Kalau sasarannya bagi pelaku dalam hal ini relawan SIBAT, bagaimana mereka melakukan penanganan dan bagaimana mereka menyampaikan kepada orang lain, mereka harus tahu mengapa tindakan itu dilakukan,” kata Edi.
Edi menambahkan, pada pelatihan yang didukung oleh Palang Merah Jepang (JRCS) ini nantinya peserta juga akan berlatih cara berkomunikasi kepada masyarakat. “Ada uji coba semacam microteaching supaya mereka teruji untuk bisa menyampaikan kepada yang lain,” tambah Edi.
Pada kesempatan ini salah satu peserta pelatihan, Dariman, juga menyampaikan testimoninya setelah mengikuti pelatihan di hari pertama.
“Kami merasa senang, yang jelas dalam pelatihan ini kami mendapatkan kesempatan belajar kembali terkait pertolongan pertama. Harapannya dapat mengikuti dari hari pertama sampai akhir sehingga kami bisa mengambil ilmu yang diberikan dan dapat menularkan kepada masyarakat yang lebih luas khususnya di desa kami,” ujar Dariman.







Saat ini belum ada komentar