Pendamping Desa di Kebumen Mendapat Pelatihan Kebencanaan Dari PMI Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 27 Jul 2022
- visibility 961
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kegiatan lokalatih tanggap darurat bencana dan pengurangan risiko bencana bagi pendamping desa tingkat kecamatan dan kabupaten digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen pada Rabu, 27 Juli 2022.
Bertempat di Ruang Saylendra Hotel Trio Azzana Style, kegiatan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai unsur. Di antaranya pendamping desa, kepala urusan perencanaan desa, sekretaris desa, dan PMI di tingkat kecamatan.
Baca juga: Linmas Se-Kecamatan Karanggayam Mendapat Pelatihan Pertolongan Pertama Dari PMI Kebumen
Kegiatan yang merupakan program dukungan dari Palang Merah Jepang atau Japan Red Cross Society (JRCS) ini menghadirkan 3 narasumber, yaitu Mukhsinun dari PMI Kebumen, Salam dari BPBD Kebumen, dan Santi Wahyuni dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Ketua PMI Kabupaten Kebumen Sabar Irianto mengatakan, lokalatih untuk pendamping desa kali ini sebagai upaya memanajemen bencana agar teroganisir di setiap desa dengan anggaran yang semestinya.
“Kita sebagai manusia hidup yang dibekali otak untuk dimanfaatkan, minimal harus meminimalisir kebencanaan yang tidak tahu kapan datangnya dengan cara mitigasi bencana. Karena berbicara soal bencana, tidak ada yang pintar mengingat itu rahasia Allah,” kata Sabar.

Peserta lokalatih kebencanaan menyimak paparan materi dari narasumber. (Foto: Humas PMI Kebumen)
Dia menambahkan, perlunya bagi para pendamping desa bahwa setiap desa di Kabupaten Kebumen bisa menganggarkan dana desanya untuk tanggap darurat kebencanaan, bukan hanya untuk bencana yang sifatnya darurat,” tandas Sabar Irianto.
Dana Desa Untuk Penanggulangan Bencana
Akses dana desa untuk pengurangan resiko bencana telah diatur dalam Perbup 66 tahun 2018 pasal 16 ayat 1 bahwa belanja desa dapat dibelanjakan dalam bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat ataupun mendesak desa.
Pada kesempatan ini, peserta setidaknya belajar mengenai manajemen penanggulangan bencana, pengetahuan kebencanaan dan mitigasinya, serta akses dana desa untuk pengurangan risiko bencana dalam alokasi perencanaan.
Koordinator lapangan program JRCS, Qosim Jamaludin, berharap kegiatan lokalatih tersebut dapat menjadi pembaruan terhadap angka perencanaan anggaran belanja desa terhadap tanggap darurat bencana.
“Saya sangat berharap terutama bagi para pendamping desa yang membawahi setiap desa di Kebumen ini lebih memperhatikan terhadap perencanaan apa yang akan dilakukan, sehingga anggaran desa dapat maksimal untuk penanggulangan bencana. Mungkin yang tadinya hanya menganggarkan 1 atau 5 juta untuk penanggulangan bencana ini bisa dievaluasi kembali. Karena saya yakin pasti tidak hanya sekedar satu juta cukup untuk pengurangan risiko bencana di Kabupaten Kebumen,” kata Qosim Jamaludin.







Saat ini belum ada komentar