WNI Asal Kebumen Meninggal Dunia dalam Insiden di Hokkaido Jepang, Pelaku Sesama Warga Indonesia Diamankan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 203
- comment 0 komentar

Ilustrasi kejadian. (Foto: Gemini)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita berinisial SR (21), warga Desa Tlogosari, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden kekerasan fisik di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang, pada Kamis 4 Juni 2026 malam waktu setempat.
Pihak Kepolisian Jepang bergerak cepat mengamankan seorang pria yang juga merupakan warga negara Indonesia (WNI), berinisial MAL (27), sebagai terduga pelaku.
Berdasarkan laporan media penyiaran lokal Jepang, ANN News, insiden tersebut terjadi di kawasan pemukiman luar ruangan sekitar pukul 21.15 malam. Petugas kepolisian setempat segera menuju lokasi setelah menerima laporan darurat dari warga sekitar.
Dalam proses penahanan terduga pelaku, situasi sempat diwarnai kepanikan. Dua orang saksi, yakni seorang petugas polisi dan rekan korban yang berusaha meredakan ketegangan, dilaporkan mengalami luka ringan.
Otoritas kepolisian berhasil melumpuhkan pria tersebut serta menyita sebilah senjata tajam jenis pisau dapur sebagai barang bukti.
Korban SR sempat dievakuasi ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis akibat luka berat yang dialaminya.
Kendati demikian, tim medis menyatakan korban mengembuskan napas terakhirnya sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengetahui latar belakang peristiwa. Otoritas mengonfirmasi bahwa korban dan terduga pelaku telah saling mengenal sebelumnya.
Kabar duka ini segera direspons oleh lembaga swadaya perlindungan buruh migran, Migrant Care Kebumen.
Perwakilan Migrant Care Kebumen, Maryatun, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Perkembangan situasi ini telah kami laporkan secara resmi kepada Bupati Kebumen dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kebumen,” ungkap Maryatun, Jumat 5 Juni 2026.
Lebih lanjut, Maryatun menjelaskan kondisi keluarga yang sedang diuji jarak. Saat musibah terjadi, ayah korban tengah dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Kalimantan, sedangkan sang ibu masih berada di Taiwan untuk bekerja sebagai pekerja migran.
Mengingat keadaan tersebut, pendampingan penuh akan diberikan untuk meringankan beban psikologis keluarga.
“Besok pagi tim kami dijadwalkan bertolak ke Desa Tlogosari untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga, sekaligus mengawal komunikasi dengan lembaga terkait mengenai prosedur pengurusan jenazah,” urai Maryatun. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar