Ahmad Luthfi Dorong Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dibuka Lebih Cepat
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 2 Jul 2025
- visibility 795
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi menemui Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong percepatan pembukaan rute penerbangan langsung dari Semarang-Singapura guna mendukung pertumbuhan investasi, industri, dan pariwisata di wilayahnya. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, Selasa, 1 Juli 2025.
Rute penerbangan Semarang–Singapura rencananya akan mulai dibuka 5 September 2025. Namun, Luthfi berharap jadwal tersebut bisa dimajukan. Menurutnya, pembukaan jalur udara internasional ini krusial karena Bandara Ahmad Yani kini kembali menyandang status bandara internasional.
“Kawasan industri sudah berkembang, bandara juga sudah internasional. Sekarang tinggal konektivitas udara yang harus segera dibuka, terutama ke Singapura sebagai pusat ekonomi Asia Tenggara,” ujar Ahmad Luthfi.
Perkuat Konektivitas Investasi dan Wisata Internasional
Gubernur menyampaikan bahwa konektivitas langsung ke Singapura tidak hanya penting untuk mendukung lalu lintas bisnis dan investasi, tapi juga mendorong sektor pariwisata. Ia mencontohkan potensi pengembangan wisata dengan menghubungkan agenda internasional seperti Borobudur Marathon dengan pasar wisatawan mancanegara dari Singapura.
“Penerbangan langsung akan memperpendek waktu dan memperkuat kerja sama. Banyak orang dari Jateng ke Singapura, baik untuk belanja, bisnis, atau berobat, tapi harus lewat Jakarta dulu. Saya sendiri pernah merasakan repotnya saat mendampingi istri berobat ke sana,” kata Luthfi.
Dukungan Dubes Singapura: Semarang Masuk Prioritas
Menanggapi hal itu, Dubes Singapura Kwok Fook Seng menyatakan dukungannya terhadap pembukaan penerbangan langsung Semarang–Singapura. Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, rencana pembukaan rute ini sudah ada, namun tertunda.
“Sekarang covid sudah tidak ada, dan 13 kota di Indonesia, termasuk Semarang, sedang kami usulkan untuk kembali terhubung langsung ke Singapura,” ujarnya.
Kwok menyebut butuh waktu bagi maskapai menyiapkan armada, namun ia berjanji akan mengkomunikasikan hal ini dengan otoritas penerbangan di negaranya.






