Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Menuju Geopark Kebumen Mendunia

Menuju Geopark Kebumen Mendunia

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 18 Jan 2024
  • visibility 4.840
  • comment 0 komentar

Oleh: Sigit Tri Prabowo

SEJAK digaungkan dalam Kebumen Internasional Expo (KIE) 2023, jargon Geopark Kebumen Mendunia terus bergaung. Harus diakui ungkapan ini berkait erat dengan langkah Geopark Kebumen untuk menggaet predikat sebagai UNESCO Global Geopark. Namun di sisi lain sesungguhnya tersirat juga tekad untuk berbenah dan mengolah Geopark Kebumen menjadi berkelas dunia, tak hanya soal predikat, namun lebih soal tata kelola dan manfaat yang diberikannya bagi masyarakat.

Jika menengok ke belakang, sejarah awal Geopark Kebumen sebenarnya sudah mulai bahkan sebelum Indonesia merdeka. Di masa kolonial, para peneliti Belanda telah tertarik pada berbagai fenomena geologis di tempat ini. Di tahun 1960an, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI, sekarang BRIN) menetapkan kawasan Karangsambung sebagai kampus lapangan. Status ini semakin kuat ketika tahun 2006 pemerintah menetapkannya sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi.

Sementara itu, di sisi Selatan, perbukitan kapur karst Gombong Selatan juga telah lama menarik para ilmuwan dan peneliti gua. Perbukitan yang berfungsi sebagai penyimpan air dan penyangga lingkungan itu membentang dari Kecamatan Rowokele dan Buayan hingga berujung di barisan pantai Selatan seperti pantai Karangbolong. Fungsinya yang begitu penting bagi lingkungan membuat pemerintah juga memberikan status khusus. Pada tahun 2003 kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan karst Gombong Selatan.

Baca Juga: BP Geopark Kebumen Gelar Seminar Pariwisata Berkelanjutan dan Teken MoU dengan Unpad Bandung

Keberadaan kedua kawasan konservasi geologis inilah yang kemudian menjadi salah satu pemicu munculnya gagasan geopark di Kebumen. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pada November 2018 pemerintah menetapkan Geopark Karangsambung Karangbolong sebagai Geopark Nasional. Penamaan ini tentu tak lepas dari keberadaan dua kawasan konservasi di atas.

Empat tahun setelah berstatus geopark nasional, Geopark Karangsambung Karangbolong melangkah lebih jauh dengan mendaftar sebagai global geopark. Dalam proses inilah terjadi perubahan mendasar mencakup wilayah dan nama. Jika semula Geopark Karangsambung Karangbolong mencakup 12 kecamatan, maka geopark baru ini diperluas hampir dua kali lipat menjadi 22 kecamatan. Sementara namanya pun berubah menjadi Geopark Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Publik

    Pemkab Kebumen Raih Dua Penghargaan dari Menpan RB, Salah Satunya Inovasi Mie Kriting

    • calendar_month Sel, 21 Nov 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.179
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen menerima dua penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Bikrokrasi (Kemenpan RB). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menpan RB Abdullah Azwar Anas diterima oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Serahterima penghargaan bersamaan dengan Peresmian Bersama 12 Mal Pelayanan Publik (MPP), Peluncuran Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Nasional (JIPPNas) dan Pemberian Penghargaan Pelayanan […]

  • Warga mengevakuasi mobil Grand Max usai tabrakan. (Foto: Istimewa)

    Tiga Mobil Tabrakan di Jalur Pansela, Satu Meninggal Lima Luka-luka

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 13.024
    • 0Komentar

    AMBAL (KebumenUpdate.com) – Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalur Lintas Selatan-selatan (JLSS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) persisnya di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Senin 22 Juni 2020. Kecelakaan yang melibatkan tiga mobil sekaligus itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka. Grand Max  Serempet Expander Lalu Menabrak Calya Berdasarkan […]

  • Mendaki untuk Melunakkan Ego, Bukan Merawat Feodalisme

    Mendaki untuk Melunakkan Ego, Bukan Merawat Feodalisme

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 130
    • 0Komentar

    CUKUP lama tidak menikmati momen seperti ini. Berkumpul bersama teman-teman Gaspala yang sudah saya anggap seperti adik sendiri, baik yang masih menjadi pengurus maupun yang sudah lulus. Ya, malam ini, Jumat 29 Mei 2026, saya bertemu langsung dengan mereka setelah sekian purnama. Cafe Burjois yang dipilih jadi tempat pertemuan kami. Mereka pengurus Gaspala angkatan 34 […]

  • Mie Keriting Puskesmas Kebumen II Jadi Top Inovasi Pelayanan Publik

    Mie Keriting Puskesmas Kebumen II Jadi Top Inovasi Pelayanan Publik

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.256
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Inovasi Mie Keriting (Makanan Instan Cegah Kerdil dan Stunting) dari Puskesmas Kebumen II mendapat penghargaan sebagai Top Inovasi Pelayanan Publik Kelompok Keberlanjutan Tahun 2024 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penghargaan diterima oleh Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan dalam acara Gebyar Pelayanan Prima Tahun 2024 bertajuk “Wujudkan Ekosistem Pelayanan Publik […]

  • Agar Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong Jadi UNESCO Global Geopark, Hanya Ini yang Dibutuhkan

    Agar Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong Jadi UNESCO Global Geopark, Hanya Ini yang Dibutuhkan

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.470
    • 0Komentar

    KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Presiden Jaringan Geopark Indonesia Budi Martono menilai Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong (GNKK) memiliki apa yang dibutuhkan untuk meningkat statusnya menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Yang dibutuhkan tinggal keseriusan dari pihak terkait untuk mengelola dan mewujudkannya. “Ibarat membuat pakaian sudah ada pola-polanya di Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, kita tinggal menjahitnya saja,” ujar Budi […]

  • Semester 1 Tahun 2024, Pemkab Kebumen Mendapat Alokasi DBHCHT Sebesar Rp12,8 M

    Semester 1 Tahun 2024, Pemkab Kebumen Mendapat Alokasi DBHCHT Sebesar Rp12,8 M

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.331
    • 0Komentar

    KULONPROGO (KebumenUpdate.com) – Semester satu tahun 2024, Pemkab Kebumen mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Rp12.868.541.000. Adapun dana tersebut terserap untuk berbagai kegiatan/bidang melalui masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). “Alokasi dan penggunaan DBHCHT Kabupaten Kebumen semester satu tahun 2024 dibagi menjadi tiga bidang. Yaitu kesmas (kesejahteraan masyarakat), gakum (penegakan hukum), dan kesehatan,” […]

expand_less