Menuju Geopark Kebumen Mendunia

Geopark Kebumen
Pantai Karangagung. (Foto: Jagat Kebumen)

Oleh: Sigit Tri Prabowo

SEJAK digaungkan dalam Kebumen Internasional Expo (KIE) 2023, jargon Geopark Kebumen Mendunia terus bergaung. Harus diakui ungkapan ini berkait erat dengan langkah Geopark Kebumen untuk menggaet predikat sebagai UNESCO Global Geopark. Namun di sisi lain sesungguhnya tersirat juga tekad untuk berbenah dan mengolah Geopark Kebumen menjadi berkelas dunia, tak hanya soal predikat, namun lebih soal tata kelola dan manfaat yang diberikannya bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Jika menengok ke belakang, sejarah awal Geopark Kebumen sebenarnya sudah mulai bahkan sebelum Indonesia merdeka. Di masa kolonial, para peneliti Belanda telah tertarik pada berbagai fenomena geologis di tempat ini. Di tahun 1960an, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI, sekarang BRIN) menetapkan kawasan Karangsambung sebagai kampus lapangan. Status ini semakin kuat ketika tahun 2006 pemerintah menetapkannya sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi.

Sementara itu, di sisi Selatan, perbukitan kapur karst Gombong Selatan juga telah lama menarik para ilmuwan dan peneliti gua. Perbukitan yang berfungsi sebagai penyimpan air dan penyangga lingkungan itu membentang dari Kecamatan Rowokele dan Buayan hingga berujung di barisan pantai Selatan seperti pantai Karangbolong. Fungsinya yang begitu penting bagi lingkungan membuat pemerintah juga memberikan status khusus. Pada tahun 2003 kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan karst Gombong Selatan.

Baca Juga: BP Geopark Kebumen Gelar Seminar Pariwisata Berkelanjutan dan Teken MoU dengan Unpad Bandung

Keberadaan kedua kawasan konservasi geologis inilah yang kemudian menjadi salah satu pemicu munculnya gagasan geopark di Kebumen. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pada November 2018 pemerintah menetapkan Geopark Karangsambung Karangbolong sebagai Geopark Nasional. Penamaan ini tentu tak lepas dari keberadaan dua kawasan konservasi di atas.

Empat tahun setelah berstatus geopark nasional, Geopark Karangsambung Karangbolong melangkah lebih jauh dengan mendaftar sebagai global geopark. Dalam proses inilah terjadi perubahan mendasar mencakup wilayah dan nama. Jika semula Geopark Karangsambung Karangbolong mencakup 12 kecamatan, maka geopark baru ini diperluas hampir dua kali lipat menjadi 22 kecamatan. Sementara namanya pun berubah menjadi Geopark Kebumen.

Pos terkait