Pamit ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia di Lahan Miliknya
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar

BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Seorang petani bernama Hadimarsono (68), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Blok Siwaru, Desa Geblug, Kecamatan Buayan, pada Rabu 3 Juni 2026 sore.
Korban pertama kali ditemukan oleh cucunya dalam kondisi tergeletak di lahan sawah miliknya sekitar pukul 17.15 WIB. Sang cucu sengaja menyusul ke sawah karena korban tak kunjung pulang hingga menjelang malam.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa korban diketahui berangkat dari rumah sejak pukul 06.00 WIB untuk merawat tanaman padi.
“Korban biasanya pulang ke rumah pada siang hari untuk makan dan istirahat. Namun, hingga pukul 16.00 WIB korban belum juga kembali, sehingga cucunya berinisiatif untuk menyusul,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Sesampainya di lokasi, sang cucu mendapati kakeknya sudah tidak bernyawa. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada warga dan perangkat desa setempat, lalu diteruskan ke Polsek Buayan.
Mendapat laporan warga, Tim Inafis Polres Kebumen bersama personel Polsek Buayan, petugas Puskesmas Buayan, dan pemerintah desa setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan medis.
Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban seperti caping, ember, gayung, alat semprot listrik, sandal, obat tanaman, serta karung berisi bekal makanan dan minuman. Selain itu, petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp80 ribu di saku celana korban.
Polisi menegaskan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, ceceran darah, maupun indikasi tindak pidana lain di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum dievakuasi.
Petugas medis menemukan tanda kaku dan lebam mayat, namun memastikan tidak ada luka akibat benda tajam, benda tumpul, ataupun bekas jeratan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit. Meski penyebab pasti kematian tidak diuji melalui autopsi atas permintaan keluarga, mereka telah mengikhlaskan kepergian korban.
“Keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan meminta agar jenazah bisa segera dimakamkan,” pungkas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Makin Tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar