Akselerasi UNIMUGO: Targetkan Fakultas Kedokteran Usai Amankan Akreditasi Unggul di Sektor Farmasi
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Menuju transformasi sebagai pusat keunggulan pendidikan, Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali mengukuhkan eksistensinya dengan meluluskan ratusan tenaga kesehatan profesional pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Dengan mengantongi akreditasi unggul untuk Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker, UNIMUGO kian mantap melakukan akselerasi kelembagaan, termasuk persiapan matang pembukaan Fakultas Kedokteran dalam waktu dekat.
Rektor UNIMUGO, Prof Dr Sofyan Anif MSi dalam sambutannya menegaskan bahwa universitas tengah berada dalam fase take off.
“Dalam 5 bulan terakhir, kita fokus pada transformasi kelembagaan, akademik, SDM, dan IT. Capaian akreditasi unggul pada 7 dari 13 prodi yang ada adalah bukti akselerasi kita sangat cepat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menempuh pendidikan di UNIMUGO yang kini kualitasnya setara dengan perguruan tinggi besar lainnya.
Tanggung Jawab Profesi di Era Digital
Sementara itu, Ketua Kolegium Farmasi, Prof Dr apt Dyah Aryani Perwitasari, dalam sambutannya yang dibacakan Apt Vitis Vini Fera Ratna Utami SFarm MSc, mengingatkan 57 apoteker yang baru disumpah bahwa tantangan nyata ada pada masyarakat.
Di tengah lonjakan penyakit tidak menular dan digitalisasi layanan, apoteker dituntut memiliki karakter berakhlak.
“Kelulusan uji kompetensi adalah kesiapan minimal. Integritas sejati diuji saat Anda berhadapan dengan pasien dan keterbatasan akses di lapangan,” pesannya.
Kontribusi Muhammadiyah untuk Bangsa
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, menyoroti peran strategis PTMA yang menyumbang 8% program studi nasional.
Ia berharap UNIMUGO segera menyusul menjadi perguruan tinggi ke-22 di lingkungan Muhammadiyah yang meraih akreditasi unggul secara institusi.
“Jangan lupa kuasai teknologi kesehatan, namun tetap jaga empati dan komunikasi asertif agar karakter tidak keropos,” pungkasnya. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar