Sekolah Demokrasi Muhammadiyah Resmi Dibuka: Siapkan Warga Persyarikatan Berpikir Kritis
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 19 Okt 2025
- visibility 456
- comment 0 komentar

Jajaran pimpinan dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah Kebumen foto bersama Bupati di acara Sekolah Demokrasi. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen secara resmi membuka “Sekolah Demokrasi”, Minggu 19 Oktober 2025.
Acara pembukaan yang berlangsung di Gedung Dakwah PDM Kebumen ini menjadi langkah nyata persyarikatan dalam mempersiapkan warganya, khususnya generasi muda, agar tidak ‘alergi’ terhadap politik dan memiliki peran aktif sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
Ketua Panitia, Pramono, menjelaskan bahwa Sekolah Demokrasi ini bertujuan untuk mempersiapkan warga persyarikatan agar memiliki pemikiran kritis dan berperilaku demokratis.
Termasuk memahami serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, meningkatkan partisipasi aktif, dan menyiapkan generasi muda menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Adapun program ini akan berlangsung selama enam bulan, diadakan sebulan sekali pada minggu ketiga setelah pengajian Ahad pagi.
Awalnya, panitia menargetkan maksimal 40 peserta, namun tingginya antusiasme membuat jumlah peserta menjadi 45 orang.
“Kami berharap peserta bisa istiqomah (konsisten) mengikuti kegiatan ini hingga tuntas,” ujar Pramono.
Kegiatan ini akan diisi dengan penyampaian materi dan diskusi, dengan menghadirkan pemateri dari berbagai elemen, mulai dari akademisi, praktisi, hingga politisi.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Khafid Sirotuddin, Ketua Bidang Kaderisasi Komunitas MPK SDI PP Muhammadiyah dan Pembina Forum Demokrasi Jateng.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Pembukaan Sekolah Demokrasi ini turut dihadiri oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, bersama Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, serta jajaran pimpinan dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah se-Kabupaten Kebumen.
Ketua PDM Kebumen, Joko Purnomo, menyebut kehadiran Bupati sebagai dukungan luar biasa bagi warga Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud sumbangsih Muhammadiyah dalam perpolitikan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Ini momen baik ada sekolah demokrasi. Walau hanya enam kali pertemuan, paling tidak ini diikuti secara seksama sampai tuntas karena nanti ada sertifikat. Semoga imbasnya tidak hanya ke warga Muhammadiyah, tapi ke semua warga Kebumen,” harap Joko Purnomo.
Pesan Bupati: Lahirkan Kader Jujur dan Berintegritas
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Bupati Lilis Nuryani menyatakan bahwa sekolah demokrasi hadir di waktu yang tepat sebagai media pembelajaran bagi kader muda Muhammadiyah untuk memahami politik dengan baik dan benar.
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sangat terbuka untuk berdialog dan berdiskusi.
“Sekolah Demokrasi ini jadi bukti bahwa Muhammadiyah tidak hanya berdiri di mimbar, tetapi juga mengedepankan nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.
Dengan mengucap basmalah, Bupati secara resmi menyatakan Sekolah Demokrasi Muhammadiyah dibuka.
Ia mengajak hadirin untuk mewujudkan demokrasi yang menyejukkan dan bermartabat, serta berharap Sekolah Demokrasi menjadi ruang lahirnya kader partai yang jujur, berintegrasi, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati juga memberikan donasi untuk kegiatan Sekolah Demokrasi sebesar Rp5.000.000 (lima juta rupiah), yang dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Bupati kepada PDM Kebumen. Makin Tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar