Prameks Ganti Rangkaian Ekonomi Kursi Tegak, Pertanda Sampai Gombong?
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 326
- comment 0 komentar

Ilustrasi Commuter Line Prameks menggunakan rangkaian kereta ekonomi. (Foto: Hari)
BANDUNG (KebumenUpdate.com) – Perubahan rangkaian Kereta Commuter Line Prameks dari KRDE menjadi kereta ekonomi kursi tegak memicu tanda tanya publik: apakah langkah ini merupakan persiapan perpanjangan layanan hingga Stasiun Gombong?
Mulai pertengahan Juni 2026, KA Prameks memang resmi mengganti sarana operasionalnya. Kereta tersebut kini menggunakan rangkaian ekonomi PSO berkapasitas 106 tempat duduk dengan formasi tiga kereta penumpang dan satu kereta pembangkit, yang ditarik oleh lokomotif.
Menanggapi dinamika perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen bergerak cepat. Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Sekretaris Daerah Edi Rianto beserta jajaran Pemkab Kebumen mendatangi Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung, Selasa, 21 Juli 2026.
Kunjungan ini menjadi wujud nyata keseriusan pemkab dalam memperjuangkan agar layanan KA Prameks dapat diperpanjang hingga Stasiun Gombong.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh jajaran direksi dan manajemen PT KAI, di antaranya Direktur Komersial Dendy Kurniawan, EVP of Sales Zuhril Alim, Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi, VP of Marketing Intelligence and Penetration Gotro Nur Riyadi, Manager of Data and Information Rully Hapsari, Manager of Freight Transport Sales Nani Ariesni, serta Manager of Market Strategy and Research Ari Bodro.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Lilis menyampaikan bahwa layanan Kereta Commuter Line Prameks selama ini hanya mentok berhenti di Stasiun Kutoarjo, padahal banyak sekali warga Kebumen yang menggunakan kereta tersebut untuk beraktivitas ke Yogyakarta.
“Hari ini kami datang membawa harapan masyarakat agar layanan Commuter Line Prameks yang saat ini berhenti di Stasiun Kutoarjo dapat diperpanjang hingga Stasiun Kebumen dan Stasiun Gombong. Harapan ini lahir karena memang betul-betul diperlukan oleh masyarakat kami,” ujar Bupati Lilis.
Ia menjelaskan, warga Kebumen yang ingin pergi ke Yogyakarta untuk bekerja, berusaha, berobat, maupun menempuh pendidikan harus terlebih dahulu menuju Stasiun Kutoarjo.
Hal tersebut tentu menambah beban biaya perjalanan, mulai dari bahan bakar dan parkir hingga waktu tempuh, belum termasuk risiko kemacetan di jalan.
Lebih lanjut, Pemkab Kebumen menilai peluang keberhasilan layanan ini sangat besar mengingat jalur rel lintas selatan Jawa saat ini sudah menggunakan jalur ganda (double track). Bupati juga memaparkan tiga manfaat strategis jika perpanjangan rute ini terwujud, yakni membuka akses pendidikan yang lebih terjangkau, mendongkrak perekonomian pelaku UMKM lokal, serta memperkuat sektor pariwisata seiring ditetapkannya Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Komersial PT KAI, Dendy Kurniawan, memberikan apresiasi atas langkah proaktif yang ditunjukkan oleh Bupati Kebumen beserta jajaran Pemkab Kebumen.
“Tentunya kami sangat apresiasi, Bu. Ibu proaktif mendatangi kami, dan terkait dengan keinginan Ibu Bupati untuk extension dari Kereta Commuter Prambanan Ekspres sampai dengan Kebumen dan Gombong, kami selaku BUMN tentu siap mendukung. Untuk teknisnya kami akan koordinasikan juga dengan Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan insyaallah mudah-mudahan bisa ada realisasinya,” ungkap Dendy Kurniawan.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian lobi strategis yang sebelumnya telah dibangun oleh Pemkab Kebumen, termasuk audiensi bersama PT KAI di Bandung pada Maret 2026 serta pertemuan dengan PT KAI Daop 5 Purwokerto pada Mei 2026 lalu. Melalui sinergi yang kuat ini, masyarakat Kebumen berharap akses transportasi massal yang aman dan nyaman dapat segera dinikmati langsung dari daerah mereka sendiri. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar