Coconut Sugar Matchmaking Forum 2026: Strategi Kebumen Dorong Gula Kelapa Tembus Pasar Global
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 52
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar “Coconut Sugar Ecosystem Matchmaking Forum” di Pendopo Kabumian, Sabtu 27 Juni 2026.
Forum strategis ini diselenggarakan guna membangun kemitraan yang adil dan berkelanjutan antara pelaku UMKM, kelompok tani penderes, serta koperasi, guna memperkuat posisi tawar produk gula kelapa lokal di pasar nasional hingga internasional.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta kelompok tani komoditas gula kelapa se-Kabupaten Kebumen ini dirangkaikan dengan peresmian (opening) Galeri Kriya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kebumen.
Kolaborasi terintegrasi ini diharapkan mampu mengkonsolidasikan seluruh potensi komoditas turunan kelapa agar memberikan nilai tambah yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Kebumen sebagai pusat penyelenggaraan forum ekonomi penting ini.
Ia menegaskan bahwa ribuan keluarga di wilayah pesisir dan perbukitan Kebumen menggantungkan hidupnya sebagai penderes kelapa secara turun-temurun.
Melalui forum ekosistem ini, Pemkab Kebumen berkomitmen menjemput kerja sama konkret demi menjamin kepastian pasar dan pembiayaan yang sehat.
“Masa depan komoditas gula kelapa tidak cukup dibangun hanya dengan menjual produk mentah, melainkan dengan membentuk ekosistem terpadu. Kita menginginkan adanya kemitraan yang adil, akses pembiayaan yang menjangkau, serta peningkatan kualitas produk agar posisi tawar petani semakin kuat dan kesejahteraan penderes meningkat secara nyata,” ujar Bupati Lilis Nuryani.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop RI, Destry Anna Sari, memaparkan pentingnya konsolidasi produk melalui wadah koperasi.
Menurutnya, potensi sebutir kelapa sangat luas, mulai dari sabut (kokopit), batok (arang), hingga nira kelapa yang diolah menjadi gula semut (brown sugar) untuk kebutuhan perhotelan dan kafe. Kemenkop RI mendorong adanya business matching lanjutan agar pasokan pasar tetap terjaga sepanjang tahun tanpa merusak harga akibat panen raya.
Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkop RI sekaligus Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Sita Ferry Juliantono, secara resmi membuka forum matchmaking tersebut.
Sebagai tokoh yang memiliki kedekatan emosional karena berasal dari Kebumen, Sita menekankan pentingnya keterlibatan kaum perempuan dan pengurus koperasi dalam menimba ilmu demi kemajuan daerah.
Ia mengingatkan bahwa koperasi harus berfungsi sebagai agregator nilai dan jembatan pembiayaan formal, seperti melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.
Selain sesi diskusi panel, rangkaian acara juga dilanjutkan dengan peninjauan dan pembukaan resmi Galeri Kriya Dekranasda sebagai etalase produk kerajinan unggulan khas Kebumen. *Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar