Warga Mrentul Lahirkan Bayi Kembar Tiga
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 15 Apr 2019
- visibility 9.904
- comment 0 komentar

Satu dari bayi kembar tiga ditempatkan di inkubator bangsal Peristi RSUD Prembun. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KebumenUpdate. Kebahagian menyelimuti pasangan suami istri Sunarko (38) dan Sukarni (37). Bagaimana tidak, warga Desa Mrentul RT 6 RW 3 Kecamatan Bonorowo, Kebumen ini dikaruniai bayi kembar tiga, Minggu (14/4/2019).
Ketiga bayi berjenis perempuan itu lahir sehat dengan cara operasi cesar di RSUD Prembun, Kebumen. Bayi pertamanya lahir sekitar pukul 13.32 wib, kemudian 12.33 wib, dan terakhir 12.35 wib.
Semuanya lahir dengan fisik sempurna. Bayi pertama lahir dengan berat 2.220 gram dan panjang 45 centimeter, bayi kedua memiliki berat 2.270 gram dan panjang 44 centimeter, sedangkan bagi ketiga memiliki berat 2.270 gram dan panjang 43 centimeter.
Ibu bayi kembar, Sukarni mengatakan, dirinya sudah mengetahui kondisi awal saat dilakukan USG. Karena mengetahui mengandung bayi kembar, dirinya pun rajin kontrol dengan dokter di RSUD Prembun.
“Ini kelahiran ketiga saya dan pertama kembar. Kalau keturunan kembar dari mertua saya,” ungkap Sukarni saat ditemui di RSUD Prembun, Senin (15/4).
Faktor Keturunan
Dokter Farrah Lidyana yang membantu persalinan, menjelaskan bayi kembar lebih banyak disebabkan faktor keturunan. Pada kehamilan ini, dirinya sempat khawatir terjadi twin twin transfusion sindrom karena usia ibu yang sudah tua. Beruntung kondisi bayi kembar baik dengan masing-masing memiliki selaput ketuban.
“Pada Minggu kemarin, ibu bayi datang ke rumah sakit dengan gejala mules kemudian kami periksa kondisi bayi. Posisi bayi pertama normal, tapi yang lain lintang kemudian diperlukan penanganan operasi caesar,” katanya.
Dijelaskannya, usai melahirkan dirinya melakukan sterilisasi tuba palopi atau dilakukan KB permanen pada ibu bayi. Menurutnya, pasca melahirkan ibu maupun bayi perlu melakukan kontrol secara berkala dan dibantu cara produksi bayinya.
“Namun demikian, Farrah memastikan untuk produksi ASI akan mampu mencukupi kebutuhan tiga bayi,” ujarnya.
Direktur RSUD Prembun Iwan Danardono mengatakan, kelahiran bayi kembar tiga di instansinya baru pertama kali dari sekitar 1.000 kelahiran yang sudah dilakukan. “Kondisi saat ini, bayi maupun ibu dalam kondisi sehat dan mendapat penanganan medis yang memadai,” katanya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar