Progres Perbaikan Jalan Wadasmalang-Slepi Capai 64,98 Persen, Ruas Muktisari-Bocor akan Dilanjutkan Tahun Ini
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 62
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen Lilis meninjau perbaikan jalan Wadasmalang-Slepi. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mempercepat pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah perbatasan. Salah satu fokus utama saat ini adalah pemeliharaan berkala ruas Jalan Wadasmalang–Slepi.
Jalan ini menghubungkan Desa Wadasmalang di Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, dengan Desa Kumejing di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, di sisi timur laut Kebumen.

Bupati Lilis Nuryani melanjutkan peninjauan ke ruas Jalan Muktisari–Bocor. (Foto: Hari)
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan bahwa peninjauan langsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, dilakukan untuk memastikan proyek di wilayah utara yang jauh dari perkotaan ini berjalan sesuai rencana. Saat ini, progres pekerjaan fisik telah mencapai 64,98 persen.
“Hari ini saya berada di ruas Jalan Wadasmalang–Slepi, salah satu ruas jalan di wilayah utara Kebumen yang cukup jauh dari pusat perkotaan. Saat ini pekerjaan pemeliharaan berkala sedang berjalan, dan progresnya sudah mencapai sekitar 64,98 persen,” ujar Bupati Lilis saat meninjau lokasi proyek.
Ia menjelaskan, penanganan infrastruktur tahun ini difokuskan pada pembangunan jalan beton sepanjang 530 meter dengan lebar 5 meter. Karena pengerjaannya dilakukan secara bertahap, sisa ruas jalan yang membutuhkan perbaikan telah diprogramkan dalam APBD Perubahan 2026.
Menurutnya, ruas jalan ini memiliki fungsi strategis sebagai jalur utama penunjang aktivitas harian masyarakat, mulai dari akses ke sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, hingga tempat bekerja.
“Karena itu, kami selalu mengupayakan pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota agar tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal. Dengan akses yang semakin baik, kami berharap mobilitas meningkat, kegiatan ekonomi berkembang, dan secara bertahap dapat mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” tegasnya.
Bupati Lilis menegaskan bahwa prinsip keadilan pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan, pedesaan, hingga wilayah terjauh. Ia pun memohon doa serta dukungan warga agar seluruh rangkaian pembangunan tuntas dengan lancar.
Berdasarkan data papan proyek, Pembangunan Jalan Wadasmalang–Slepi bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen T.A. 2026 (DAU) senilai Rp1.679.673.000. Proyek berdurasi 120 hari kalender ini dikerjakan oleh pelaksana CV Zahna Mandiri, didampingi CV Adhi Jaya Consultant sebagai konsultan perencana dan CV Amanah Barokah sebagai konsultan pengawas.
Peninjauan Ruas Jalan Muktisari–Bocor
Usai meninjau Jalan Wadasmalang–Slepi, Bupati melanjutkan peninjauan ke ruas Jalan Muktisari–Bocor yang telah rampung 100 persen. Di sela-sela peninjauan, Bupati menyempatkan diri berinteraksi dengan warga di Pasar Bedug, Desa Tanjungsari, Kecamatan Buluspesantren, yang menyampaikan rasa terima kasih atas perbaikan jalan tersebut.
Meski demikian, warga juga berharap agar perbaikan jalan ke arah utara yang belum tersentuh dapat dilanjutkan. Menanggapi hal tersebut, Bupati memastikan bahwa sisa ruas jalan menuju perempatan Muktisari akan diselesaikan melalui APBD Perubahan 2026.
“Hari ini saya sudah ada di Jalan Muktisari–Bocor. Jalan ini sudah diperbaiki dengan panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar 6 meter, masyarakat juga sudah menggunakannya dengan lebih nyaman lagi. Jalan ini merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Kebumen dengan Kecamatan Buluspesantren. Jalan ke Jogja juga lewat sini, serta digunakan untuk jalan anak-anak sekolah, ke pasar, bekerja, dan wisata yang dekat di sini. Nanti tahun ini (APBD Perubahan) diselesaikan sampai ke Jalan Nasional (perempatan Muktisari).”
Peninjauan Ruas Jalan Pandan–Tanggulangin
Rangkaian peninjauan infrastruktur diakhiri di ruas Jalan Pandan–Tanggulangin, Kecamatan Klirong. Perbaikan jalan ini membawa angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya harus berjibaku dengan jalan berlubang.
Proyek pembangunan ruas jalan sepanjang sekitar 528 meter dengan lebar 4 meter ini menelan nilai kontrak sebesar Rp1.680.230.000,00 dan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga setempat secara signifikan. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar