Sarat Sejarah Sejak Era Pembangunan Waduk Sempor, Pura Puspita Sari Resmi Dipugar dan Difungsikan Kembali
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 26 Sep 2026
- visibility 726
- comment 0 komentar

SEMPOR (KebumenUpdate.com) – Bupati Lilis Nuryani bersama Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama meresmikan pemugaran dan penggunaan kembali Pura Puspita Sari di Desa Tunjungseto Kecamatan Sempor, Sabtu, 26 September 2026.
Acara ini menjadi tonggak penting dalam merawat kerukunan beragama sekaligus menghidupkan kembali tempat ibadah bersejarah bagi umat Hindu di Kabupaten Kebumen.
Berdasarkan catatan Bima Dita Setyawan, seorang pengulas lokal (Local Guide), Pura Puspita Sari memiliki catatan historis yang panjang, di mana pura ini sudah berdiri sejak tahun 1970-an untuk tempat sembahyang beberapa penduduk Bali yang waktu itu terlibat dalam pembangunan Bendungan Sempor.
Sebelum dilakukan renovasi, kondisi Pura Puspita Sari sempat tidak terawat karena ditinggalkan begitu saja tanpa adanya pemangku yang menjaga di situ.
Namun kini, berkat gotong royong pemerintah daerah, Polres Kebumen, panitia, dan masyarakat, pura tersebut menjadi lebih terawat dan menawarkan pemandangan yang menawan.
“Saat awal di Kebumen, saya ke sini. Saat itu tempatnya belum ada apa-apa, masih alami. Sekarang sudah berdiri cukup baik dan terawat, tinggal finishing. Terima kasih kepada Bupati dan pihak-pihak lain. Pura ini bisa dipakai masyarakat sini, pemandangannya juga bagus. Semoga bisa membawa kebaikan,” ujar Kapolres AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya pembangunan dan peresmian Pura Puspita Sari ini bukan hanya sekadar penyediaan fasilitas fisik tempat ibadah semata, melainkan wujud nyata kebebasan menjalankan keyakinan beragama yang dijamin oleh konstitusi.
Keberadaan tempat ibadah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas spiritual, moral, dan etika, khususnya bagi masyarakat yang beragama Hindu.
Senada dengan Kapolres, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut ambil bagian dalam renovasi ini, mengingat rumah ibadah memiliki arti penting bagi kerukunan umat beragama.
“Kebumen adalah rumah kita bersama. Ada masyarakat dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Kerukunan beragama seperti ini jadi modal penting dalam pembangunan daerah. Menjaga Kebumen adalah pekerjaan bersama. Umat Hindu Pura Puspita Sari, mari rawat tempat ini dengan baik. Atas nama Pemkab Kebumen, selamat atas peresmian renovasi Pura Puspita Sari,” ujar Bupati Lilis.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran Polres Kebumen, perwakilan tokoh agama Hindu, perangkat daerah, serta warga sekitar. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar