Update
light_mode
Beranda » News » Kebijakan Baru BGN Bikin Ketar-Ketir: Dapur MBG di Kebumen Terancam Rugi, Ribuan Relawan Bakal Kehilangan Pekerjaan?

Kebijakan Baru BGN Bikin Ketar-Ketir: Dapur MBG di Kebumen Terancam Rugi, Ribuan Relawan Bakal Kehilangan Pekerjaan?

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month 48 menit yang lalu
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
Facebook Twitter Whatsapp Threads Threads

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Kebijakan baru Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 63551 Tahun 2026 menempatkan yayasan mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam posisi pelik.

Ketentuan pembiayaan operasional yang dihitung berdasarkan jumlah penerima manfaat, disertai aturan penyesuaian jumlah relawan, dinilai berpotensi memaksa yayasan mengambil keputusan berat terkait kelangsungan tenaga kerja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPD Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-Gemas) Kabupaten Kebumen, Ahmad Khaeruzaman, bersama para relawan dan mitra dapur SPPG dalam jumpa pers di salah satu kafe di Kebumen, Jumat sore 6 November 2026.

Pria yang akrab disapa Zaman ini menjelaskan, yayasan dihadapkan pada kewajiban menjaga standar pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun di sisi lain, mereka harus menghadapi keterbatasan anggaran operasional per kapita, sementara kebutuhan tenaga kerja dan biaya tetap (fixed cost) tidak dapat dikurangi secara proporsional.

Persoalan ini menjadi semakin pelik bagi SPPG yang melayani kurang dari 1.500 penerima manfaat dengan pagu biaya operasional maksimal Rp3.000 per orang per hari.

Sebagai ilustrasi, SPPG yang melayani 1.200 orang hanya memperoleh pagu Rp3,6 juta per hari. Dari dana tersebut, pengelola harus menanggung honorarium relawan, listrik, air, gas, transportasi, hingga berbagai kebutuhan operasional dapur lainnya.

“Kebijakan yang dikeluarkan BGN tentu sangat memberatkan kami. Dapur tetap harus beroperasi, standar keamanan pangan wajib dipenuhi, dan makanan harus didistribusikan tepat waktu. Padahal, sebagian kebutuhan tenaga kerja tidak otomatis berkurang hanya karena jumlah penerima manfaat lebih sedikit,” terang Zaman.

Selain masalah anggaran, ketentuan alternatif kebutuhan relawan dalam petunjuk teknis baru turut memicu tekanan tersendiri. SPPG dengan kategori 2.000–2.499 penerima manfaat dianjurkan menggunakan 33 relawan, kategori 1.500–1.999 penerima manfaat sebanyak 24 relawan, dan kategori 1.000–1.499 penerima manfaat menjadi 15 relawan.

Zaman memaparkan, jika sebuah yayasan sebelumnya melibatkan 45 relawan, penyesuaian angka tersebut berdampak langsung terhadap kesempatan kerja masyarakat.

Di Kabupaten Kebumen yang memiliki sekitar 120 SPPG, apabila seluruhnya diasumsikan semula melibatkan 45 relawan dan harus menyusut menjadi 33 relawan, maka terdapat potensi 1.440 orang kehilangan kesempatan kerja penuh. Jika dipangkas menjadi 24 relawan, potensi kehilangan pekerjaan bahkan bisa mencapai 2.520 orang.

Meski angka tersebut merupakan simulasi risiko dan bukan data pemberhentian yang telah terjadi, gambaran tersebut menunjukkan luasnya dampak sosial yang mengancam.

Yayasan mitra kini berada di posisi terjepit: mempertahankan seluruh relawan memicu tekanan anggaran yang berat, namun mengurangi relawan berarti menghilangkan sumber penghidupan warga sekitar.

Bagi para relawan, pekerjaan di dapur MBG bukan sekadar mencari kesibukan, melainkan tumpuan untuk memberi makan keluarga, membiayai sekolah anak, dan menyambung hidup sehari-hari.

Senada dengan hal tersebut, tokoh pengelola SPPG lainnya, Pawit alias Haji Mandung, menegaskan bahwa mitra dapur tidak ingin menjadi pihak yang harus menyampaikan kabar pahit pemutusan hubungan kerja kepada para relawan yang selama ini ikut membangun pelayanan MBG dari nol.

Menurut Mandung, kondisi ini berpotensi memicu gesekan antara relawan dan yayasan, padahal akar masalahnya terletak pada desain pembiayaan yang belum mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.

“Jangan sampai upaya memperbaiki efisiensi pembiayaan justru menghilangkan manfaat ekonomi yang selama ini telah dirasakan masyarakat,” tegas Mandung.

Ia mengingatkan bahwa program MBG sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai instrumen peningkatan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.

Menyikapi kebijakan tersebut, HMD-Gemas Kabupaten Kebumen bersama para relawan dan mitra dapur SPPG secara resmi menyampaikan enam poin tuntutan mendesak kepada Badan Gizi Nasional:

  • Meninjau kembali formula pembiayaan operasional Rp3.000 per penerima manfaat per hari, khususnya bagi SPPG dengan jumlah penerima manfaat kurang dari 1.500 orang.
  • Menetapkan dukungan pembiayaan operasional minimum bagi setiap SPPG, dengan memperhitungkan biaya tetap tanpa bergantung sepenuhnya pada jumlah penerima manfaat.
  • Mengevaluasi ketentuan alternatif jumlah relawan berdasarkan analisis kebutuhan tenaga kerja riil, beban kerja, standar keamanan pangan, dan kondisi pelayanan masing-masing SPPG.
  • Menetapkan kebijakan transisi dan perlindungan penghidupan relawan agar penyesuaian aturan tidak serta-merta memicu pengangguran atau penurunan pendapatan drastis.
  • Memberikan kepastian dan perlindungan hukum serta finansial kepada yayasan mitra agar tidak menanggung beban tekanan pembiayaan dan keresahan sosial sendirian.
  • Membuka ruang dialog yang partisipatif dengan yayasan mitra dan perwakilan relawan guna merumuskan skema pembiayaan yang lebih realistis, adil, dan berkelanjutan.

Meski melayangkan protes keras, HMD-Gemas Kebumen menegaskan bahwa yayasan mitra tetap berkomitmen penuh mendukung kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis.

Kendati demikian, komitmen tersebut harus diimbangi dengan kebijakan pembiayaan yang adil, sehingga SPPG dapat beroperasi secara layak dan para relawan tetap memperoleh penghidupan yang manusiawi. **Makin Tahu Indonesia 

Ikuti Kebumen Update agar tak ketinggalan berita

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bejat! Ayah di Kuwarasan Kebumen Tega Setubuhi Anak Kandung Sejak 2024

    Bejat! Ayah di Kuwarasan Kebumen Tega Setubuhi Anak Kandung Sejak 2024

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.309
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kebumen berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Kuwarasan. Polisi telah menetapkan seorang pria berinisial M (34) sebagai tersangka atas tindakan keji terhadap anak kandungnya sendiri. ​Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini […]

  • Isu Penculikan Anak

    Marak Isu Penculikan Anak, Berikut Penjelasan Kapolres Kebumen

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.313
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Maraknya informasi yang bersliweran mengenai isu penculikan anak membuat sebagian masyarakat di Kabupaten Kebumen resah. Apalagi warga semakin khawatir kasus penculikan juga benar-benar terjadi di sejumlah daerah yang mereka saksikan melalui berita televisi. Tak terkecuali, para pedagang di Pasar Tumenggungan Kebumen  mengaku sangat khawatir adanya isu penculikan anak.  Terlebih setiap hari mereka […]

  • Personil BPBD Kebumen menyemprot disinfektan di hotel yang jadi lokasi pelatihan. (Foto: dok. BPBD Kebumen)

    Enam Tenaga Kesehatan di Kebumen Positif Covid-19, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 9.389
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kekhawatiran terjadinya gelombang II Covid-19 di Kebumen tampaknya mendekati kenyataan. Bagaimana tidak, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di kabupaten berslogan “Beriman” ini. Merujuk data Pantauan Covid-19 Kabupaten Kebumen Jumat 10 Juli 2020 yang diupdate pukul 21.00 wib, jumlah kasus positif bertambah enam orang. Sehingga total 12 orang positif Covid-19 yang masih dalam […]

  • Rekor Nasional dari Kebumen: Puskesmas Buluspesantren 1 Juara Program Cek Kesehatan Gratis

    Rekor Nasional dari Kebumen: Puskesmas Buluspesantren 1 Juara Program Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 753
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Siapa sangka, salah satu puskesmas di Kebumen berhasil menjadi yang terbaik dalam partisipasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Program yang bertujuan mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat ini ternyata menarik animo luar biasa, dengan Puskesmas Buluspesantren I menjadi penyumbang terbesar di Jawa Tengah, bahkan berkontribusi pada posisi […]

  • Sepeda Motor

    449 Kepala Desa di Kebumen Terima Motor Dinas Yamaha N-Max

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.172
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 449 kepala desa di Kebumen menerima sepeda motor dinas baru. Bupati menyerahkan sepeda motor dinas Yamaha N-Max tersebut bersamaan dengan kegiatan Semarak Penggelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah 2022 di Pendopo Kabumian, Rabu 26 Januari 2022. “Saya menekankan bahwa kendaraan tersebut merupakan kendaraan pelayanan masyarakat desa yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada […]

  • Upacara Kemerdekaan di Pasar Prembun

    Pedagang, Abang Becak Hingga Tukang Parkir Upacara HUT Kemerdekaan di Pasar Prembun, Begini Suasananya

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.924
    • 0Komentar

    PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini terasa sangat berbeda bagi warga Prembun, Kebumen. Upacara kemerdekaan serba unik diadakan di halaman Pasar Prembun, Kamis 17 Agustus 2023. Ratusan warga dari berbagai kalangan mulai dari pedagang pasar, tukang parkir, abang becak dan warga sekitar disatukan dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi. Upacara berlangsung meriah […]

expand_less