Jelang Tahun Baru Imlek Warga Keturunan Tionghoa Sembahyang Sang An, Ini Tujuannya?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 18 Jan 2020
- visibility 3.382
- comment 0 komentar

Sembahyang Sang An sambut tahun baru Imlek 2571 (Foto: Ondo S-KebumenUpdate
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2571, puluhan warga keturunan Tionghoa menggelar sembahyang Sang An di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau kelenteng Kong Hwie Kiong, Sabtu 18 Januari 2020. Ritual tersebut ditujukan untuk menghantarkan kongco makco atau dewa dewi ke langit melaporkan keadaan umat manusia di bumi selama setahun.
Ritual sembahyang yang digelar seminggu sebelum tahun baru Imlek itu dimulai pukul 15.00 hingga pukul 16.00. Ritual diikuti puluhan warga keturunan Tionghoa. Tampak Ketua Yayasan TITD Kong Hwie Kiong Sugeng Budiawan, Hengky Halim, dan sejumlah tokoh keturunan Tionghoa lainnya. Dengan membakar hio, mereka mengikuti doa diam di depan altar. Selain itu, doa bersama juga digelar di depan klenteng.
Permohonan Maaf Atas Kesalahan Selama Setahun

Sembahyang Sang An sambut tahun baru Imlek. (Foto: Ondo S-KebumenUpdate)
Tjen Lay, Seksi Rumah Tangga Kelenteng Kong Hwie Kiong mengatakan, ritual tersebut digelar sebagai permohonan maaf atas kesalahan baik yang disengaja atau tidak selama setahun. Ritual tersebut sekaligus untuk meminta ijin membersihkan rupang atau patung sebelum perayaan Imlek.
“Setelah sembahyang ini, mulai besok akan digelar bakti bersih, yakni pembersihan rupang atau patung kongco makco di Kelenteng Kong Hwie Kiong,” ujar Tjen Lay usai doa bersama.
Bersihkan Rupang di Kelenteng Kong Hwie Kiong

Sembahyang Sang An menjelang tahun baru Imlek. (Foto: Ondo S-KebumenUpdate.com
Menyambut perayaan tahun baru Imlek 2571, warga keturunan Tionghoa melakukan berbagai persiapan. Di antaranya menggelar kerja bakti membersihkan kelenteng Kong Hwie Kiong. Sejumlah perlengkapan di kelenteng yang berdiri tahun 1898 itu akan dibersihkan, mulai korden penutup altar dicuci hingga 26 rupang.
Tidak terkecuali patung Thian Shang Senmu atau Dewi Samudera yang menjadi tuan rumah kelenteng tersebut, juga dibersihkan.
“Kegiatan ini sekaligus memperat persaudaraan antar sesama warga keturuanan Tionghoa di Kebumen,” ujar Ketua Yayasan TITD Kong Hwie Kiong Sugeng Budiawan.
Sembahyang Bersama Sekaligus Ramah Tamah di Malam Imlek

Sembahyang Sang An menyambut tahun baru Imlek. (Foto: Ondo S-KebumenUpdate)
Sugeng Budiawan mengatakan, bertepatan dengan malam tahun baru Imlek mendatang akan dilaksanakan penyalaan lilin. Selain itu akan digelar sembahyang bersama di tempat ibadah tersebut. Setelah itu dilanjutkan saling memberi ucapan selamat tahun baru kepada semua yang datang.
“Penyalaan lilin sebagai simbol agar manusia diberikan penerangan selama setahun ke depan,” ujar owner Muncul Group tersebut. (ndo)







Saat ini belum ada komentar