Mapolsek Prembun Menjadi Objek Studi Mahasiswa UMNU
- account_circle Sigit Tri Wibowo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 97
- comment 0 komentar

Mahasiswa Teknik Sipil UMNU Kebumen foto bersama di sela-sela studi lapangan. (Foto: KUPU Prembun)
PREMBUN (KebumeUpdate.com) – Sebanyak 30 mahasiswa Teknik Sipil Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen mengadakan studi lapangan di bangunan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Prembun, Jumat 23 Mei 2026. Didampingi oleh dosen pendamping, Noor Adi Wibowo ST MEng, para mahasiwa menelisik aspek konstruksi dan arsitektur bangunan yang dibangun pada era kolonial tersebut.
Kunjungan studi tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak Polsek Prembun. Kapolsek Prembun AKP Awaludin Solih SH MPd turun langsung untuk menyambut dan mendampingi para mahasiswa dalam melakukan observasi.
Selama observasi, para mahasiswa melakukan pengumpulan data terkait jenis-jenis material yang dipakai, struktur bangunan juga pemanfaatannnya. Sebagai sebuah bangunan kuno yang menyandang status cagar budaya, Mapolsek Prembun memberi kemanfaatan lebih, tidak hanya bagi institusi Polri namun juga menjadi objek kunjungan berbagai kelompok dan komunitas. Dari catatan redaksi, Polsek Prembun sering menerima kunjungan sekolah, dari mahasiswa bahkan hingga murid TK.
Menurut Aditya dari Komunitas Pusaka Prembun (KUPU) selaku pendamping kegiatan, Markas Polsek Prembun merupakan salah satu bangunan peninggalan Pabrik Gula Prembun yang masih dirawat dengan baik.
“Bangunan ini diperkirakan berdiri pada dekade 1890-an bersamaan dengan dibangunnya pabrik gula. Hingga sekarang sebagian besar struktur dan bagian gedung masih asli seperti lantai, dinding, jendela dan pintu. Fungsi bangunan sendiri sebagai kantor direktur pabrik gula,” jelas Adit.
Sebelum berkunjung ke Mapolsek Prembun, para mahasiswa mengunjungi beberapa titik di kawasan heritage Prembun, seperti gedung kawedanan, stasiun kereta api, perumahan loji hingga kawasan mural Sejarah di Gang Pabrik. Di setiap tempat, mereka mendapatkan penjelasan dari para pemandu lokal dari KUPU.
Lebih jauh Noor Adi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap berbagai aspek pekerjaan sipil di lapangan.
“Dengan mengunjungi bangunan-bangunan kuno, para mahasiwa diajak untuk menggali lebih dalam berbagai sisi dari pekerjaan sipil, seperti aspek ekonomi bangunan, dinamika pemilihan bahan dan struktur dari berbagai masa hingga usaha-usaha untuk memperpanjang kemanfaatan bangunan atau life cycle”, jelas Noor Adi.

Bangunan Lama Era Kolonial Masih Cukup Terjaga
Mengenai alasan memilih Kawasan Heritage Prembun sebagai objek studi, Noor Adi mengungkapkan bahwa di Prembun keberadaan bangunan-bangunan lama era kolonial masih cukup terjaga. Selain itu telah ada komunitas yang menggali Sejarah bangunan-bangunan tersebut sehingga memudahkan mahasiswa dalam menggali informasi.
Salah satu mahasiswa, Arya mengungkapkan kesan positif terhadap kegiatan ini. Menurutnya, studi lapangan ini membuka wawasan dia bahwa teknik sipil ternyata tidak hanya terkait hal-hal fisik belaka, namun juga mesti memperhatikan aspek lain.
“Studi lapangan semacam ini menyadarkan kami bahwa Teknik Sipil bukan ilmu yang berdiri sendiri. Di lapangan banyak keputusan yang tidak hanya ditentukan oleh perhitungan angka, namun juga harus memperhatikan aspek ekonomi, sosial bahkan budaya”, ungkap Arya. *** Makin Tahu Indonesia
- Penulis: Sigit Tri Wibowo









Saat ini belum ada komentar