Orasi Ilmiah UNIMUGO 2026, Dr Siti Mutoharoh Tekankan Pentingnya Fidelity dalam Program Tripel Eliminasi Ibu Hamil
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Momentum kelulusan ratusan wisudawan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) pada Sabtu, 9 Mei 2026, menjadi ajang refleksi penting bagi dunia kesehatan melalui paparan riset implementasi.
Dalam Sidang Terbuka Senat tersebut, Dr Siti Mutoharoh SST MPH menyampaikan orasi ilmiah yang mengupas tuntas mengenai efektivitas program kesehatan ibu hamil di wilayah Kabupaten Kebumen.
Membawakan tema “Fidelity Program Tripel Eliminasi Ibu Hamil di Kabupaten Kebumen: Implementation Research”, Dr Siti menekankan bahwa perlindungan terhadap janin dari ancaman HIV, Hepatitis B, dan Sifilis sangat bergantung pada konsistensi penerapan standar prosedur di lapangan.
Ia menjelaskan konsep fidelity, yakni sejauh mana sebuah program dijalankan secara nyata sesuai dengan rancangan awal yang telah ditetapkan.
Tantangan dan Fakta di Lapangan
Berdasarkan data riset tahun 2020 hingga 2023, Dr Siti memaparkan kondisi fluktuatif cakupan pemeriksaan di Kebumen.
Meskipun sempat menyentuh angka 84% pada tahun 2022, cakupan tersebut kembali turun menjadi 75% pada tahun 2023, yang berarti masih di bawah standar minimal WHO sebesar 95%.
“Tantangan utama program bukan pada pengobatan, karena ibu hamil yang terdeteksi positif sudah tertangani dengan baik, melainkan pada bagaimana menjangkau lebih banyak ibu hamil untuk pemeriksaan sejak dini,” tegas Dr Siti dalam orasinya.
Kualitas Layanan dan Hambatan Masyarakat
Riset ini menemukan bahwa kualitas penyampaian program berada pada kategori cukup (51,47%), yang menandakan masih adanya variasi dalam cara komunikasi dan pelaksanaan konseling di Puskesmas.
Selain faktor fasilitas kesehatan, terdapat hambatan dari sisi masyarakat seperti kurangnya informasi, jarak ke lokasi layanan, hingga rasa takut untuk menjalani pemeriksaan.
Namun, riset tersebut juga memberikan optimisme melalui temuan peran vital bidan dan kader yang menjadi faktor pendukung terkuat dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga.
Rekomendasi untuk Masa Depan
Dr Siti lantas memberikan sejumlah rekomendasi strategis bagi penguatan sistem kesehatan di Kebumen. Di antaranya standarisasi SOP dengan memastikan seluruh puskesmas memiliki standar pelayanan yang seragam dan konsisten.
Lalu optimalisasi logistik dengan memperkuat distribusi alat kesehatan dan pendanaan agar layanan merata dan berkesinambungan.
Serta keterlibatan komunitas dengan mendorong peran suami, keluarga, serta pemerintah desa untuk aktif mendampingi ibu hamil.
“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari seberapa banyak layanan diberikan, tetapi dari seberapa baik layanan tersebut mampu melindungi ibu dan generasi yang akan datang,” tutupnya. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar