Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (1)
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 1 Sep 2023
- visibility 3.241
- comment 0 komentar

Pemandangan dari puncak Bukit Pranji. (Foto: Hari)
MENDENGAR atau menyebut nama Bukit Pranji, ingatan terbawa ke masa sekolah dulu. Rentang waktu 2005-2007 di mana sering sekali ke bukit ini. Bersama teman-teman sehobi di sekolah baik dalam rangka survei jalur untuk kegiatan, atau sekadar menghabiskan akhir pekan di luar rumah.
Pada saat itu saya dan teman-teman lebih sering naik angkutan desa untuk menuju ke Bukit Pranji. Turun di jembatan curug arah Desa Pengaringan, lalu berjalan kaki menyusuri jalan desa yang masih menggunakan rabat beton tersebut.
Baca juga: Pantai Pecaron yang Menyuguhkan Hamparan Pasir Hitam dan Tebing Tinggi

Bukit Pranji dilihat dari permukiman warga Desa Pengaringan. (Foto: Hari)
Pernah juga malam-malam menyeberangi Sungai Luk Ulo karena kendaraan kami titipkan di rumah Ryan, teman kami yang tinggal di Desa Widoro. Lalu mengikuti arahan warga sekitar saat menyeberang sungai agar tidak terbawa arus sungai. Hingga tembus di Desa Kebagoran.
Akhir pekan kali ini, Jumat 1 September 2023, saya berkeinginan mengunjungi Bukit Pranji setelah terakhir kali ke sana di tahun 2016. Sepertinya waktu itu kegiatan Diksar Angkatan 26 yang hanya diikuti 3 anggota; Adi, Retno, dan Firdaus.
Selain itu, alasan lain mendatangi Bukit Pranji karena saya tidak diajak camping di Menganti (sedih banget) oleh beberapa teman-teman. Tapi tak mengapa, mungkin mereka sedang ingin me time.







Saat ini belum ada komentar