Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (1)
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 1 Sep 2023
- visibility 3.242
- comment 0 komentar

Pemandangan dari puncak Bukit Pranji. (Foto: Hari)
Setelah waktu asar sekitar 15.15 WIB, meluncur ke lokasi menggunakan sepeda motor. Melewati Jalan Raya Peniron yang sepanjang jalan berdebu, juga ekstra hati-hati karena banyak lubang.
Sampai di Pasar Kumbang Curug, belok kiri atau arah barat lalu mengikuti jalan desa. Hingga sampai di Balai Desa Pengaringan, terus saja naik menuju arah Pranji. Jika tidak tahu jalur, banyak warga setempat yang akan membantu menunjukkan arah.
Baca juga: Asri dan Sejuknya Telaga Cempaka

Jalan setapak menuju Bukit Pranji. (Foto: Hari)
Melewati curug di dekat jembatan tadi, seketika saya ingat Edi, teman SMA yang dulu mengajak saya ke Bukit Pranji pertama kali. Menurut ceritanya, bahwa dulu di curug tersebut pernah ada kecelakaan air. Yaitu seorang bocah yang mandi di curug tersebut dengan melompat dari atas batu, ketika masuk ke dalam air sungai, kakinya terjepit di batuan.
Teringat juga momen dengan Azwar dan Anwar naik sepeda dari SMA ke Bukit Pranji. Namun sesampainya di Desa Kebagoran untuk sholat Isya, baru ketahuan bahwa frame tenda tidak dibawa yang terpaksa harus pulang lagi ke sekolah dan menginap di posko.







Saat ini belum ada komentar