Geliat Ekonomi di Rahayu River Tubing: Serap Puluhan Tenaga Kerja dengan Upah Menjanjikan
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 68
- comment 0 komentar

PADURESO (KebumenUpdate.com) – Desa Rahayu yang sebelumnya kurang terekspos, kini bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Kebumen. Melalui destinasi Rahayu River Tubing, desa yang terletak di bawah Waduk Wadaslintang ini membuktikan bahwa pengelolaan potensi lokal yang serius mampu mengubah wajah desa menjadi mandiri dan produktif.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin bulanan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kabupaten Kebumen yang dihadiri langsung oleh Bupati Lilis Nuryani, Kamis (30/4/2026).

Pokdarwis se-Kabupaten Kebumen foto bersama Bupati Lilis Nuryani. (Foto: Hari)
Bertempat di lokasi wisata Rahayu River Tubing, acara ini dihadiri oleh 56 perwakilan Pokdarwis dari seluruh penjuru Kebumen. Hadir pula Kepala Disparbud Frans Haidar dan Kepala Dinas PMD Budhi Suwanto.
Kemandirian Ekonomi Melalui Wisata
Kepala Desa Rahayu, Paiman, mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan desa yang kini mampu mandiri. Menurutnya, keberadaan river tubing telah menyerap sekitar 60 hingga 70 tenaga kerja lokal, termasuk para pelajar SMK yang turut membantu operasional saat waktu luang.
“Alhamdulillah, melalui wisata ini, para pekerja bisa mendapatkan upah antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. Target PADes kami tahun ini diharapkan mencapai Rp400 juta, dan kami optimis bisa menyentuh angka Rp500 juta seiring meningkatnya fasilitas,” ujar Paiman.
Meski demikian, Paiman juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Sendangdalem menuju Rahayu yang masih membutuhkan pengaspalan untuk mempermudah akses wisatawan.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Senada dengan hal tersebut, Ketua FK Pokdarwis Kebumen, Taufiq Hidayat, memberikan apresiasi atas rencana pembangunan infrastruktur pariwisata yang masuk dalam prioritas RPJMD 2027.
Ia berharap janji pemerintah untuk “membangun dari pinggiran” dapat segera terealisasi melalui perbaikan akses jalan di wilayah perbatasan seperti Padureso.
“Jika tidak ada river tubing, mungkin masyarakat luas belum mengenal Desa Rahayu dan Sendangdalem. Kami sangat mendukung program pemerintah untuk terus memajukan pariwisata daerah,” kata Taufiq.
Pesan Bupati: Jaga Kebersihan dan Inovasi
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani memberikan apresiasi tinggi kepada para pengelola wisata. Mengingat Kabupaten Kebumen baru saja menyabet predikat sebagai daerah dengan kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah pada libur Lebaran lalu, Bupati berpesan agar prestasi ini tidak membuat para pelaku wisata cepat puas.
“Saya doakan PADes Rahayu bisa mencapai Rp1 miliar. Namun, perhatikan detail fasilitas, terutama kebersihan toilet. Itu kunci kenyamanan pengunjung. Saya juga menyarankan pembangunan restoran di pinggir sungai sebagai potensi pendapatan tambahan,” pesan Bupati Lilis.
Bupati menegaskan bahwa sektor pariwisata adalah tulang punggung ekonomi yang memberikan efek domino bagi UMKM, transportasi, hingga penginapan. Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen untuk terus mendukung melalui perbaikan infrastruktur, penataan kawasan, dan promosi digital yang lebih masif.
“Mari kita rawat setiap potensi yang ada. Jika pengunjung puas, mereka akan kembali dan menjadi promotor gratis bagi keindahan Kebumen,” pungkasnya. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar