Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
  • visibility 1.460
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PENASARAN dengan fenomena “Ranu Kumbolo” di Gunung Prau yang viral karena curah hujan, saya memutuskan memanfaatkan libur pasca-Lebaran Idulfitri untuk membuktikannya sendiri. Cekungan tanah yang terisi air hujan di puncak kabarnya menciptakan pemandangan epik yang mirip dengan danau ikonik di Semeru tersebut.

Sejujurnya, pendakian kali ini adalah bentuk “pelarian” murni dari hiruk-pikuk harian. Mengingat tahun 2025 saya hanya sempat naik gunung sekali (padahal biasanya bisa 3 kali setahun), raga ini sudah menuntut haknya untuk menghirup oksigen tipis-tipis.

City light Dieng dari jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. (Foto: Hari)

Rencana awal yang tadinya sendirian berubah jadi rombongan setelah saya mengunggah story IG. Galih, alumni Gaspala yang kini kuliah di Untidar, mengajak saya bergabung dengan kawan-kawannya.

Awalnya saya ragu, karena jadwal “tektok” (naik-turun langsung) di hari Jumat menuntut perhitungan waktu yang presisi agar tetap bisa menunaikan Salat Jumat. Namun, demi menghindari keramaian akhir pekan, akhirnya saya mengiyakan.

Kamis, 2 April 2026: Drama Baterai dan Kalkulasi yang Meleset

Pagi hari saya mulai packing. Meski niatnya tektok, perlengkapan standar tetap wajib dibawa. Di sini petualangan dimulai. Saya berangkat dari Kebumen menggunakan motor listrik, dengan kalkulasi di atas kertas sanggup mencapai PLN Wonosobo (jarak +- 70 km) dengan sekali pengisian.

Namun, teori memang sering kali dikhianati realita.

Memasuki wilayah Padureso hingga Wadaslintang, aspal mulai “menolak datar”. Tanjakan demi tanjakan ditambah hujan deras membuat persentase baterai terjun bebas. Saat sampai di perempatan Sawangan, Leksono, baterai sisa 12%. Jarak ke PLN masih lumayan. Akhirnya, saya menyerah pada mode 1 dengan kecepatan “siput” 30 km/jam.

Nahas, 200 meter sebelum sampai gerbang PLN, baterai menunjukkan angka 0%. Demi kesehatan sel baterai (dan gengsi), saya turun dan menggunakan “mode dorong”. Benar-benar hitungan yang meleset! Untungnya, pelayanan PLN Wonosobo sangat ramah. Sambil menunggu fast charging selama 2,5 jam, saya bisa istirahat di lounge sambil menikmati kopi gratis.

Pukul 20.10 WIB, saya tiba di Basecamp Patak Banteng. Setelah registrasi seharga Rp35.000, saya memilih tidur lebih dulu karena Galih dan tim (Lucky, Anggun, dan Calita) baru meluncur dari Magelang pukul 22.00 WIB.

Jumat, 3 April 2026: Korsa yang Menyakitkan dan Pesona Telaga

Pukul 02.00 WIB, suasana basecamp mulai gaduh. Pendaki tektok lain mulai bersiap. Di sini ada pergolakan batin: tim memutuskan jalan kaki dari basecamp menuju Pos 2.

Padahal, jiwa saya sudah berteriak ingin naik ojek! Tapi apa daya, demi semangat korsa, saya ikut mendaki tangga warna-warni yang sukses membuat kaki gemetaran sebelum pendakian yang sesungguhnya dimulai.

Kami mulai melangkah pukul 03.15 WIB. Setelah sempat Salat Subuh di dekat shelter mata air, kami tiba di Sunrise Camp tepat pukul 06.00 WIB. Langit emas menyambut kami, dan sesi foto-video pun tak terelakkan.

Tujuan utama kami selanjutnya adalah “Ranu Kumbolo” di area Telaga Wurung. Benar saja, karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, cekungan di sana terisi air hingga membentuk telaga bening yang cantik.

Beberapa pendaki bahkan mendirikan tenda di tepiannya, menciptakan suasana yang memang sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang asli.

Puas menikmati telaga, kami beranjak ke puncak Prau yang kini punya tugu permanen. Karena antrean foto sangat panjang, pembagian tugas dilakukan: para wanita (Anggun dan Calita) mengantre, sementara kami yang laki-laki bertugas jadi “chef” darurat untuk memasak sarapan. Galih dan Lucky makan nasi bungkus, sedangkan saya memasak mi instan (jangan terlalu sering ya).

Perjalanan Pulang: Jalur Baru dan Strategi Cerdas

Pukul 08.15 WIB, kami mulai turun. Di persimpangan jalur lama dan baru, saya memutuskan berpisah dengan rombongan Galih. Saya memilih jalur baru yang lebih landai, dan tentu saja—ini bagian paling cerdas—saya memutuskan naik ojek dari Pos 2 ke basecamp. Maaf ya teman-teman, faktor usia tidak bisa bohong! Xixixi.

Setelah melapor di pos registrasi dan setor sampah, saya sempat menjemur perlengkapan sebentar sebelum Galih dkk muncul. Kami berpisah di sana; Galih salat Jumat di masjid sekitar basecamp, sementara saya meluncur turun ke Wonosobo untuk mengisi daya motor listrik di PLN dan salat Jumat di Masjid Polres.

Menariknya, saat turun, baterai motor listrik saya justru sangat awet karena bantuan regenerative braking di jalanan menurun. Saya tiba di rumah Kebumen pukul 15.30 WIB dengan sisa baterai 18%.

Pendakian ke-11 saya di Prau ini sukses memberikan dua hal: bukti nyata “Ranu Kumbolo” Dieng yang indah, dan pelajaran berharga bahwa motor listrik butuh kasih sayang lebih saat bertemu tanjakan Wadaslintang.

Sampai jumpa di pendakian berikutnya! Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adi Pandoyo menunjukkan hasil lab yang menunjukkan almarhumah mertuanya negatif Covid-19. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Almarhumah Ibu Mertua Mantan Sekda Negatif Corona, Keluarga Sempat Dijauhi Warga

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 19.236
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penetapan seorang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 berdampak sangat kompleks. Tidak hanya di bidang kesehatan saja, tetapi juga pada kehidupan sosial. Selain harus melakukan karantina mandiri bagi orang yang berinteraksi secara langsung, keluarga pasien juga turut menanggung dampaknya seperti dijauhi dan dikucilkan warga. Maklum sebagian orang masih memberikan stigma negatif bagi […]

  • 12 Peserta Didik SMAN 1 Buluspesantren Dapat Tiket Pesawat Gratis

    12 Peserta Didik SMAN 1 Buluspesantren Dapat Tiket Pesawat Gratis

    • calendar_month Kam, 25 Jan 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.737
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Program Forkopimda Mengajar kembali digelar Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih. Kali ini lokasi berlangsung di SMAN 1 Buluspesantren, pada Kamis 25 Januari 2024. Pada kesempatan tersebut, bupati menyampaikan tiga pesan penting untuk peserta didik. Pertama, agar jangan sekali-kali mencoba minum-minuman keras. Kedua, agar tidak menggunakan narkoba. Ketiga, tidak […]

  • Polres Kebumen

    Polres Kebumen Rotasi 13 Perwira, Ini Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.241
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pada awal tahun 2026, Polres Kebumen melakukan perombakan jabatan terhadap 13 posisi perwira. Pergantian jabatan itu mencakup pejabat utama dan sejumlah Kapolsek jajaran. Upacara serah terima jabatan dipimpin Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri di Mapolres Kebumen, Sabtu, 3 Januari 2026. Hadir para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, Bhayangkari, personel Polres Kebumen, […]

  • JKN: Lebih dari Sekadar Kartu, Penyelamat Ekonomi Keluarga di Kebumen

    JKN: Lebih dari Sekadar Kartu, Penyelamat Ekonomi Keluarga di Kebumen

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Lebih dari satu dekade hadir di tengah masyarakat, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjelma menjadi pilar penting yang mempermudah akses layanan kesehatan. Namun, dampaknya jauh melampaui kemudahan berobat, merasuk hingga ke stabilitas ekonomi keluarga. Meti Amal Rizky (18), seorang warga Desa Giwangretno, Sruweng, Kebumen, adalah salah satu saksi nyata manfaat ganda JKN […]

  • 57 Ribu Kepesertaan PBI JK Kebumen Nonaktif, Pemkab Buka Jalur Reaktivasi Cepat

    57 Ribu Kepesertaan PBI JK Kebumen Nonaktif, Pemkab Buka Jalur Reaktivasi Cepat

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 57.260 peserta JKN di Kabupaten Kebumen terdampak penonaktifan status Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) menyusul pemutakhiran data nasional per Februari 2026. Merespons kondisi ini, BPJS Kesehatan Cabang Kebumen bersama Dinsos P3A dan Dinkes PPKB bergerak cepat melakukan sosialisasi reaktivasi kepada seluruh operator SIKS-NG desa guna menjamin hak kesehatan warga […]

  • Polres Kebumen Gelar Operasi Patuh Candi 2025, Dimulai Hari Ini hingga 27 Juli

    Polres Kebumen Gelar Operasi Patuh Candi 2025, Dimulai Hari Ini hingga 27 Juli

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 785
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Mulai hari ini, Senin 14 Juli 2025, Polres Kebumen secara resmi menggelar Operasi Patuh Candi 2025. Operasi berskala nasional ini akan berlangsung hingga 27 Juli 2025, sebagai wujud komitmen Polres Kebumen dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar demi terwujudnya Indonesia Emas. Dimulainya operasi ini ditandai dengan apel gelar […]

expand_less