Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
  • visibility 1.539
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PENASARAN dengan fenomena “Ranu Kumbolo” di Gunung Prau yang viral karena curah hujan, saya memutuskan memanfaatkan libur pasca-Lebaran Idulfitri untuk membuktikannya sendiri. Cekungan tanah yang terisi air hujan di puncak kabarnya menciptakan pemandangan epik yang mirip dengan danau ikonik di Semeru tersebut.

Sejujurnya, pendakian kali ini adalah bentuk “pelarian” murni dari hiruk-pikuk harian. Mengingat tahun 2025 saya hanya sempat naik gunung sekali (padahal biasanya bisa 3 kali setahun), raga ini sudah menuntut haknya untuk menghirup oksigen tipis-tipis.

City light Dieng dari jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. (Foto: Hari)

Rencana awal yang tadinya sendirian berubah jadi rombongan setelah saya mengunggah story IG. Galih, alumni Gaspala yang kini kuliah di Untidar, mengajak saya bergabung dengan kawan-kawannya.

Awalnya saya ragu, karena jadwal “tektok” (naik-turun langsung) di hari Jumat menuntut perhitungan waktu yang presisi agar tetap bisa menunaikan Salat Jumat. Namun, demi menghindari keramaian akhir pekan, akhirnya saya mengiyakan.

Kamis, 2 April 2026: Drama Baterai dan Kalkulasi yang Meleset

Pagi hari saya mulai packing. Meski niatnya tektok, perlengkapan standar tetap wajib dibawa. Di sini petualangan dimulai. Saya berangkat dari Kebumen menggunakan motor listrik, dengan kalkulasi di atas kertas sanggup mencapai PLN Wonosobo (jarak +- 70 km) dengan sekali pengisian.

Namun, teori memang sering kali dikhianati realita.

Memasuki wilayah Padureso hingga Wadaslintang, aspal mulai “menolak datar”. Tanjakan demi tanjakan ditambah hujan deras membuat persentase baterai terjun bebas. Saat sampai di perempatan Sawangan, Leksono, baterai sisa 12%. Jarak ke PLN masih lumayan. Akhirnya, saya menyerah pada mode 1 dengan kecepatan “siput” 30 km/jam.

Nahas, 200 meter sebelum sampai gerbang PLN, baterai menunjukkan angka 0%. Demi kesehatan sel baterai (dan gengsi), saya turun dan menggunakan “mode dorong”. Benar-benar hitungan yang meleset! Untungnya, pelayanan PLN Wonosobo sangat ramah. Sambil menunggu fast charging selama 2,5 jam, saya bisa istirahat di lounge sambil menikmati kopi gratis.

Pukul 20.10 WIB, saya tiba di Basecamp Patak Banteng. Setelah registrasi seharga Rp35.000, saya memilih tidur lebih dulu karena Galih dan tim (Lucky, Anggun, dan Calita) baru meluncur dari Magelang pukul 22.00 WIB.

Jumat, 3 April 2026: Korsa yang Menyakitkan dan Pesona Telaga

Pukul 02.00 WIB, suasana basecamp mulai gaduh. Pendaki tektok lain mulai bersiap. Di sini ada pergolakan batin: tim memutuskan jalan kaki dari basecamp menuju Pos 2.

Padahal, jiwa saya sudah berteriak ingin naik ojek! Tapi apa daya, demi semangat korsa, saya ikut mendaki tangga warna-warni yang sukses membuat kaki gemetaran sebelum pendakian yang sesungguhnya dimulai.

Kami mulai melangkah pukul 03.15 WIB. Setelah sempat Salat Subuh di dekat shelter mata air, kami tiba di Sunrise Camp tepat pukul 06.00 WIB. Langit emas menyambut kami, dan sesi foto-video pun tak terelakkan.

Tujuan utama kami selanjutnya adalah “Ranu Kumbolo” di area Telaga Wurung. Benar saja, karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, cekungan di sana terisi air hingga membentuk telaga bening yang cantik.

Beberapa pendaki bahkan mendirikan tenda di tepiannya, menciptakan suasana yang memang sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang asli.

Puas menikmati telaga, kami beranjak ke puncak Prau yang kini punya tugu permanen. Karena antrean foto sangat panjang, pembagian tugas dilakukan: para wanita (Anggun dan Calita) mengantre, sementara kami yang laki-laki bertugas jadi “chef” darurat untuk memasak sarapan. Galih dan Lucky makan nasi bungkus, sedangkan saya memasak mi instan (jangan terlalu sering ya).

Perjalanan Pulang: Jalur Baru dan Strategi Cerdas

Pukul 08.15 WIB, kami mulai turun. Di persimpangan jalur lama dan baru, saya memutuskan berpisah dengan rombongan Galih. Saya memilih jalur baru yang lebih landai, dan tentu saja—ini bagian paling cerdas—saya memutuskan naik ojek dari Pos 2 ke basecamp. Maaf ya teman-teman, faktor usia tidak bisa bohong! Xixixi.

Setelah melapor di pos registrasi dan setor sampah, saya sempat menjemur perlengkapan sebentar sebelum Galih dkk muncul. Kami berpisah di sana; Galih salat Jumat di masjid sekitar basecamp, sementara saya meluncur turun ke Wonosobo untuk mengisi daya motor listrik di PLN dan salat Jumat di Masjid Polres.

Menariknya, saat turun, baterai motor listrik saya justru sangat awet karena bantuan regenerative braking di jalanan menurun. Saya tiba di rumah Kebumen pukul 15.30 WIB dengan sisa baterai 18%.

Pendakian ke-11 saya di Prau ini sukses memberikan dua hal: bukti nyata “Ranu Kumbolo” Dieng yang indah, dan pelajaran berharga bahwa motor listrik butuh kasih sayang lebih saat bertemu tanjakan Wadaslintang.

Sampai jumpa di pendakian berikutnya! Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apotek

    Kapan Harus ke Dokter dan Kapan Cukup ke Apotek? Ini Penjelasan PAFI Maluku Tenggara

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 870
    • 0Komentar

    PERNAH bingung harus ke dokter atau apotek ketika merasa tidak enak badan? Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Maluku Tenggara pafimalukutenggarakab.org memberikan penjelasan mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi keduanya. Kapan Harus ke Dokter? Anda perlu segera mengunjungi dokter jika mengalami gejala-gejala berikut: Demam tinggi yang tidak kunjung turun: Demam tinggi dengan penyerta gejala […]

  • Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan menyerahkan bingkisan kepada driver ojol. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Ojol dan Becak Sepi Penumpang, Kapolres Bagikan Bingkisan

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.075
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) pendapatan para driver ojek online (ojol) dan tukang becak menurun. Bagaimana tidak, mobilisasi warga masyarkat turun drastis lantaran sebagian orang berada di rumah sesuai anjuran pemerintah tentang social distancing dan physical distancing. Imbasnya sampai kepada driver ojol dan tukang becak sebagai penyedia jasa angkutan sepi penumpang. […]

  • Rutan Kebumen

    Kamar Rutan Kebumen Digeledah, Begini Hasilnya

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.599
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seluruh kamar di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kebumen digeledah dan dirazia secara mendadak, Selasa 6 April 2021 malam. Polres Kebumen ikut terlibat dalam penggeledahan bersama dengan Kodim 0709 Kebumen dan BNN Kabupaten Banyumas. Razia yang dipimpin oleh Kepala Rutan Kebumen Subiyakto digelar kurang lebih satu jam, mulai Pukul 19.00-20.00 […]

  • Samsat Keliling

    Sambil Olahraga di CFD, Warga Kebumen Antusias Bayar Pajak di Samsat Keliling

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 524
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seperti biasanya, Suasana Car Free Day (CFD) di Alun-alun Pancasila Kebumen pada Minggu pagi 2 Nopember 2025 selalu ramai oleh warga. Selain olahraga dan menikmati jajanan kuliner, warga juga memanfaatkan layanan Samsat Keliling untuk membayar pajak kendaraan bermotor tahunan. Samsat Keliling yang digelar oleh Satlantas Polres Kebumen ini menjadi daya tarik tersendiri […]

  • CFD

    Inovasi Pemkab Kebumen: Putar Lagu Indonesia Raya di Setiap Jam 10, CFD dan CFN Jadi Daya Tarik Baru

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.647
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –Pemerintah Kabupaten Kebumen secara resmi meluncurkan program Car Free Day (CFD), Car Free Night (CFN), dan pemutaran serentak lagu kebangsaan “Indonesia Raya” di berbagai ruang publik, Minggu 4 Mei 2025. Acara launching yang dipusatkan di jantung kota Kebumen ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Bupati Zaeni Miftah, jajaran Forkopimda, para […]

  • Bank Jateng

    Gowes Bersama, Bank Jateng Bantu Relokasi Lima Rumah Korban Tanah Longsor Kebumen Rp 100 Juta

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.040
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bank Jateng menyerahkan CSR sebesar Rp 100 juta untuk relokasi lima rumah korban tanah longsor di Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen. Bantuan diserahkan dalam rangkaian Gowes Bersama Dirut Bank Jateng dan Forkopimda Kebumen. Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Ony Suharsono kepada Bupati Kebumen H Arif […]

expand_less