Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
  • visibility 716
  • comment 0 komentar

PENASARAN dengan fenomena “Ranu Kumbolo” di Gunung Prau yang viral karena curah hujan, saya memutuskan memanfaatkan libur pasca-Lebaran Idulfitri untuk membuktikannya sendiri. Cekungan tanah yang terisi air hujan di puncak kabarnya menciptakan pemandangan epik yang mirip dengan danau ikonik di Semeru tersebut.

Sejujurnya, pendakian kali ini adalah bentuk “pelarian” murni dari hiruk-pikuk harian. Mengingat tahun 2025 saya hanya sempat naik gunung sekali (padahal biasanya bisa 3 kali setahun), raga ini sudah menuntut haknya untuk menghirup oksigen tipis-tipis.

City light Dieng dari jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. (Foto: Hari)

Rencana awal yang tadinya sendirian berubah jadi rombongan setelah saya mengunggah story IG. Galih, alumni Gaspala yang kini kuliah di Untidar, mengajak saya bergabung dengan kawan-kawannya.

Awalnya saya ragu, karena jadwal “tektok” (naik-turun langsung) di hari Jumat menuntut perhitungan waktu yang presisi agar tetap bisa menunaikan Salat Jumat. Namun, demi menghindari keramaian akhir pekan, akhirnya saya mengiyakan.

Kamis, 2 April 2026: Drama Baterai dan Kalkulasi yang Meleset

Pagi hari saya mulai packing. Meski niatnya tektok, perlengkapan standar tetap wajib dibawa. Di sini petualangan dimulai. Saya berangkat dari Kebumen menggunakan motor listrik, dengan kalkulasi di atas kertas sanggup mencapai PLN Wonosobo (jarak +- 70 km) dengan sekali pengisian.

Namun, teori memang sering kali dikhianati realita.

Memasuki wilayah Padureso hingga Wadaslintang, aspal mulai “menolak datar”. Tanjakan demi tanjakan ditambah hujan deras membuat persentase baterai terjun bebas. Saat sampai di perempatan Sawangan, Leksono, baterai sisa 12%. Jarak ke PLN masih lumayan. Akhirnya, saya menyerah pada mode 1 dengan kecepatan “siput” 30 km/jam.

Nahas, 200 meter sebelum sampai gerbang PLN, baterai menunjukkan angka 0%. Demi kesehatan sel baterai (dan gengsi), saya turun dan menggunakan “mode dorong”. Benar-benar hitungan yang meleset! Untungnya, pelayanan PLN Wonosobo sangat ramah. Sambil menunggu fast charging selama 2,5 jam, saya bisa istirahat di lounge sambil menikmati kopi gratis.

Pukul 20.10 WIB, saya tiba di Basecamp Patak Banteng. Setelah registrasi seharga Rp35.000, saya memilih tidur lebih dulu karena Galih dan tim (Lucky, Anggun, dan Calita) baru meluncur dari Magelang pukul 22.00 WIB.

Jumat, 3 April 2026: Korsa yang Menyakitkan dan Pesona Telaga

Pukul 02.00 WIB, suasana basecamp mulai gaduh. Pendaki tektok lain mulai bersiap. Di sini ada pergolakan batin: tim memutuskan jalan kaki dari basecamp menuju Pos 2.

Padahal, jiwa saya sudah berteriak ingin naik ojek! Tapi apa daya, demi semangat korsa, saya ikut mendaki tangga warna-warni yang sukses membuat kaki gemetaran sebelum pendakian yang sesungguhnya dimulai.

Kami mulai melangkah pukul 03.15 WIB. Setelah sempat Salat Subuh di dekat shelter mata air, kami tiba di Sunrise Camp tepat pukul 06.00 WIB. Langit emas menyambut kami, dan sesi foto-video pun tak terelakkan.

Tujuan utama kami selanjutnya adalah “Ranu Kumbolo” di area Telaga Wurung. Benar saja, karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, cekungan di sana terisi air hingga membentuk telaga bening yang cantik.

Beberapa pendaki bahkan mendirikan tenda di tepiannya, menciptakan suasana yang memang sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang asli.

Puas menikmati telaga, kami beranjak ke puncak Prau yang kini punya tugu permanen. Karena antrean foto sangat panjang, pembagian tugas dilakukan: para wanita (Anggun dan Calita) mengantre, sementara kami yang laki-laki bertugas jadi “chef” darurat untuk memasak sarapan. Galih dan Lucky makan nasi bungkus, sedangkan saya memasak mi instan (jangan terlalu sering ya).

Perjalanan Pulang: Jalur Baru dan Strategi Cerdas

Pukul 08.15 WIB, kami mulai turun. Di persimpangan jalur lama dan baru, saya memutuskan berpisah dengan rombongan Galih. Saya memilih jalur baru yang lebih landai, dan tentu saja—ini bagian paling cerdas—saya memutuskan naik ojek dari Pos 2 ke basecamp. Maaf ya teman-teman, faktor usia tidak bisa bohong! Xixixi.

Setelah melapor di pos registrasi dan setor sampah, saya sempat menjemur perlengkapan sebentar sebelum Galih dkk muncul. Kami berpisah di sana; Galih salat Jumat di masjid sekitar basecamp, sementara saya meluncur turun ke Wonosobo untuk mengisi daya motor listrik di PLN dan salat Jumat di Masjid Polres.

Menariknya, saat turun, baterai motor listrik saya justru sangat awet karena bantuan regenerative braking di jalanan menurun. Saya tiba di rumah Kebumen pukul 15.30 WIB dengan sisa baterai 18%.

Pendakian ke-11 saya di Prau ini sukses memberikan dua hal: bukti nyata “Ranu Kumbolo” Dieng yang indah, dan pelajaran berharga bahwa motor listrik butuh kasih sayang lebih saat bertemu tanjakan Wadaslintang.

Sampai jumpa di pendakian berikutnya! Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penemuan Mayat

    Cium Bau Busuk, Pencari Rumput di Karanganyar Temukan Mayat

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.752
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pencari rumput mencium bau busuk saat mencari rumput di pinggir Sungai Kethek, Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Sabtu 27 Nopember 2021. Betapa terkejut Madsumija (68), nama pencari rumput itu saat mengetahui bahwa bau busuk tersebut bersumber dari sesosok mayat yang tergeletak di pinggir sungai. Mayat itu berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan […]

  • Hangatkan Ramadan, Polres Kebumen Gelar Buka Puasa Bersama Tahanan

    Hangatkan Ramadan, Polres Kebumen Gelar Buka Puasa Bersama Tahanan

    • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 478
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Polres Kebumen menggelar acara buka puasa bersama dengan 31 tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kebumen, Selasa, 4 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, memberikan motivasi, dan semangat kepada para tahanan dalam menjalani proses hukum. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam acara […]

  • Cek Harga Beras di Swalayan dan Pasar, Ini Hasil Pemantauan Polres Kebumen dan Bapanas

    Cek Harga Beras di Swalayan dan Pasar, Ini Hasil Pemantauan Polres Kebumen dan Bapanas

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 566
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) memantau stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar tradisional dan pasar modern Kebumen, Kamis 23 Oktober 2025. Adapun pemantauan ini dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia, sekaligus untuk memastikan masyarakat tidak panik dan pedagang mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sejumlah pejabat […]

  • Polsek Gombong

    Polsek Gombong Bakal Gelar Vaksinasi Berhadiah Beras dan Sepeda

    • calendar_month Kam, 9 Des 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.570
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Kabar gembira bagi warga masyarakat Gombong dan sekitarnya yang belum mengikuti vaksinasi. Bagaimana tidak, Polsek Gombong Polres Kebumen bakal menggelar vaksinasi massal istimewa. Vaksinasi massal bertajuk “Gerai Vaksin Presisi” yang akan digelar di Lapangan Manunggal Gombong, Minggu 12 Desember 2021 itu berbeda dengan vaksinasi pada umumnya. Setiap peserta vaksinasi akan membawa pulang […]

  • Gedung SKCK Baru Polres Kebumen, Target September 2025

    Gedung SKCK Baru Polres Kebumen, Target September 2025

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 882
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Komitmen Polres Kebumen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali ditunjukkan dengan dimulainya pembangunan gedung baru untuk pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Peletakan batu pertama pembangunan gedung berlangsung Kamis 19 Juni 2025, menandai babak baru bagi warga Kebumen dalam mengakses layanan ini. Gedung baru yang rencananya akan diberi nama “Tatag Trawang Tungga” […]

  • BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara Mencatat Kejadian Gempabumi di Jawa Tengah Sepanjang 2023, Berikut Rinciannya

    BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara Mencatat Kejadian Gempabumi di Jawa Tengah Sepanjang 2023, Berikut Rinciannya

    • calendar_month Kam, 28 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.853
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara merilis peta seismisitas/persebaran gempa yang dituangkan dalam bentuk kaleidoskop gempabumi di Jawa Tengah sepanjang tahun 2023. Hal ini dikarenakan Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang memiliki patahan atau sesar aktif di darat, di antaranya Sesar Baribis-Kendeng, Ungaran 1, Ungaran 2, Pati/Lasem, Muria, Ajibarang, dan Merapi-Merbabu. Baca juga: Hadiri […]

expand_less