Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
  • visibility 841
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PENASARAN dengan fenomena “Ranu Kumbolo” di Gunung Prau yang viral karena curah hujan, saya memutuskan memanfaatkan libur pasca-Lebaran Idulfitri untuk membuktikannya sendiri. Cekungan tanah yang terisi air hujan di puncak kabarnya menciptakan pemandangan epik yang mirip dengan danau ikonik di Semeru tersebut.

Sejujurnya, pendakian kali ini adalah bentuk “pelarian” murni dari hiruk-pikuk harian. Mengingat tahun 2025 saya hanya sempat naik gunung sekali (padahal biasanya bisa 3 kali setahun), raga ini sudah menuntut haknya untuk menghirup oksigen tipis-tipis.

City light Dieng dari jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. (Foto: Hari)

Rencana awal yang tadinya sendirian berubah jadi rombongan setelah saya mengunggah story IG. Galih, alumni Gaspala yang kini kuliah di Untidar, mengajak saya bergabung dengan kawan-kawannya.

Awalnya saya ragu, karena jadwal “tektok” (naik-turun langsung) di hari Jumat menuntut perhitungan waktu yang presisi agar tetap bisa menunaikan Salat Jumat. Namun, demi menghindari keramaian akhir pekan, akhirnya saya mengiyakan.

Kamis, 2 April 2026: Drama Baterai dan Kalkulasi yang Meleset

Pagi hari saya mulai packing. Meski niatnya tektok, perlengkapan standar tetap wajib dibawa. Di sini petualangan dimulai. Saya berangkat dari Kebumen menggunakan motor listrik, dengan kalkulasi di atas kertas sanggup mencapai PLN Wonosobo (jarak +- 70 km) dengan sekali pengisian.

Namun, teori memang sering kali dikhianati realita.

Memasuki wilayah Padureso hingga Wadaslintang, aspal mulai “menolak datar”. Tanjakan demi tanjakan ditambah hujan deras membuat persentase baterai terjun bebas. Saat sampai di perempatan Sawangan, Leksono, baterai sisa 12%. Jarak ke PLN masih lumayan. Akhirnya, saya menyerah pada mode 1 dengan kecepatan “siput” 30 km/jam.

Nahas, 200 meter sebelum sampai gerbang PLN, baterai menunjukkan angka 0%. Demi kesehatan sel baterai (dan gengsi), saya turun dan menggunakan “mode dorong”. Benar-benar hitungan yang meleset! Untungnya, pelayanan PLN Wonosobo sangat ramah. Sambil menunggu fast charging selama 2,5 jam, saya bisa istirahat di lounge sambil menikmati kopi gratis.

Pukul 20.10 WIB, saya tiba di Basecamp Patak Banteng. Setelah registrasi seharga Rp35.000, saya memilih tidur lebih dulu karena Galih dan tim (Lucky, Anggun, dan Calita) baru meluncur dari Magelang pukul 22.00 WIB.

Jumat, 3 April 2026: Korsa yang Menyakitkan dan Pesona Telaga

Pukul 02.00 WIB, suasana basecamp mulai gaduh. Pendaki tektok lain mulai bersiap. Di sini ada pergolakan batin: tim memutuskan jalan kaki dari basecamp menuju Pos 2.

Padahal, jiwa saya sudah berteriak ingin naik ojek! Tapi apa daya, demi semangat korsa, saya ikut mendaki tangga warna-warni yang sukses membuat kaki gemetaran sebelum pendakian yang sesungguhnya dimulai.

Kami mulai melangkah pukul 03.15 WIB. Setelah sempat Salat Subuh di dekat shelter mata air, kami tiba di Sunrise Camp tepat pukul 06.00 WIB. Langit emas menyambut kami, dan sesi foto-video pun tak terelakkan.

Tujuan utama kami selanjutnya adalah “Ranu Kumbolo” di area Telaga Wurung. Benar saja, karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, cekungan di sana terisi air hingga membentuk telaga bening yang cantik.

Beberapa pendaki bahkan mendirikan tenda di tepiannya, menciptakan suasana yang memang sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang asli.

Puas menikmati telaga, kami beranjak ke puncak Prau yang kini punya tugu permanen. Karena antrean foto sangat panjang, pembagian tugas dilakukan: para wanita (Anggun dan Calita) mengantre, sementara kami yang laki-laki bertugas jadi “chef” darurat untuk memasak sarapan. Galih dan Lucky makan nasi bungkus, sedangkan saya memasak mi instan (jangan terlalu sering ya).

Perjalanan Pulang: Jalur Baru dan Strategi Cerdas

Pukul 08.15 WIB, kami mulai turun. Di persimpangan jalur lama dan baru, saya memutuskan berpisah dengan rombongan Galih. Saya memilih jalur baru yang lebih landai, dan tentu saja—ini bagian paling cerdas—saya memutuskan naik ojek dari Pos 2 ke basecamp. Maaf ya teman-teman, faktor usia tidak bisa bohong! Xixixi.

Setelah melapor di pos registrasi dan setor sampah, saya sempat menjemur perlengkapan sebentar sebelum Galih dkk muncul. Kami berpisah di sana; Galih salat Jumat di masjid sekitar basecamp, sementara saya meluncur turun ke Wonosobo untuk mengisi daya motor listrik di PLN dan salat Jumat di Masjid Polres.

Menariknya, saat turun, baterai motor listrik saya justru sangat awet karena bantuan regenerative braking di jalanan menurun. Saya tiba di rumah Kebumen pukul 15.30 WIB dengan sisa baterai 18%.

Pendakian ke-11 saya di Prau ini sukses memberikan dua hal: bukti nyata “Ranu Kumbolo” Dieng yang indah, dan pelajaran berharga bahwa motor listrik butuh kasih sayang lebih saat bertemu tanjakan Wadaslintang.

Sampai jumpa di pendakian berikutnya! Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kemampuan Literasi untuk Perbaiki Rapor Pendidikan, SMAN 1 Kebumen Gelar Workshop Reportase

    Tingkatkan Kemampuan Literasi untuk Perbaiki Rapor Pendidikan, SMAN 1 Kebumen Gelar Workshop Reportase

    • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.956
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Berdasarkan rapor pendidikan 2023, terdapat salah satu indikator yaitu kemampuan literasi peserta didik yang mengalami penurunan di tingkat SMA/SMK/MA sederajat. Tidak terkecuali bagi sekolah di wilayah Kabupaten Kebumen. Atas dasar tadi, Kepala SMAN 1 Kebumen Rachmat Priyono melalui Waka Humas Slamet Pramono menjelaskan bahwa pihaknya berupaya menguatkan kemampuan literasi peserta didiknya melalui […]

  • Tega Cabuli Adik Kandungnya, Pemuda Ini Dibekuk Polisi

    Tega Cabuli Adik Kandungnya, Pemuda Ini Dibekuk Polisi

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 30.565
    • 0Komentar

    ROWOKELE (KebumenUpdate) – Seorang pemuda asal desa di Kecamatan Rowokele, Kebumen harus meringkuk di balik jeruji besi tahanan Mapolres Kebumen. Pemuda berinisial AA (21) itu disangka melakukan tindak pencabulan terhadap adik kandungnya sendiri yang masih kelas 6 SD atau berusia 12 tahun. Peristiwa itu terjadi pada 29 April 2019 sekira pukul 13.00 wib di rumah […]

  • Wabup Kebumen Arif Sugiyanto bersama Government Project Bank Mandiri Sugiarto meninjau lokasi SPBT. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Sempat Molor, Pembangunan SPBT di Desa Kaliputih Segera Dimulai

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.340
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Setelah sempat molor sekitar delapan bulan, akhirnya pembangunan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen akan segera dimulai. Saat ini, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Pertamina (Persero) tersebut masih dalam proses tender. Kepastian informasi tersebut disampaikan oleh Government Project Bank […]

  • Balita

    Bermain Terlalu Jauh, Balita Tiga Tahun Ini Nyaris Hilang Saat Ikut Ibunya Kerja

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.105
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Cidan balita berusia tiga tahun warga Desa Ambal Kliwonan Kecamatan Ambal hampir saja hilang. Itu setelah dia ikut kerja ibunya Nurfatimah di Desa Mekarsari Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Tanpa pengawasan ibunya, balita pemberani itu bermain terlalu jauh hingga lupa arah kembali, Jumat 6 Agustus 2021. Bocah itu nampak kebingungan saat dia bermain di […]

  • Grand Kolopaking

    Gowes Grand Kolopaking X CCG Folding Bike 2021, Bangkitkan Pariwisata Kebumen

    • calendar_month Ming, 11 Apr 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.591
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ratusan penggemar sepeda lipat menyemarakkan event Grand Kolopaking X CCG Folding Bike 2021, Minggu 11 April 2021. Gowes yang dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono SH itu digelar dalam rangka perkenalan rebranding Moetel By Dafam menjadi Grand Kolopaking Hotel. Para peserta gowes tidak hanya berasal dari Kebumen saja. […]

  • Puluhan knalpot racing diamankan Satlantas Polres Kebumen. (Foto: Istimewa)

    Bikin Suara Bising, Polisi Razia 74 Motor Berknalpot Racing

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.680
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Perhatian bagi para pemilik sepeda motor yang menggunakan knalpot racing alias knalpot “brong”. Pasalnya, Polres Kebumen sedang mengencarkan razia terhadap sepeda motor dengan knalpot non standar pabrikan. Selama empat hari puluhan sepeda motor dengan knalpot “brong” terjaring razia Satlantas Polres Kebumen. Razia dilakukan secara hunting sistem yaitu saat anggota melaksanakan patroli dan […]

expand_less