Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Travel » Destinasi » Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
  • visibility 451
  • comment 0 komentar

PENASARAN dengan fenomena “Ranu Kumbolo” di Gunung Prau yang viral karena curah hujan, saya memutuskan memanfaatkan libur pasca-Lebaran Idulfitri untuk membuktikannya sendiri. Cekungan tanah yang terisi air hujan di puncak kabarnya menciptakan pemandangan epik yang mirip dengan danau ikonik di Semeru tersebut.

Sejujurnya, pendakian kali ini adalah bentuk “pelarian” murni dari hiruk-pikuk harian. Mengingat tahun 2025 saya hanya sempat naik gunung sekali (padahal biasanya bisa 3 kali setahun), raga ini sudah menuntut haknya untuk menghirup oksigen tipis-tipis.

City light Dieng dari jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. (Foto: Hari)

Rencana awal yang tadinya sendirian berubah jadi rombongan setelah saya mengunggah story IG. Galih, alumni Gaspala yang kini kuliah di Untidar, mengajak saya bergabung dengan kawan-kawannya.

Awalnya saya ragu, karena jadwal “tektok” (naik-turun langsung) di hari Jumat menuntut perhitungan waktu yang presisi agar tetap bisa menunaikan Salat Jumat. Namun, demi menghindari keramaian akhir pekan, akhirnya saya mengiyakan.

Kamis, 2 April 2026: Drama Baterai dan Kalkulasi yang Meleset

Pagi hari saya mulai packing. Meski niatnya tektok, perlengkapan standar tetap wajib dibawa. Di sini petualangan dimulai. Saya berangkat dari Kebumen menggunakan motor listrik, dengan kalkulasi di atas kertas sanggup mencapai PLN Wonosobo (jarak +- 70 km) dengan sekali pengisian.

Namun, teori memang sering kali dikhianati realita.

Memasuki wilayah Padureso hingga Wadaslintang, aspal mulai “menolak datar”. Tanjakan demi tanjakan ditambah hujan deras membuat persentase baterai terjun bebas. Saat sampai di perempatan Sawangan, Leksono, baterai sisa 12%. Jarak ke PLN masih lumayan. Akhirnya, saya menyerah pada mode 1 dengan kecepatan “siput” 30 km/jam.

Nahas, 200 meter sebelum sampai gerbang PLN, baterai menunjukkan angka 0%. Demi kesehatan sel baterai (dan gengsi), saya turun dan menggunakan “mode dorong”. Benar-benar hitungan yang meleset! Untungnya, pelayanan PLN Wonosobo sangat ramah. Sambil menunggu fast charging selama 2,5 jam, saya bisa istirahat di lounge sambil menikmati kopi gratis.

Pukul 20.10 WIB, saya tiba di Basecamp Patak Banteng. Setelah registrasi seharga Rp35.000, saya memilih tidur lebih dulu karena Galih dan tim (Lucky, Anggun, dan Calita) baru meluncur dari Magelang pukul 22.00 WIB.

Jumat, 3 April 2026: Korsa yang Menyakitkan dan Pesona Telaga

Pukul 02.00 WIB, suasana basecamp mulai gaduh. Pendaki tektok lain mulai bersiap. Di sini ada pergolakan batin: tim memutuskan jalan kaki dari basecamp menuju Pos 2.

Padahal, jiwa saya sudah berteriak ingin naik ojek! Tapi apa daya, demi semangat korsa, saya ikut mendaki tangga warna-warni yang sukses membuat kaki gemetaran sebelum pendakian yang sesungguhnya dimulai.

Kami mulai melangkah pukul 03.15 WIB. Setelah sempat Salat Subuh di dekat shelter mata air, kami tiba di Sunrise Camp tepat pukul 06.00 WIB. Langit emas menyambut kami, dan sesi foto-video pun tak terelakkan.

Tujuan utama kami selanjutnya adalah “Ranu Kumbolo” di area Telaga Wurung. Benar saja, karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, cekungan di sana terisi air hingga membentuk telaga bening yang cantik.

Beberapa pendaki bahkan mendirikan tenda di tepiannya, menciptakan suasana yang memang sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang asli.

Puas menikmati telaga, kami beranjak ke puncak Prau yang kini punya tugu permanen. Karena antrean foto sangat panjang, pembagian tugas dilakukan: para wanita (Anggun dan Calita) mengantre, sementara kami yang laki-laki bertugas jadi “chef” darurat untuk memasak sarapan. Galih dan Lucky makan nasi bungkus, sedangkan saya memasak mi instan (jangan terlalu sering ya).

Perjalanan Pulang: Jalur Baru dan Strategi Cerdas

Pukul 08.15 WIB, kami mulai turun. Di persimpangan jalur lama dan baru, saya memutuskan berpisah dengan rombongan Galih. Saya memilih jalur baru yang lebih landai, dan tentu saja—ini bagian paling cerdas—saya memutuskan naik ojek dari Pos 2 ke basecamp. Maaf ya teman-teman, faktor usia tidak bisa bohong! Xixixi.

Setelah melapor di pos registrasi dan setor sampah, saya sempat menjemur perlengkapan sebentar sebelum Galih dkk muncul. Kami berpisah di sana; Galih salat Jumat di masjid sekitar basecamp, sementara saya meluncur turun ke Wonosobo untuk mengisi daya motor listrik di PLN dan salat Jumat di Masjid Polres.

Menariknya, saat turun, baterai motor listrik saya justru sangat awet karena bantuan regenerative braking di jalanan menurun. Saya tiba di rumah Kebumen pukul 15.30 WIB dengan sisa baterai 18%.

Pendakian ke-11 saya di Prau ini sukses memberikan dua hal: bukti nyata “Ranu Kumbolo” Dieng yang indah, dan pelajaran berharga bahwa motor listrik butuh kasih sayang lebih saat bertemu tanjakan Wadaslintang.

Sampai jumpa di pendakian berikutnya! Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Etika Bisnis dalam Pengelolaan Industri Minyak dan Gas

    Etika Bisnis dalam Pengelolaan Industri Minyak dan Gas

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.855
    • 0Komentar

    INDUSTRI minyak dan gas merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian global, menyediakan energi yang mendukung hampir setiap aspek kehidupan modern. Namun, industri ini juga menghadapi tantangan besar dalam hal keberlanjutan, dampak lingkungan, dan tata kelola perusahaan. Industri minyak dan gas berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca, polusi, dan perubahan iklim, sehingga memerlukan transisi […]

  • Senyum Ramadan Bareng Biyunge, Bupati Lilis Nuryani Berbagi Berkah untuk Ratusan Warga Gombong

    Senyum Ramadan Bareng Biyunge, Bupati Lilis Nuryani Berbagi Berkah untuk Ratusan Warga Gombong

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 330
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terus digelorakan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen. Melalui kegiatan “Senyum Ramadan Bareng Biyunge”, Bupati Lilis Nuryani menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Gombong ini dihadiri oleh Asisten Sekda, pimpinan OPD, Forum BUMD, Forkopimcam Gombong, serta para penerima manfaat. […]

  • Workshop dan Media Gathering BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI Datangi Klinik Pratama Eny

    Workshop dan Media Gathering BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI Datangi Klinik Pratama Eny

    • calendar_month Sel, 11 Jun 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.994
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (KebumenUpdate.com) – Pada kegiatan Workshop dan Media Gathering BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI Tahun 2024, salah satu klinik FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) di Yogyakarta dikunjungi peserta workshop karena dinilai unik. Adalah Klinik Pratama Eny, beralamat di Mojosari Raya Kalurahan Baturetno Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul dengan pendekatan melalui kesenian wayang dan serandhul sebagai media […]

  • Petugas damkar melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Soetoyo. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Penyemprotan Serentak di 26 Kecamatan, Habiskan 30.000 Liter Disinfektan

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.078
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menghadapi Pandemi Corona (Covid-19) Pemkab Kebumen melakukan Gerakan Penyemprotan Massal Disinfektan Mandiri (GMPDM), Jumat 27 Maret 2020. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk 26 tim khusus yang diterjunkan langsung ke 26 kecamatan. Tak hanya itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH) menyiapkan 30.000 liter disinfektan yang diproduksi sendiri. Disinfektan […]

  • Tenggelam

    Tiga Bocah dan Satu Lansia Meninggal Akibat Tenggelam

    • calendar_month Kam, 5 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.784
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pada musim libur lebaran ini, kecelakaan air menyebabkan timbulnya korban jiwa. Tiga bocah dan satu orang lanjut usia (lansia) meninggal dunia akibat tenggelam di tiga lokasi yang berbeda. Peristiwa pertama, seorang bocah berinisial DV (12) warga Gentasari Kebayeman Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap terbawa arus muara Kali Ijo ditemukan dalam keadaan meninggal […]

  • Jembatan Desa Kedungjati,

    Diusulkan Sejak 1984, Jembatan Desa Kedungjati Akhirnya Dibangun

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.799
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate.com) – Harapan warga Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen untuk memiliki jembatan untuk menghubungkan wilayah desanya akhirnya terwujud. Hal itu setelah Pemkab Kebumen membangun jembatan di atas Sungai Kemit yang membelah wilayah desa tersebut. Ya, wilayah Desa Kedungjati secara geografis dipisahkan oleh sungai Kemit. Sehingga warganya kesulitan jika ingin melaksanakan aktivitas, karena harus […]

expand_less