Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

Seperti Ini Penampakan Ranu Kumbolo-nya Gunung Prau

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
  • visibility 1.019
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PENASARAN dengan fenomena “Ranu Kumbolo” di Gunung Prau yang viral karena curah hujan, saya memutuskan memanfaatkan libur pasca-Lebaran Idulfitri untuk membuktikannya sendiri. Cekungan tanah yang terisi air hujan di puncak kabarnya menciptakan pemandangan epik yang mirip dengan danau ikonik di Semeru tersebut.

Sejujurnya, pendakian kali ini adalah bentuk “pelarian” murni dari hiruk-pikuk harian. Mengingat tahun 2025 saya hanya sempat naik gunung sekali (padahal biasanya bisa 3 kali setahun), raga ini sudah menuntut haknya untuk menghirup oksigen tipis-tipis.

City light Dieng dari jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. (Foto: Hari)

Rencana awal yang tadinya sendirian berubah jadi rombongan setelah saya mengunggah story IG. Galih, alumni Gaspala yang kini kuliah di Untidar, mengajak saya bergabung dengan kawan-kawannya.

Awalnya saya ragu, karena jadwal “tektok” (naik-turun langsung) di hari Jumat menuntut perhitungan waktu yang presisi agar tetap bisa menunaikan Salat Jumat. Namun, demi menghindari keramaian akhir pekan, akhirnya saya mengiyakan.

Kamis, 2 April 2026: Drama Baterai dan Kalkulasi yang Meleset

Pagi hari saya mulai packing. Meski niatnya tektok, perlengkapan standar tetap wajib dibawa. Di sini petualangan dimulai. Saya berangkat dari Kebumen menggunakan motor listrik, dengan kalkulasi di atas kertas sanggup mencapai PLN Wonosobo (jarak +- 70 km) dengan sekali pengisian.

Namun, teori memang sering kali dikhianati realita.

Memasuki wilayah Padureso hingga Wadaslintang, aspal mulai “menolak datar”. Tanjakan demi tanjakan ditambah hujan deras membuat persentase baterai terjun bebas. Saat sampai di perempatan Sawangan, Leksono, baterai sisa 12%. Jarak ke PLN masih lumayan. Akhirnya, saya menyerah pada mode 1 dengan kecepatan “siput” 30 km/jam.

Nahas, 200 meter sebelum sampai gerbang PLN, baterai menunjukkan angka 0%. Demi kesehatan sel baterai (dan gengsi), saya turun dan menggunakan “mode dorong”. Benar-benar hitungan yang meleset! Untungnya, pelayanan PLN Wonosobo sangat ramah. Sambil menunggu fast charging selama 2,5 jam, saya bisa istirahat di lounge sambil menikmati kopi gratis.

Pukul 20.10 WIB, saya tiba di Basecamp Patak Banteng. Setelah registrasi seharga Rp35.000, saya memilih tidur lebih dulu karena Galih dan tim (Lucky, Anggun, dan Calita) baru meluncur dari Magelang pukul 22.00 WIB.

Jumat, 3 April 2026: Korsa yang Menyakitkan dan Pesona Telaga

Pukul 02.00 WIB, suasana basecamp mulai gaduh. Pendaki tektok lain mulai bersiap. Di sini ada pergolakan batin: tim memutuskan jalan kaki dari basecamp menuju Pos 2.

Padahal, jiwa saya sudah berteriak ingin naik ojek! Tapi apa daya, demi semangat korsa, saya ikut mendaki tangga warna-warni yang sukses membuat kaki gemetaran sebelum pendakian yang sesungguhnya dimulai.

Kami mulai melangkah pukul 03.15 WIB. Setelah sempat Salat Subuh di dekat shelter mata air, kami tiba di Sunrise Camp tepat pukul 06.00 WIB. Langit emas menyambut kami, dan sesi foto-video pun tak terelakkan.

Tujuan utama kami selanjutnya adalah “Ranu Kumbolo” di area Telaga Wurung. Benar saja, karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, cekungan di sana terisi air hingga membentuk telaga bening yang cantik.

Beberapa pendaki bahkan mendirikan tenda di tepiannya, menciptakan suasana yang memang sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang asli.

Puas menikmati telaga, kami beranjak ke puncak Prau yang kini punya tugu permanen. Karena antrean foto sangat panjang, pembagian tugas dilakukan: para wanita (Anggun dan Calita) mengantre, sementara kami yang laki-laki bertugas jadi “chef” darurat untuk memasak sarapan. Galih dan Lucky makan nasi bungkus, sedangkan saya memasak mi instan (jangan terlalu sering ya).

Perjalanan Pulang: Jalur Baru dan Strategi Cerdas

Pukul 08.15 WIB, kami mulai turun. Di persimpangan jalur lama dan baru, saya memutuskan berpisah dengan rombongan Galih. Saya memilih jalur baru yang lebih landai, dan tentu saja—ini bagian paling cerdas—saya memutuskan naik ojek dari Pos 2 ke basecamp. Maaf ya teman-teman, faktor usia tidak bisa bohong! Xixixi.

Setelah melapor di pos registrasi dan setor sampah, saya sempat menjemur perlengkapan sebentar sebelum Galih dkk muncul. Kami berpisah di sana; Galih salat Jumat di masjid sekitar basecamp, sementara saya meluncur turun ke Wonosobo untuk mengisi daya motor listrik di PLN dan salat Jumat di Masjid Polres.

Menariknya, saat turun, baterai motor listrik saya justru sangat awet karena bantuan regenerative braking di jalanan menurun. Saya tiba di rumah Kebumen pukul 15.30 WIB dengan sisa baterai 18%.

Pendakian ke-11 saya di Prau ini sukses memberikan dua hal: bukti nyata “Ranu Kumbolo” Dieng yang indah, dan pelajaran berharga bahwa motor listrik butuh kasih sayang lebih saat bertemu tanjakan Wadaslintang.

Sampai jumpa di pendakian berikutnya! Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serahterima rekomendasi PKB kepada Arif-Rista. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    PKB Akhirnya Deklarasi, Zaini Miftah: Arif-Rista Seperti Barista

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.448
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Setelah sempat tertunda, DPC PKB Kebumen akhirnya menggelar deklarasi dukungan terhadap H Arif Sugiyanto dan Hj Ristawati Purwaningsih SST MM sebagai calon bupati dan calon wakil bupati. Deklarasi dukungan Arif-Rista dilaksanakan di Mexolie Hotel Kebumen, Kamis 14 Agustus 2020. Deklarasi ini semakin membulatkan sembilan parpol yang memiliki kursi di DPRD Kebumen untuk […]

  • BPJS Kesehatan Jamin Akses JKN Hingga Pelosok, 98,45% Penduduk Terlindungi

    BPJS Kesehatan Jamin Akses JKN Hingga Pelosok, 98,45% Penduduk Terlindungi

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 760
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – BPJS Kesehatan terus memperluas jangkauan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan. Melalui berbagai inovasi dan kerja sama, sepanjang tahun 2024, BPJS Kesehatan berhasil mendekatkan layanan JKN kepada masyarakat. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, pada acara Public Expose: Pengelolaan Program […]

  • Warung Kopi Milik Warga Pekunden Kutowinangun Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Juta

    Warung Kopi Milik Warga Pekunden Kutowinangun Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Juta

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 350
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) — Sebuah warung kopi milik Dwi Rejeki (42), warga Dusun Pekunden RT 01 RW 01, Desa Pekunden, Kecamatan Kutowinangun, ludes terbakar pada Kamis dini hari, 23 Juli 2026. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa kebakaran […]

  • Pulang Dari Pasar, Pejalan Kaki Tertemper Kereta Joglosemarkerto

    Pulang Dari Pasar, Pejalan Kaki Tertemper Kereta Joglosemarkerto

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 983
    • 0Komentar

    PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Usai pulang dari pasar, seorang pejalan kaki inisial WN warga Desa Mrentul, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, dilaporkan meninggal dunia tertemper Kereta Api Joglosemarkerto di Desa Kabekelan, Kecamatan Prembun. Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto menjelaskan bahwa perempuan 48 tahun tersebut tertemper KA 167 Joglosemarkerto sekitar pukul 08.16 WIB […]

  • STIE Putra Bangsa

    Teken MoU, Pemkab Kebumen-STIE Putra Bangsa Kerjasama Bidang Pendidikan Hingga Penanggulangan Kemiskinan

    • calendar_month Kam, 1 Apr 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.299
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Bangsa. Kerjasama dilakukan terkait pendidikan, riset/penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Penandatangan nota kesepahaman bersama (MoU) dilakukan oleh Bupati Kebumen H Arif Sugianto SH dengan Ketua STIE Putra Bangsa Dr Gunarso Wiwoho SE MM di Pendopo Rumah Dinas […]

  • Jalan Guyangan

    Jalan Guyangan-Petanahan Sering Rusak, Ternyata Ini Masalahnya

    • calendar_month Sab, 11 Des 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.973
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kerusakan ruas Jalan Guyangan-Petanahan Kebumen seperti kejar-kejaran. Saat di sisi selatan sedang dibangun, jalur yang menghubungkan jalan nasional dengan Jalan Lintas Selatan-selatan (JLSS) itu sudah rusak di sisi utara. Seperti diberitakan Suara Merdeka, Sabtu 11 Desember 2021 jalan yang rusak parah terdapat di sisi utara. Kendaraan dari arah Gombong menuju Yogyakarta yang […]

expand_less