Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (1)
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 1 Sep 2023
- visibility 3.441
- comment 0 komentar

Pemandangan dari puncak Bukit Pranji. (Foto: Hari)
Kembali ke perjalanan. Ada perubahan pada akses jalan kaki menuju Bukit Pranji. Jika dulu dari pertigaan rumah terakhir –kami menyebutnya begitu– lalu mulai masuk hutan. Namun kali ini akses menuju Bukit Pranji telah dibuatkan jalur dengan rabat beton.
“Badhe teng pundi mas (Mau ke mana mas)?” sapa warga setempat, ketika saya sedang celingukan mencari jalur.
“Teng Pranji (Ke Pranji) Pak,” jawab saya sambil mematikan kendaraan dan menghampiri warga tersebut.
Baca juga: Embung Stinggil Sadang, Mengunjunginya Bikin Tenang

Pertigaan menuju Bukit Pranji. (Foto: Hari)
Namanya Siswoyo. Ia terlihat sedang mencari kayu bakar. Dari pengakuannya, hampir setiap hari selalu mencari kayu bakar sejak pagi. Lalu dikumpulkannya kayu tersebut di pinggir jalan dengan susunan bertingkat.
Ia menambahkan, bahwa dulu Bukit Pranji pernah dikelola oleh warga setempat, namun tidak berlangsung lama. Ketika ditanya alasan mengapa sudah tidak dikelola, ia hanya tersenyum.
“Monggo mampir teng griya kulo (Silakan mampir ke rumah saya),” ucap Pak Siswoyo saat saya akan melanjutkan perjalanan naik (bersambung).







Saat ini belum ada komentar