PPNI Kebumen Prihatin Atas Penolakan Jenazah Perawat Positif Covid-19
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 11 Apr 2020
- visibility 16.065
- comment 0 komentar

Pengurus PPNI Kebumen melakukan aksi solidaritas. (Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Adanya penolakan penguburan terhadap jenazah perawat yang positif Covid-19 di Ungaran, Kabupaten Semarang mengundang reaksi dari para perawat di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Di Kabupaten Kebumen, belasan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasioal Indonesia (PPNI) menggelar aksi solidaritas di Sekretariat PPNI Kebumen Griya Jatisari Indah, Sabtu 11 April 2020. Para pengurus PPNI perwakilan 15 komisariat itu membuat poster dukungan terhadap profesi perawat.
Poster tersebut antara lain bertuliskan “Save Perawat”, “Saat Kalian Butuh Bantuan Kami Selalu Siap”, “Stop Diskriminasi Perawat”, dan “Kami Merawat Tanpa Henti”.
Jangan Sampai Penolakan Jenazah Covid-19 Terjadi di Kebumen
Dengan mengenakan masker dan saling menjaga jarak satu sama lain, para perawat menggelar aksi keprihatinan. Namun aksi lebih banyak dilakukan melalui media digital dengan merekam pernyataan, solidaritas serta ajakan bersinergi menanggulangi pandemi Covid-19 di Kebumen.
Baca Juga: Gelar Rakorwil Kedu, PPNI Dorong Peningkatan Kualitas SDM Perawat
Ketua PPNI Cabang Kebumen Tri Tunggal Eko Sapto menyampaikan keprihatinan terhadap apa yang menimpa teman sejawatnya. Sangat disayangkan masih ada warga menolak pemakaman seorang perawat yang meninggal karena positif Covid-19 di Ungaran. Dia mengajak masyarakat agar jangan sampai kasus tersebut terjadi di Kabupaten Kebumen.
“Perawat tidak pernah menolak pasien, tetapi sangat menjadi keprihatinan seorang perawat yang meninggal dunia karena merawat pasien Covid-19 justru ditolak jenazahnya,” ujar Tri Tunggal Eko Sapto di sela-sela aksi.
PPNI Ajak Seluruh Elemen Berkolaborasi Tangani Pandemi Covid-19

Aspirasi dari para perawat di Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Dalam kesempatan Tri Tunggal mengajak kepada masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif kepada perawat. Perawat bekerja secara ikhlas menangani pasien tanpa pilah pilih dan melayani dengan baik. Harapannya, ada timbal balik antara perawat dan masyarakat.
Tri Tunggal Eko Satpo menambahkan bahwa perawat merupakan garda depan perawatan pasien termasuk pasien Covid-19. Untuk itu, PPNI Kebumen melayangkan surat kepada rumah sakit negeri dan swasta di Kebumen untuk memberikan perlindungan ekstra kepada perawat.
“Kami meminta perawat yang bekerja dan kontak langsung dengan pasien Covid-19 harus diberikan alat perlindungan diri (APD) yang standar,” imbuh Tri Tunggal seraya meminta kepada direktur rumah sakit negeri dan swasta untuk memberikan insentif khusus kepada perawat dalam penanganan pandemi Covid-19.
Ajak Masyarakat Laksanakan Social Distansing dan Physical Distancing

aspirasi dari para perawat di Kebumen. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Lebih dari itu, jajaran kesehatan dan seluruh elemen yang ada diajak untuk berkolaborasi untuk menangani pandemi Covid-19 di Kebumen. Perawat siap bersinergitas dengan seluruh elemen untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 di Kebumen akan segera berakhir.
Disampaikan bahwa sampai saat ini, tenaga kesehatan di Kebumen khususnya perawat dalam keadaan sehat. Kebutuhan APD bagi tenaga medis sudah banyak donasi baik berupa masker maupun yang lain. Untuk hal tersebut, pihaknya menyampaikan terima kasih yang semua pihak yang sudah memberikan donasi.
“Kami mengajak kepada masyarakat di Kebumen untuk melaksanakan social distansing dan physical distancing. Selalu memakai masker saat keluar rumah dan mencuci tangan. Kedua hal itu adalah yang pertama dan utama untuk pemutusan mata rantai penularan covid-19,” tandasnya. (nto)








Saat ini belum ada komentar