Dalam Sehari, Lahan Kosong dan Hutan Jati di Kebumen Terbakar
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 45
- comment 0 komentar

Ilustrasi kebakaran. (Foto: Gemini/AI)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Dua peristiwa kebakaran melanda wilayah Kabupaten Kebumen, Senin, 21 September 2026. Insiden pertama menghanguskan lahan kosong di Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, disusul kebakaran di kawasan hutan jati Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, beberapa menit kemudian.
Kebakaran pertama di Desa Langse, tepatnya di Dukuh Glagahamba, RT 03 RW 02, terpantau sekitar pukul 13.29 WIB. Berdasarkan pendataan, luas lahan kosong yang terbakar diperkirakan mencapai 8,3 hektare.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material akibat peristiwa tersebut.
“Penyebab kebakaran sampai saat ini masih diselidiki kepolisian. Kami masih mendalami apakah peristiwa ini disengaja atau disebabkan oleh faktor lain,” ujar AKBP Putu, Selasa 22 September 2026.
Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Karangsambung bersama warga langsung mendatangkan lokasi untuk melakukan pemadaman. Berkat kerja sama tersebut, api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.10 WIB, dilanjutkan dengan penyisiran guna memastikan tidak ada titik api susulan.
Hanya berselang sekitar 20 menit dari kejadian pertama, kebakaran susulan terjadi di wilayah Kecamatan Ayah. Si jago merah melalap kawasan hutan jati di Panjatan Dengdeng, area Hutan Argopeni RPH Tebo, yang mencakup wilayah Dukuh Klesem RT 01 RW 04, Desa Argopeni.
Peristiwa di Kecamatan Ayah ini terjadi sekitar pukul 13.50 WIB dan baru dilaporkan kepada Polsek Ayah pada pukul 18.10 WIB. Setibanya di lokasi yang berada di tepi jalan raya Ayah-Karangbolong, petugas mendapati area hutan jati seluas sekitar 0,3 hektare telah terbakar.
Proses pemadaman di lokasi kedua melibatkan Polsek Ayah, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pemerintah desa, serta warga setempat dengan menggunakan peralatan seadanya. Upaya gotong royong ini membuahkan hasil dan api berhasil dipadamkan pada pukul 19.00 WIB.
Petugas kemudian memperketat pemantauan di sekitar lokasi karena jaraknya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari deretan warung dan tempat usaha warga. Langkah antisipasi ini penting dilakukan guna mencegah api kembali menyala dan merembet ke permukiman.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran hutan jati ini menyebabkan kerusakan pada pohon jati dan ekosistem sekitar seluas 0,3 hektare dengan nilai kerugian yang belum dapat ditaksir.
Melihat kondisi musim kemarau yang disertai suhu udara tinggi dan angin kencang, AKBP Putu mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
“Polres Kebumen mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Jika melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Kebumen terus menggencarkan patroli serta memperkuat koordinasi dengan pihak Perhutani, pemerintah desa, dan warga. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar menghindari segala bentuk aktivitas yang dapat memicu kebakaran di lahan terbuka maupun kawasan hutan. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar