Menjelajahi The Mother Earth of Java: Warisan Dunia di Geopark Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar

KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Kabupaten Kebumen kembali mempertegas posisinya sebagai pusat gravitasi geologi dunia. Dalam rangkaian Symposium Summer School: Geo Conservation of Kebumen Geopark 2026 yang digelar di Kampus Lapangan Geologi Luk Ulo Karangsambung, Kamis 7 Mei 2026, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, hadir sebagai keynote speaker yang memaparkan visi strategis masa depan pariwisata daerah.
Dalam pidatonya, dr. Faiz mengungkapkan pencapaian luar biasa Kebumen yang kini berhasil memecahkan rekor kunjungan wisatawan tertinggi di Jawa Tengah.
Berdasarkan data pendukung, pada momentum libur lebaran saja, Kebumen mampu menyedot hingga 675.348 wisatawan hanya dalam kurun waktu dua minggu.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kebumen mencatatkan angka kunjungan tertinggi di Jawa Tengah. Ini membuktikan bahwa daya tarik wisata kita, khususnya Geopark, memiliki potensi magnetik yang sangat kuat,” ujar dr. Faiz di hadapan peserta dari berbagai negara seperti Jepang, Malaysia, India, hingga Aljazair.
Warisan ‘The Mother Earth of Java’
Ia juga menekankan bahwa Geopark Kebumen bukan sekadar wilayah administratif biasa, melainkan rumah bagi catatan geologi langka yang tidak ditemukan di bagian lain Indonesia.
Kawasan Karangsambung dikenal sebagai lantai samudra purba yang terangkat, menyimpan batuan tertua di Pulau Jawa yang berasal dari Zaman Kapur (Cretaceous) dengan usia mencapai 117 hingga 125 juta tahun.
“Itulah alasan mengapa tempat ini dijuluki sebagai ‘The Mother Earth of Java’. Kita berdiri di atas warisan dunia yang sangat istimewa,” tambahnya.
Keseimbangan Ekologi dan Kesejahteraan Masyarakat
Lebih lanjut, dr. Faiz menyoroti pentingnya integrasi antara perlindungan lingkungan dengan kemajuan sosial-ekonomi.
Baginya, status Geopark harus berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan di daerah perdesaan melalui pemberdayaan masyarakat lokal, UMKM, dan konsep geo tourism yang berkelanjutan.
Program Summer School ini pun dipandang sebagai langkah konkret dalam mentransfer pengetahuan geodiversitas kepada generasi muda. dr. Faiz menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung edukasi Geopark guna memenuhi standar UNESCO Global Geopark (UGGp).
Dukungan Kolaboratif
Senada dengan visi tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan bahwa kehadiran akademisi internasional merupakan momentum penting untuk memperkenalkan Kebumen ke kancah global.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Geologi ITB, Dr. Idham Andri Kurniawan, menambahkan bahwa kolaborasi ini bertujuan menawarkan model tata kelola geopark yang bisa menjadi rujukan global.
Acara yang berlangsung hingga 10 Mei 2026 ini juga menghadirkan panelis internasional seperti Prof. Hiroki Kasamatsu (Jepang) dan tokoh senior geologi Prof. Dr. Ir. Emmy Suparka.
Melalui sinergi antara kebijakan strategis yang dipaparkan dr. Faiz dan inovasi digital akademisi, Geopark Kebumen optimistis mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang diakui dunia. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar