Meskipun Anggaran Awal Cuma Segini, Pemkab Kebumen Pastikan Perbaikan Jalan Hingga ke Pelosok
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 1 Okt 2025
- visibility 610
- comment 0 komentar

Ruas jalan Kedungbajul-Poncowarno dilakukan pengecoran. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bidang infrastruktur tetap menjadi perhatian utama Pemkab Kebumen. Meskipun alokasi awal tahun 2025 hanya Rp 51 miliar, Pemkab akan memanfaatkan APBD Perubahan tahun ini dan APBD Murni 2026 untuk memasifkan perbaikan jalan di berbagai wilayah.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Kurnia Hadi, menjelaskan rincian rencana pengerjaan tersebut.
Perbaikan dengan APBD Perubahan dan Bantuan Provinsi (Banprov)
Sejumlah ruas jalan akan segera diperbaiki menggunakan anggaran dari APBD Perubahan, termasuk ruas vital Kawedusan-Sruni.
“Saat ini masih dalam proses lelang dengan anggaran Rp 4 miliar. Dana ini nantinya akan menangani ruas Surotrunan-Kalijirek yang akan dicor dengan lebar disamakan dengan yang ada di Pasar Sruni,” jelas Kurnia, Rabu 1 Oktober 2025.
Adapun pengerjaan ruas Kawedusan-Sruni dan Kembaran-Kedungbener yang sedang berlangsung dibiayai melalui Bantuan Provinsi (Banprov).
“Progres ruas Kembaran-Kedungbener sudah mencapai lebih dari 90%, tinggal perapian bahu jalan. Sementara Kawedusan-Sruni masih banyak pekerjaan seperti finishing, marka, dan lain-lain,” tambahnya.
DPUPR berharap ketika perbaikan ruas Sruni selesai agar dapat menghidupkan perekonomian karena di area tersebut banyak pertokoan dan warung.
Prioritas Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Usulan DPR RI
Terkait program Inpres Jalan Daerah (IJD), DPUPR Kebumen telah mengusulkan ruas jalan Selokerto-Buayan.
Kurnia Hadi membenarkan bahwa usulan perbaikan jalan menuju rencana pelabuhan yang disampaikan oleh Anggota DPR RI Darori Wonodipuro telah diketahui oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY.
“Jika tidak salah, ruas yang dimaksud adalah Selokerto-Karangbolong. Namun, di kami ruas Selokerto-Buayan sudah masuk prioritas satu IJD, lalu Buayan-Jladri atau Buayan-Karangbolong sudah masuk prioritas dua. Jadi, usulan dari Pak Darori sifatnya saling menguatkan karena usulan itu sudah masuk dalam sistem,” tegasnya.
Fokus Wilayah Pinggiran dan Selatan Kebumen
Di wilayah pinggiran Kabupaten Kebumen, APBD Perubahan dan APBD Murni 2026 akan fokus pada sejumlah ruas, khususnya pengecoran jalan ruas Giwangretno-Adikarto, ruas dari Pasar Blekatuk ke barat, dan ruas Podourip-Sugihwaras di sisi selatan.
Lebih lanjut, perbaikan di APBD Perubahan juga akan menyentuh ruas Dorowati-Podourip karena kondisinya paling rusak parah, terutama di area Pasar Kritig.
“Nanti dimulai dari akhir ruas Purwodeso-Petanahan, dicor hingga titik monitoring Bupati waktu bulan puasa kemarin, lalu melompat ke Pasar Kritig sampai ke jembatan dekat Lirab,” kata Kurnia.
Rencana Pengerjaan APBD Murni 2026
Sejumlah ruas jalan strategis akan dianggarkan pada APBD Murni 2026 seperti Karangsambung-Totogan yang mengalami longsor akan ditangani pada 2026.
Lalu Jalan Cincin Kota dengan penanganan dari perempatan Balai Desa Gemeksekti sampai perempatan Balai Desa Karangsari, karena area tersebut yang paling rusak.
Termasuk Ruas Jalan Wilis dan ruas Kejayan Muktisari-Buluspesantren juga akan diperbaiki di 2026.
Sementara itu perbaikan Pasar Bocor ke arah timur (Sangubanyu) akan menggunakan APBD Perubahan.
Kurnia menambahkan bahwa penyelesaian ruas Kambalan-Ambal yang terputus di selatan kantor kecamatan ke arah Pantai Mliwis akan dilanjutkan di APBD Perubahan.
Lalu perbaikan jalan wilayah barat Kebumen direncanakan dari pertigaan Ijo sampai Stasiun Ijo, termasuk ruas Demangsari-Jatijajar.
Sementara itu akses ke Desa Kedunggong pengerjaannya belum selesai karena anggaran sebelumnya hanya Rp 1 miliar untuk pengaspalan. Dari penjelasannya, area tanjakan yang dekat rumah kepala desa akan dilompati karena tanahnya labil, dan direncanakan menggunakan konstruksi berbeda yang akan diteruskan pada 2026.
Lebih lanjut mengenai ruas jalan provinsi Sempor-Ketileng yang beberapa waktu terakhir sering terjadi kecelakaan, DPUPR Kebumen telah bersurat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti, baik untuk pemasangan pagar pembatas maupun lampu penerangan jalan. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar