Bocah Tiga Tahun Ditemukan Mengapung di Kolam Depan Rumah, Begini Kronologinya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 1 Des 2025
- visibility 467
- comment 0 komentar

Polisi menggelar olah TKP di lokasi kejadian. (Foto: Dok. Polres Kebumen)
SRUWENG (KebumenUpdate.com) – Tragedi terjadi di Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, Kebumen. Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Muhammad Nur Alby ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam depan rumahnya, Senin 1 November 2025.
Menurut saksi Jumanudin, korban sebelumnya terlihat bermain di tepi kolam. Saat saksi bersiap salat zuhur, ia melihat korban mengapung dalam posisi telungkup. Jumanudin langsung memanggil kakek korban, Miskanudin, dan warga setempat untuk mengevakuasi tubuh anak tersebut.
“Diduga karena kurang pengawasan, korban jatuh ke kolam dan meninggal dunia,” terang Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman.
Polres Kebumen menerima laporan sekitar pukul 12.15 WIB dari Sekretaris Desa Pakuran, Wahlul Iman. Tim Pamapta Polsek Sruweng dan Inafis kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan penyebab tenggelamnya korban.
Hasil Olah Tempat Kejadian Perkara
Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan awal menunjukkan tubuh belum mengalami kekakuan. Pemeriksaan dilakukan oleh Kapolsek Sruweng AKP Mardi bersama personel Polsek dan tim Inafis. Kolam tempat kejadian merupakan penampungan air hujan yang memiliki ukuran sekitar 15 meter dengan kedalaman air 120 cm.
“Hasil pemeriksaan medis Puskesmas Sruweng menguatkan temuan awal. Tidak ada luka yang mengarah pada penganiayaan,” ungkap Kompol Faris.
Korban dipastikan meninggal murni akibat tenggelam, dengan perkiraan waktu kematian kurang dari empat jam sebelum pemeriksaan berlangsung. Keluarga menolak autopsi dan menerima jenazah untuk dimakamkan.
Kompol Faris Budiman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat anak bermain di sekitar kolam atau area berair lainnya. “Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah insiden serupa,” tegasnya.







Saat ini belum ada komentar