Tanggul Sungai Kedungbener Hampir Rampung, BPBD Kebumen Fokus Cegah Banjir Susulan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 27 Des 2025
- visibility 673
- comment 0 komentar

Perbaikan tanggul Sungai Kedungbener di Desa Suroturunan. (Foto: BPBD Kebumen)
ALIAN (KebumenUpdate.com) – Upaya perbaikan tanggul jebol akibat luapan Sungai Kedungbener di Desa Suroturunan, Kecamatan Alian, Kebumen, menunjukkan hasil signifikan. Hingga hari keempat penanganan, Jumat 26 Desember 2025, progres pekerjaan telah mencapai 99 persen.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mencatat, tim gabungan masih bekerja intensif di lokasi terdampak, tepatnya di RT 02 RW 01 Dukuh Suroturunan. Petugas tetap melanjutkan pekerjaan meski sempat turun gerimis ringan pada sore hari.
Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto mengatakan, gotong royong antara petugas dan warga menjadi kunci percepatan penanganan. Seluruh tim fokus memastikan tanggul darurat benar-benar kuat untuk mencegah banjir susulan.
“Petugas memprioritaskan penataan karung di sepanjang titik tanggul yang rusak serta menambah material tanah untuk memperkuat struktur tanggul sementara,” ujar Heri.
Pada tahap ini, tim lapangan melakukan pengisian tanah ke dalam ribuan karung, memasang crucuk sebagai pondasi, serta menata material secara presisi agar tanggul lebih stabil. Langkah teknis tersebut difokuskan untuk menahan tekanan debit air Sungai Kedungbener saat hujan turun kembali.

40 Keluarga Terdampak Banjir 23 November 2025
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, BPBD Kebumen juga terus mengoperasikan dapur umum. Layanan ini memastikan kebutuhan logistik relawan dan tenaga kerja bakti tetap terpenuhi sejak pagi hari, mulai pukul 07.30 WIB.
Banjir yang memicu jebolnya tanggul terjadi pada Minggu malam, 23 November 2025. Luapan Sungai Kedungbener sempat merendam sejumlah desa di Kecamatan Alian, di antaranya Desa Krakal, Kalirancang, Sawangan, Seliling, Suroturunan, dan Bojongsari. Dampak banjir juga meluas hingga wilayah Kecamatan Kebumen, mencakup Desa Bandung, Sumberadi, dan Roworejo.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerusakan akses jalan dan meningkatkan risiko terhadap permukiman warga. Data BPBD mencatat, sedikitnya 40 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa di Desa Suroturunan berada di zona rawan dan membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Siapkan Rencana Tindak Lanjut
Memasuki tahap akhir penanganan, BPBD Kebumen telah menyiapkan rencana tindak lanjut pada Sabtu 27 Desember 2025. Fokus utama diarahkan pada perapian tanah di bagian belakang tanggul serta pembersihan area sekitar lokasi pekerjaan.
“Kami akan melakukan finishing, termasuk pemasangan terpal di badan tanggul untuk mencegah erosi jika hujan turun. Saat ini kami masih membutuhkan tambahan tenaga kerja bakti dan tiga lembar terpal agar seluruh area rawan dapat tertutup,” tambah Heri.
BPBD Kebumen memastikan akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman dan tanggul berfungsi optimal.







Saat ini belum ada komentar